Super User

Super User

KENDARI,GAGASSULTRA.COM-Forum Bersama Jurnalis Sulawesi Tenggara (Sultra) terdiri dar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sultra melakukan aksi demonstrasi di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra, senin (20/05/2024).

Tiga oraganisasi wartawan di Sultra ini turun ke jalan sebagai bentuk penolakan terhadap sejumlah pasal yang mengancam kebebasan pers dan menghalangi tugas jurnalistik yang diselundupkan dalam revisi UU Penyiaran.

Usai berorasi di halaman Kantor DPRD Sultra yang dilakukan secara bergantian oleh Ketua PWI Sultra, Sarjono, Ketua AJI Kendari, Nursadah dan Ketua IJTI Sultra, Saharuddin, selanjutnya massa diterima oleh anggota DPRD Sultra, Sahrul Said dan Gunaryo.

Sejumlah pasal yang menjadi sorotan adalah Pasal 50 B ayat 2 huruf c yang melarang penayangan eksklusif karya jurnalistik investigasi. Karya jurnalisme investigasi merupakan harkat tertinggi seorang jurnalis.

Kedua, Pasal 50 B ayat 2 huruf k, penayangan Isi Siaran dan Konten Siaran yang mengandung berita bohong, fitnah, penghinaan, dan pencemaran nama baik.

Pasal ini sangat multi tafsir terlebih yang menyangkut penghinaan dan pencemaran nama baik. Kami memandang pasal yang multitafsir dan membingungkan berpotensi menjadi alat kekuasaan untuk membungkam dan mengkriminalisasi jurnalis/pers.

Ketiga, Pasal 8A huruf q dan Pasal 42 ayat 2 yang menyebutkan penyelesaian sengketa terkait dengan kegiatan jurnalistik Penyiaran dilakukan oleh KPI sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal ini harus dikaji ulang karena bersinggungan dengan UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers yang mengamanatkan penyelesaian sengketa jurnalistik dilakukan di Dewan Pers.

Menyikapi hal tersebut, Forum Bersama Jurnalis Sulawesi Tenggara, (PWI Sultra, AJI Kendari, IJTI Sultra) menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Menolak dan meminta agar sejumlah pasal dalam draf revisi RUU Penyiaran yang berpotensi mengancam kemerdekaan pers dicabut.

2. Meminta DPR mengkaji kembali draf revisi RUU Penyiaran dengan melibatkan semua pihak termasuk organisasi jurnalis serta public

3. Meminta kepada semua pihak untuk mengawal revisi RUU Penyiaran agar tidak menjadi alat untuk membungkam kemerdekaan pers serta kreativitas individu di berbagai platform.

Pantauan Media ini, usai diterima anggota DPRD Sultra, selanjutnya massa meninggalakna akantor DPRD Sultra. (Red)

- Ramaikan Kegiatan HUT Sultra ke-60
KENDARI,GAGASSULTRA.COM-Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Sulawesi Tenggara (Sultra) ke-60 tahun 2024 tidak semeriah tahun-tahun sebelumnnya. Rangkaian kegiatan diisi dengan kegiatan sosial anjangsana ke panti sosial dan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dengan melibatkan seluruh OPD di Sultra.

Lomba dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Sultra ke-60 pada 27 April 2024 ini dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Asrun Lio.
Pembukaan Lomba diselenggarakan dengan upacara di halaman Kantor Gubernur Sultra, Jumat, (19/4/2024).

Tim Futsal Dinas Transnaker Sultra

Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Transnaker) Sultra, salah satu OPD yang ikut meramaikan rangkaian kegiatan HUT Sultra ke-60. Diantaranya mengirkuti lomba atau pertandingan olahraga antar perangkat daerah (OPD).

Kadis Transnaker Sultra, LM Ali Haswandy mengatakan, dalam rangka kegiatan HUT Sultra tahun ini semua OPD mengikutsertakan semua lomba olahraga antar OPD. kegiatan ini digelar untuk membangun kerjasama dan kekompakan selruh OPD seperti arahan PJ Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto.

Suasana pertandingan catur antar OPD di Aula Kantor Dinas Transnaker Sultra dalam rangka HUT Sultra ke-60

"Harapannya semangat kebersamaan semua pihak smua OPD di Sultra bisa terjalin dengan baik sesuai dengan harapan bapak Pj Gubernur,"singkatnya.

