BUTON TENGAH, GAGASSULTRA.COM - Sebuah program kerja akan dilakukan Pj Bupati Buton Tengah (Buteng) H Kostantinus Bukide SH MSi untuk mendekatkan dirinya dengan seluruh warga Buteng. Mantan Sekda ini akan berkeliling Salat Jumat di kampung-kampung di Buteng setiap pekannya.
Sepertinya, program ini belum pernah dilakukan pemimpin-pemimpin Buteng sebelumnya. Sejauh yang ada, hanya program Safari Ramadan yang dijalankan setiap tahun. Itu pun tidak maksimal selama sebulan penuh.
"Saya ingin dekat dengan masyarakat. Caranya itu harus rajin turun lapangan. Makanya, saya akan Salat Jumat keliling di masjid-masjid yang ada di Buteng ini," ungkap Kostan kepada sejumlah media usai rapat paripurna serah terima jabatan Pj Bupati Buteng di Kantor DPRD, Kamis (30/5/2024).
Tentu saja, kata dia, usai Salat Jumat berjamaah dirinya akan membuka dialog untuk mendengarkan curhatan dan masalah masyarakat secara langsung. "Karena mengetahui masalah masyarakat dengan cepat itu lebih baik," tukasnya.
Kostan berharap, dengan mengetahui permasalahan masyarakat lebih cepat, dirinya bisa cepat mengatasinya dan mencarikan solusi yang tepat. Sehingga dengan cara ini, pemerintahan Kabupaten Buteng bisa berjalan dengan adem, aman, dan nyaman.(uzi)
BUTON TENGAH, GAGASSULTRA.COM - Dua hari setelah dilantik menjadi Penjabat (Pj) Bupati Buton Tengah (Buteng), H Kostantinus Bukide SH MSi selanjutnya menjalani proses serah terima jabatan dari Pj Bupati sebelumnya Dr Drs H Muhammad Andi Yusuf MSi melalui sidang paripurna DPRD Buteng, Kamis, (30/5/2024).
Andy Yusuf akan kembali berkarir di tempat tugas awalnya sebagai Asisten Deputi Infrastruktur Pemerintahan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.
Sementara, Kostan yang awalnya menjabat sebagai Sekda Buteng menunjuk Pelaksana harian (Plh) Sekda untuk menggantikan tugas sehari-harinya yang masih melekat sebagai Sekda.
"Untuk sementara ini kita tunjuk Asisten III (LM Syamsudin Pamone) sebagai Plh Sekda. Kebetulan dari tiga Asisten Setda, beliau lebih senior," ungkap Kostan kepada sejumlah media usai serah terima jabatan Pj Bupati Buteng di Kantor DPRD.
Untuk kelancaran administrasi kebijakan pimpinan, dirinya akan secepatnya menunjuk Pj Sekda dengan meminta persetujuan Gubernur Sultra. "Tentu kita akan isi dengan yang senior dan berpengalaman. Sehingga tidak ada yang merasa terganggu," tandas Kostan.
Amatan media ini, Rapat Paripurna Sertijab Pj Bupati Buteng dihadiri Muspida seperti Kapolres Buteng AKBP Yanna Nurhandiana SH SIK MSi, Dandim 1413 Buton, Kajari Buton Ledrik Viktor Mesak Takaendengan SH MH, dan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Pasarwajo.
Hadir pula mantan Bupati Buteng periode 2017-2022 H Samahuddin SE dan Ketua KONI Buteng La Andi SSos yang sama-sama mencalonkan diri sebagai Bupati Buteng periode 2024-2029.(uzi)
KENDARI, GAGASSULTRA.COM-Komitmen Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Kendari untuk menyukseskan program pemerintah daerah menurunkan angka Stunting terus menjadi perhatian. Bahkan, dalam beberapa bulan terakhir Lanal Kendari memiliki masyarakat binaan sekitar wilayah Mako untuk diberikan perhatian sehingga mencegah stunting, termasuk memberikan bantuan makanan bergizi kepada warga binaannya.
Komandan Lanan Kendari, Kolonel Laut (P) I Gede Dharma Yoga kepada sejumlah wartawan di Klinik Angkatan Laut Kendari mengatakan, selaku pembina institusi angkatan laut di Sultra memiliki tanggungjawab membantu pemerintah daerah untuk menurunkan angka stunting.
“Alhamdulillah progresnya sudah berjalan beberapa bulan dan progresnya bahwa ibu dan anak sangat sehat,”ungkapnya usai memberikan bantuan langsung kepada warga binaan Lanal, Kamis (30/05/2024).
Sedangkan untuk warga penerima dan bunaal Lanal, kata Gede Dharma, pihaknya sudah mendapat alokasi binaan dari Pemerintah Kota Kendari. Termasuk jumlah keluarga yang menjadi binaan Lanal Kendari.
“Jadi yang kita tangani dan bina sebanyak 10 orang berdasarkan alokasi dari Pemkot Kendari dan ini akan berkelanjutan,”jelasnya.
Untuk itu, pihaknya berharap dengan adanya bantuan ini bisa membantu pemerintah daerah untuk menurunkan angka stunting.
Sementara itu, Ibu Asma salah satu warga yang menjadi binaan Lanal Kendari dalam rangka penurunan stunting mengaku sangat berterimakasih atas batuan makanan bergizi.
“Kami sangat berterimakasih kepada Lanal atas batuan ini, karena sangat membantu peningkatan gizi. Termasuk bantuan susu yang sangat di butuhkan anak kami,”singkatnya.
Pemberian bantuan makanan untuk penurunan stunting binaan Lanal Kendari diberikan langsung Danlanal, Kolonel Laut (P), I Gede Dharma Yoga kepada 10 orang warga di Klinik TNI ALKendari. (RIN)
BAUBAU,GAGASSULTRA.COM-Pemkot Baubau Ingin Wujudkan Pilkada Aman, Damai dan Bermartabat dalam rangka menyambut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 27 November 2024.
Keinginan untuk mewujudkan Pilkada sukses dengan aman, damai dan bermartabat diungkapkan Pj Wali Kota Baubau Dr Muh Rasman Manafi, SP, M.Si saat memberikan sambutan pada kegiatan Dialog Kerukunan antar umat beragama (FKUB) dengan tema mewujudkan pemilihan kepala daerah yang aman, damai dan bermartabat di Kantor Kementerian Agama RI Baubau Rabu (29/05/2024).
Menurut Muh Rasman Manafi, pada Pilcaleg dan Pilpres lalu telah sukses dilaksanakan dan masih ada kesempatan kedua yang akan juga diwujudkan lagi yakni Pilkada Kota Baubau bahwa pesta demokrasi itu berlangsung secara aman, damai dan bermartabat.
Pj Walikota Baubau, Muh. Rasman Manafi saat membuka kegiatan dialog kerukunan anatar umat beragama di Kota Baubau
”Saya kira tema yang diangkat pada pagi ini untuk diskusi adalah tema yang sangat tepat untuk kita tularkan dan kita sampaikan kepada semua warga, umat beragama dan umat bermasyarakat baik di wilayah sekitar rumah kita maupun di luar atau yang tidak jauh dari rumah kita. Ini menjadi penting karena mungkin sekitar rumah kita cepat kita sampaikan tapi kalau melalui media sosial yang jauh dari kita apalagi menyampaikan hal yang tidak akurat, hoax dan fitnah itu bisa menimbulkan kecemasan dalam masyarakat,”ujarnya.
Orang nomor satu di Kota Baubau ini berharap dialog selain menjadi bagian dari kampanye untuk menjaga kedamaian, kerukunan dan kemartabatan dalam pesta demokrasi, nanti apa yang dihasilkan bisa menjadi media, bisa menjadi bahan Pemkot Baubau dalam mengambil kebijakan-kebijakan. Sehingga, akan ada poin-poin penting dari para tokoh yang hadir untuk Pemkot Baubau agar memperkuat misi FKUB.