Dinas Transnaker Sultra didaulat sebagai tuan rumah pelaksanaan lomba catur tingkat OPD. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Tansnaker tersebut berjalan dengan baik. Seluruh peserta dari semua OPD turut berpartisipasi mengikuti lomba yang digelar selama satu hari penuh, Jum'at (19/04/2024).

Sedangkan tim bandminton Dinas Transanker hanya mampu bertahan di semi final. Begitu juga dengan Tim Futsal, meski tidak mampu melaju di babak kedua namun secara keseluruhan pastisipasi semua ASN Dinas Transnaker menunjukan kekompakan dengan baik.

Tim Futsal Dinas Transnaker Sultra saat bertanding melawan salah satu OPD di lapangan Futsal Halaman Kantor Gubernur Sultra

Sebelumnya, Asrun Lio berpesan agar seluruh peserta selalu menjunjung sportivitas dalam pertandingan.

Ia juga berharap olahraga seperti futsal dapat menjadi cabang olahraga (Cabor) andalan Sultra yang dapat berpartisipasi pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) maupun pekan olahraga lainnya yang bertaraf nasional dan internasional.

Adapun rangkaian kegiatan dalam perayaan HUT ke-60 Sultra diawali dengan upacara.

Lalu, dilanjutkan dengan lomba pesta kuliner Sultra, malam ramah tamah, dan Festival Halo Sultra.(Lipsus)

 

KENDARI, GAGASSULTRA.COM- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Konawe Selatan (Konsel) menggandeng PWI Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam pelaksanaan orientasi wartawan di salah satu hotel di Kendari. Sabtu (11/5/2024). Kegiatan dengan tema 'Etika Jurnalistik dan Tanggungjawab Media Massa', dibuka langsung Ketua PWI Sultra, Sarjono.

Ketua PWI Konsel, Herman pada kesempatan tersebut mengatakan,, tingginya minat wartawan di Konsel yang ingin bergabung dalam Organisasi jualah sehingga PWI Konsel menggelar kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) Perdana di Tahun 2024.

"Kegiatan Orientasi ini digelar sebagai respon terhadap tingginya minat wartawan untuk bergabung sebagai anggota PWI, olehnya ada 30 orang menjadi peserta,”ungkapnya..

Sekretaris SIWO PWI Sultra ini menyampaikan, sebagai buah kolaborasi antara PWI Konsel dan PWI Sultra, kegiatan Orientasi Angkatan pertama Tahun 2024 ini, diikuti sebanyak 30 peserta dari Konsel.

Sementara itu, Ketua PWI Sultra, Sarjono sangat mengapresiasi PWI Konsel dalam menginisiasi pelaksanaan Orientasi ini, juga kepada peserta yang telah memantapkan diri memilih PWI sebagai wadah organisasinya.

Sarjono berpesan kepada para calon anggota jika sudah resmi mendapatkan kartu anggota, untuk menjaga marwah dan nama baik PWI, bahkan ia juga mengajak para peserta untuk bersama-sama memajukan organisasi dan memberikan kontribusi nyata, sekecil apapun demi kemajuan organisasi.

"Mari kita jaga nama baik organisasi, jangan sampai kita sebagai anggota malah menodai organisasi dengan prilaku-prilaku tidak terpuji di luar kode etik jurnalis," pesan Kopral Jono sapaan akrabnya.

Dalam orientasi ini, peserta mendapatkan penguatan materi terkait keorganisasian yang dipaparkan Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Sultra, H.Atto Raidi.

Disamping itu, selain materi keorganisasian, peserta juga dibekali dengan materi-materi menarik lainnya mulai dari mengenal Rambu-rambu Pers, advokasi, serta Kode Etik Jurnalistik.(Rin

KENDARI,GAGASSULTRA.COM-Pengurus Cabang Keluarga Besar Alumni Universitas Gajah Mada (KAGAMA) Kota Kendari menggelar diskusi kebangsaan di salah satu restocafe di Kota Kendari, Rabu (09/05/2024). Diskusi dengan tema ‘Membumikan Spritualitas Pancasila’ yang menghadirkan narasumber Direktur Pengkajian Kebijakan Pembinaan Ideologi Pancasila BPIP RI, sekaligus juga Guru Besar Universitas Islam Negeri Makassar Prof. Dr. Moh. Sabri, M. Ag. 