Pelaksanaan dialog Kerukunan antar umat beragama (FKUB) dengan tema mewujudkan pemilihan kepala daerah yang aman, damai dan bermartabat ini mendapat apresiasi dari Pj Wali Kota Baubau karena merupakan bentuk kemitraan pemerintah daerah dalam menjalankan tugas menjaga dan membangun daerah. Dan bagi sebagian orang membangun sesuatu yang baru itu mudah, tapi mempertahankan sesuatu yang baik itu tidak mudah.(RIN)
BAUBAU,GAGASSULTRA.COM-Reses masa sidang II Tahun 2024 Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra)diamnafaatkan selruh anggota dewan untuk turun di daerah pemilihannya. Hal sama juga di lakukan Muh Ishak Zuhur legilator Partai Gerindra turun di Kota Baubau untuk menjaring aspirasi warga tanggal 22-27 Mei 2024.
Reses yang pertama kali dilakukan paska pergantian antar waktu (PAW), Ishak Zuhur melaksankan reses di tiga kelurahan di Kota Baubau yakni Kelurah Tomba, Kelurahan Wangkanapi dan Kelurahan Bukit Wolio Indah mendapat apresiasi dari warga.
Di hadapan warga, mantan legislator Partai Gerindra Kota Baubau 3 mengatakan, reses adalah masa dimana anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara istirahat melaksanakan kegiatan kedewanan di kantor DPRD dan melaksanakan tugas turun kebawah menemui masyarakat dan konstituen di Dapil Pemilihan masing-masing.
Anggota DPRD Sultra, Muh Ishak Zuhur saat reses di kelurahan Tomba
"Assalamualaikum, perkenalkan nama saya MUH. ISHAK ZUHUR anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara dari Partai Gerakan Indonesi Raya (GERINDRA). Saya sudah melaksanakan kegiatan reses di tiga tempat. saya melakasanakan Reses di Kelurahan Tomba, Kelurahan Bukit Wolio Indah, Kelurahan Wangkanapi,"ungkapnya mengawali sambutan pada pertemuan reses dengan warga Kota Baubau.
Pada kesempatan tersebut, pihaknya memberikan apresiasi kepada warga yang telah memberikan hak pilihnya sehingga terpilih menjadi legislator DPRD Sultra yang di beri amanah di Komisi IV yang membidangi Kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, pilihannya melaksanakan Reses di Kota Baubau Terkhusus Kelurahan Tomba, Kelurahan Bukit Wolio indah dan Kelurahan Wangkanapi ini, karena mendapat masukan dari sejumlah tokoh masyarakat.
"Saya melaksanakan reses disini supaya bisa membantu memajukan daerah ini lebih baik lagi. Jadi kalau bapak dan ibu mendukung maka mari kita sama sama bangun daerah ini, setuju kan?"ajak La Inti sapaan akrabnya.
Mendapat kesempatan itu, sejumlah warga menyampaikan aspirasi berupa mohon dibantu Perbaikan Pintu Tanggul Air di Kekurahan Tomba, Pengerukan Sungai Kali Ambon yang telah terjadi pendangkalan di daeah kelurahan Bataraguru dan Kelurahan Tomba.
"Bantuan Pelatihan dan Peralatan Kelompok usaha ibu rumah tangga di bidang menjahit dan Kelompok UMKM Kuliner, Perbaikan Drainase dan Pembersihan Drainase depan SMAN 1 Kota Baubau yang menjadi tempat penumpukan sampah yang sudah menimbulkan aroma yang kurang sedap dan mengganggu warga di lingkungan tersebut, serta penambahan Lampu Jalan Lingkungan Masyarakat di Kelurahan Wangkanapi serta yang butuh perbaikan rumah tidak layak huni,"kata Ishak Zuhur.
Untuk itu, dengan sejumlah aspirasi dari warga ini, pihaknya akan berupaya untuk menjadi perhatian dan memperjuangkannya untuk direasisasikan.
'Akan jadi masukan berati untuk kita perjuangkan,"tutupnya, (RIN)
- 22 wartawan Kompeten, 4 Tidak Kompeten
KENDARI, GAGASSULTRA.COM-Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang di PWI Sultra bekerjasama dengan PWI Pusat resmi ditutup. Sebanyak 22 dari 26 wartawan yang mengikuti uji kompetensi wartawan (UKW) yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bekerja sama dengan PWI Sulawesi Tenggara dinyatakan kompeten, sementara 4 dinyatakan tidak kompeten.
"Di ikuti oleh 31 orang peserta, setelah registrasi berkurang 5 orang, menjadi 26 orang terdiri dari 5 peserta UKW utama, peserta UKW Madya 9 orang dan peserta UKW muda 12 orang. Setelah dilakukan uji kompetensi selama dua hari peserta yang belum kompeten ada 4 orang," ungkap Direktur UKW PWI Pusat Firdaus Komar, menyampaikan pengumuman.
Untuk itu, pihaknya meminta para peserta yang telah dinyatakan kompeten bisa bertanggungjawab terhadap apa yang telah dicapai, sedangkan yang belum kompeten harus masih memiliki peluang untuk mengikuti UKW 6 bulan selanjutnya.
Kemudian Sekjen PWI Pusat Sayid Iskandarsyah menjelaskan, uji kompetensi wartawan meliputi 3 hal pokok yakni kesadaran sebagai jurnalis dalam menjalankan tugas sehari-hari, pengetahuan atau ilmu yang luas serta keterampilan yang dimiliki.
Sekjen berjanji, akan menyelenggarakan kegiatan serupa di tahun yang akan datang. UKW dilakukan untuk memberikan manfaat bagi peningkatan sumber daya manusia anggota PWI di seluruh Indonesia. Selain itu PWI Pusat juga mendorong PWI Sulawesi Tenggara menyiapkan anggotanya untuk menjadi asesor atau penguji UKW, sebab hingga saat ini PWI Sulawesi Tenggara belum memiliki penguji.
"Peluang di Sulawesi Tenggara ada, sampai saat ini belum ada pengujinya, cuma ada syaratnya anda tinggal baca Peraturan Dewan Pers Nomor 3 tahun 2023, kalau tidak salah, salah satunya angkanya harus 80, kemudian membuat tulisan, mengikuti magang dan seterusnya," katanya.
Terkait persentase kompetensi peserta UKW, Sekjen PWI memberikan apresiasi karena hampir seluruh peserta uji kompetensi dinyatakan kompeten dan sumber daya manusia wartawan di Sulawesi Tenggara masih di atas rata-rata.
Sementara itu, Ketua PWI Sulawesi Tenggara Sarjono menganggap sejumlah wartawan yang belum kompeten hal bisa karena masih ada waktu untuk memperbaiki.
Menurutnya, mengikuti uji kompetensi adalah tantangan, sebab dari 31 peserta yang mendaftar hanya 26 yang bisa ikut, itupun ada dua peserta yang sudah ikut dihari pertama namun tidak ikut dihari kedua karena terlambat.
"Kemudian juga terhadap teman-teman yang dinyatakan kompeten Setiap orang pasti dia rasa bangga, karena sudah melewati ujian ini jadi ada tolak ukur terhadap teman-teman yang mengikuti itu, kita bangga ya kita bangga, tapi ini menjadi tantangan tersendiri bisa ndak kita buktikan dengan pendidikan kompeten ini harus ada pembeda yang sudah lolos sertifikasi dengan tidak," ungkap Sarjono.
Ketua PWI juga memberikan apresiasi atas keseriusan para peserta yang datang dari daerah yang harus melewati laut, jalan rusak meninggalkan keluarga untuk mengikuti uji kompetensi ini.
Sarjono juga menyampaikan terima kasih pada PWI Pusat yang memberikan kuota untuk penyelenggaraan uji kompetensi di Provinsi Sulawesi Tenggara. Dan PWI Sulawesi Tenggara selalu siap jika diberikan program lainnya untuk peningkatan kapasitas paraanggota PWI.(RIN)
BUTENG, GAGASSULTRA.COM - Sekretaris Daerah (Sekda) Buton Tengah (Buteng) H. Kostantinus Bukide, SH. M.Si ditunjuk Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai Penjabat (Pj) Bupati Buteng.
Kostantinus bersama Pj Bupati Buton dan Pj Bupati Buton Selatan (Busel) dilantik Pj Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Komjen Pol (P) DR.(H.C) Andap Budhi Revianto, S.I.K., M.H di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra, Selasa Sore (28/5/2024).
Kostantinus sendiri menggantikan Pj Bupati Buteng sebelumnya Dr. Drs. H. Andi Muhammad Yusuf, M.Si yang berakhir 25 Mei 2024. Yusuf kembali berkarir di tempat tugas awalnya sebagai Asisten Deputi Infrastruktur Pemerintahan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI.
Pj Gubernur Sultra Andap Budhi Revianto mengucapkan selamat kepada ketiga Pj Bupati dan menyampaikan beberapa arahan terkait tugas-tugas mereka kedepannya.
"Jabatan Pj Bupati adalah amanah dari Allah SWT dan kepercayaan pimpinan (Mendagri, red). Jaga amanah dan kepercayaan itu sebaik mungkin dengan disiplin, bekerja tanpa pamrih, ada komitmen moral yang tinggi, ada prestasi yang ditinggalkan untuk kemaslahatan umat," pesannya.
Andap juga mewarning kepada ketiganya untuk mempedomani SK Mendagri dan Permendagri Nomor 4 Tahun 2023 tentang adanya kewajiban dan larangan selaku penjabat bupati, yakni mutasi ASN, pembatalan perizinan yang dikeluarkan pejabat sebelumnya.
Jenderal polisi bintang tiga ini juga mengingatkan Ketua TP-PKK untuk membina jajarannya sehingga dapat mendukung kesuksesan tugas-tugas suaminya.
Mulai dari menurunkan prevelensi stunting melalui sosialisasi remaja pra nikah, pemeriksaan bumil, menghilangkan gizi buruk, dan lain sebagainya.
Pelantikan ketiga penjabat bupati turut disaksikan Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh, jajaran Pemprov Sultra, pimpinan DPRD dan Kepala OPD masing-masing daerah (Buton, Busel, danButeng).(RED)
KENDARI, GAGASSULTRA.COM-Bakal Calon (Balon) Bupati Bombana, Ir. H. Burhanudin, M.Si terus menunjukkan keseriusannya maju bertarung di Pilkada Bombana. Salah satunya mengincar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai salah satu kendaraan politiknya.
Untuk meyakinkan PKS, Burhanuddin hadir di hadapan pengurus wilayah PKS Sultra untuk menyampaikan visi misinya di salah atu hotel di Kota Kendari, Senin (27/05/2024).
Pendalaman visi misi ini merupakan tahapan akhir yang menjadi persyaratan PKS Sultra untuk mendukung salah satu figur menjadi calon bupati di suatu daerah sebelum diusul di Dewan Pimpinan Pusat (DPP), yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Kendari, Senin (27/5/2024).
Dalam kesempatan itu, DPW PKS Sultra mempertanyakan terkait konsep dalam membangun suatu daerah, strategi pemenangan di daerah yang akan diusung.
Serta kesiapan Burhanudin sebagai Balon Bupati yang akan maju kontestasi di Kabupaten Bombana.
Kemudian Burhanudin menyampaikan salah satu visinya adalah menjadikan Kabupaten Bombana maju, berkarya, dan sejahtera.
"Tujuan akhir kita disitu, bagaimana Bombana maju, berkarya dan sejahtera," ujar mantan Pj Bupati Bombana ini.
Mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sultra ini menyampaikan akan terus membangun Sumber Daya Manusia (SDM) di Bombana, melakukan hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA) baik itu di bidang pertanian maupun perikanan.
"Jadi hilirisasi ini semua potensi yang ada di Kabupaten Bombana, yang sekarang hanya keluar dari Bombana sebagai bahan baku, kita berharap dari potensi pertanian ada pengolahan pertanian minimal barang setengah jadi, kemudian perikanan juga begitu kita olah ikan, udangnya baru keluar dari Bombana. Sehingga nilai tambahnya ada untuk kesejahteraan masyarakat," beber Burhanudin.
Selain itu, untuk maju Pilkada Bombana Burhanudin mengakui telah melakukan pendekatan-pendekatan kepada masyarakat.
Perlu diketahui, sebelumnya Burhanudin telah mengajukan pengunduran diri sebagai Kepala Dinsos Sultra sehingga kini dirinya mantap maju Pilkada Bombana.
"Sekarang umur saya 59 tahun, saya sudah mengundurkan diri sebagai kepala dinas, dan secara otomatis bisa pensiun normal," pungkasnya. (RIN)
KENDARI, GAGASSULTRA.COM-Puluhan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Tenggara mengikuti uji kompetensi wartawan (UKW) yang digelar PWI Pusat bekerjasama dengan PWI Sulawesi Tenggara. UKW ke 17 ini berlangsung di salah satu hotel di Kendari, Senin (27/05/2024).
Sekretaris Jenderal PWI Pusat Sayid Iskandarsyah mewakili Ketua Umum PWI memberikan apresiasi pada PWI Sulawesi Tenggara yang sudah menyiapkan UKW ke 17 ini hingga bisa dilaksanakan selama dua hari ini.
Menurutnya, UKW ini merupakan salah satu program Ketua umum PWI yang disampaikan saat pemilihan yang lalu. Ini merupakan salah satu upaya PWI meningkatkan kapasitas anggotanya di seluruh Indonesia.
"Program Ketua Umum ini bagaimana menciptakan SDM profesional yang berbasis pengetahuan yang mumpuni," katanya.
Lebih lanjut dikatakan, para penguji ini berasal dari beberapa daerah di Indonesia termasuk dari Sulawesi Selatan, sebab saat ini Sulawesi Tenggara belum memiliki penguji. Saat ini sudah ada dua calon penguji di Sulawesi Tenggara namun masih harus melalui beberapa tahap.
PWI Pusat menargetkan agar seluruh PWI provinsi memiliki penguji sendiri sehingga bisa lebih mandiri.
Selain bekerjasama dengan BUMN untuk menyelenggarakan UKW, tahun 2024 PWI juga mendapatkan kuota 21 UKW dari Dewan Pers.
Ketua PWI Sulawesi Tenggara Sarjono menjelaskan, saat ini seluruh anggota PWI Sulawesi Tenggara sudah mengikuti uji kompetensi, untuk tingkat muda merupakan calon anggota yang memilih PWI sebagai wadah organisasi.
"Menurut catatan kami, semua anggota PWI memang sudah ikut uji kompetensi, bahwa hari ini yang masih muda berarti ada satu kepercayaan mereka yang dulunya berafiliasi dengan organisasi kewartawanan lain kini bergabung dengan PWI," kata Sarjono.
Uji kompetensi ini menurut Ketua PWI Sultra memiliki banyak manfaat salah satunya, sejumlah pemerintah daerah sudah mensyaratkan sertifikat uji kompetensi bagi media yang hendak bermitra dengan mereka.
Dia juga meminta para peserta yang sudah mengikuti uji kompetensi untuk tetap rendah hati setelah dinyatakan berkompeten oleh penguji nantinya. Sebab menjaga integritas merupakan tugas yang tidak mudah.
"Jadikan ini cambuk untuk berbeda dengan yang lain tapi tidak sombong, tidak angkuh, karena dengan memegang kartu kompetensi memudahkan dikontrol artinya semakin kompeten semakin tunduk, ilmu padi," ungkapnya.
Uji Kompetensi Wartawan kali ini diikuti 3 tingkatan yang terdiri dari 1 kelas utama, 2 kelas madyadan 3 kelas muda.(Red)
BAUBAU,GAGASSULTRA.COM-Asisten III Setda Kota Baubau La Ode Darussalam, menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tingkat kota Baubau tahun 2024. Kegiatan ini digelar di Halaman Kantor Wali Kota Baubau, senin (20/05/2024).
Pada kesempatan tersebut, La Ode Darussalam yang mewakili Wali Kota Baubau, Rasman Manafi membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informasi, (Menkominfo), Budi Arie Setiadi.
Melalui sambutannya, Menkominfo menyampaikan beberapa point yang menjadi catatan sejarah paling penting dalam perjalanan sejarah bangsa sejak era kebangkitan nasional yang dicetuskan Boedi Uomo. Kata Menkominfo, Hari-hari ini bangsa dihadapkan pada suatu realitas yang terpampang terang, yakni, kemajuan teknologi yang melesat cepat.
“Kita sudah memilih bukan hanya ikut-serta, tetapi lebih daripada itu, menjadi pemain penting agar dapat menggapai dunia. Hari-hari ini hingga dua dekade ke depan merupakan momen krusial yang akan sangat menentukan langkah kita dalam mewujudkan itu semua,” kata Budi Arie Setiadi.
Menurutnya, refleksi atas pilihan tersebut bisa dirujuk dengan “berkunjung kembali” kepada gagasan awal menjadikan dan membentuk Indonesia. “Bagaimana sejarah telah membentuk kebangsaan kita. Sejarah diperlukan bukan karena sensasi politiknya. Juga bukan sebagai sumber keteladanan nilai semata-mata. Tetapi pada percakapan terus menerus tentang kemajuan, kemanusiaan dan kesejahteraan. Keteladanan tidak harus diikatkan pada masa lalu. Namun dapat dikaitkan dengan masa depan, yaitu pada ide-ide yang membuka ruang imajinasi peradaban. Lebih dari seabad lalu, tepatnya pada 20 Mei 1908, lahir organisasi Boedi Oetomo, yang di masa itu telah menumbuhkan bibit bagi cita-cita mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Hari berdirinya Boedi Otomo inilah yang kelak menjadi simbol dari Hari Kebangkitan Nasional yang kita rayakan hari ini,” kata Budi Arie Setiadi.
Ditambahkan, Organisasi Boedi Oetomo bermula dari sejumlah dokter dan calon dokter di Batavia yang berkumpul mendirikan suatu organisasi modern. Banyak orang menaruh harapan pada organisasi ini dan menganggapnya sebagai motor penggerak gerakan kemerdekaan di tanah Hindia Belanda. Bahkan Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis Belanda, menyatakan: “Sesuatu yang ajaib sedang terjadi, Insulinde molek yang sedang tidur, sudah terbangun”.
Boedi Oetomo menjadi awal mula tempat orang belajar dan berdebat tentang banyak hal, seperti pentingnya pendidikan barat bagi rakyat Hindia Belanda serta penyebaran pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang priayi atau bukan. Dari sana timbul pula pemikiran tentang pentingnya memperluas keanggotaan yang mencakup seluruh rakyat Hindia Belanda.
Apa yang telah dirintis Boedi Otomo dilanjutkan oleh banyak organisasi lain yang muncul belakangan. Nasionalisme Jawa khas Boedi Oetomo diperluas menjadi nasionalisme yang mencakup keseluruhan orang-orang di Hindia Belanda. Pendidikan yang hanya ditujukan pada priayi Jawa diperluas menjadi pendidikan untuk seluruh rakyat Bumiputera. Perjuangan memajukan kebudayaan Jawa diperluas menjadi perjuangan politik mengusir penjajahan Belanda. Perluasan dari cita-cita yang telah ditumbuhkan oleh Boedi Oetomo mencapai titik puncaknya pada proklamasi kemerdekaan.(Red)