Pada kesempatan tersebut, Prof. Sabri mengingatkan peran dan fungsi akademisi di kampus sebagai garda terdepan dalam menjaga etika demokrasi. Apalagi, partisipasi publik di ruang-ruang demokrasi di Indonesia demikian tinggi lebih 70%, baik dalam Pemilu maupun Pilkada, tetapi sayangnya tidak diiringi dengan dasar arena berdemokrasi. 

“Sebelumnya suara kampus sebagai penjaga marwah kenabian, sumber kenaran, (Moral Force), Tiba-tiba sekarang suara kampus menjadi bising dan dianggap noise saja, bukan voice. Ketika suara guru besar dicurigai sebagai suara yang memihak kepada kepentingan politik praktis, kita menjadi tersentak. Ini adalah early warning system saat suara-suara moral, intelektual, kultural dan juga suara kenabian para guru besar terabaikan maka itu berarti demokrasi kita mengalami keterceceran makna, sebuah kekeroposan etika moral yang semestinya dijunjung tinggi.” paparnya.

Untuk itu, Prof. Sabri menantang perguruan tinggi untuk menginterupsi praktek partisipasi publik di ruang-ruang demokrasi yang lebih banyak didorong oleh moral moral individu dan isu-isu yang sangat dangkal. “Akademisi kampus terutama pusat-pusat studi atau kajian Pancasila punya kontribusi besar dalam mengawal praktek demokrasi yang berbasis pada moral publik, dimana Pancasila menjadi spirit etik-spritus.” kata Prof Sabri yang juga Guru Besar UIN Alaudin Makasar ini. 

Ketua Pengcab Kagama Kota Kendari Dr. Darmin Tuwu, MA., menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sangat dalam kepada Prof. Sabri sebagai narasumber tunggal dan peserta diskusi. 

“pencerahan yang diberikan Prof. Sabri bisa ditangkap dalam konteks keilmuan masing-masing, sebab yang hadir disini adalah para akademisi dan pegiat masyarakat dengan latar belakang keilmuan berbeda-beda, namun berterima dengan spirit etika Pancasila. Giat-giat semacam ini akan terus dikuatkan oleh pengurus, ini semacam membesarkan spirit akademik dalam mengkaji realitas sosial berbasis spiritulitas Islam.”ungkapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UHO, Prof.Dr. Eka Suaib, MSi yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, pihaknya mendukung secara penuh giat-giat akademisi sebagaimana yang diinisiasi Pengcab Kagama dalam mengaktivasi kajian-kajian Pancasila secara kontekstual.

 “Kita tidak menginginkan perilaku kebangsaan dan praktik demokrasi yang nir-etika. Oleh sebab itu, lahirnya pusat studi atau kajian Pancasila di kampus-kampus semakin menemukan momentumnya dalam konteks kebangsaan sekarang ini,” ungkapnya.

Untuk diketahui, diskusi kebangsaan yang digelar Pengcab Kagama kota Kendari ini merupakan kegiatan rutin yang telah berlangsung beberapa kali dengan narasumber-narasumber handal, baik dalam maupun luar Sulawesi Tenggara. Beberapa narasumber luar yang pernah diundang diantaranya adalah Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa-Putra, M.A., M. Phil. (Guru Besar Universitas Gajah Mada), disamping narasumber-narasumber lokal dengan bidang kepakaran masing-masing.

Kegiatan ini diikuti dengan penuh antusias oleh jajaran Pengurus Cabang Kagama Kota Kendari, pada dosen dan mahasiswa Pascasarjana. Turut hadir pula Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Prof. Dr. Eka Suaib, M. Si., Kepala Pusat Studi Pancasila IAIN Kendari, Dr. Muh. Ikhsan, M. Ag. dan Kepala Pusat Studi Pancasila Universitas Haluoleo, Dr. Muh. Sabaruddin Sinapoy, SH., M.Hum dan jajaran pengurus lainnya. (Rin)

 

 

 

WAKATOBI, GAGASSULTRA.COM - Kunjungan bakal calon Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir. Hugua ke Wakatobi baru-baru ini diwarnai suasana haru dari para pedagang pasar di Pulau Wangi-Wangi. Ada kerinduan dari masyarakat terhadap sejumlah predikat yang disandang Wakatobi di masa Hugua menjadi Bupati. 

Hampir satu dekade terakhir Wakatobi nyaris tenggelam dari pentas pariwisata nasional. Wakatobi yang dulu dikenal sebagai daerah wisata berkelas dunia, bahkan menyandang predikat 10 Top Destinasi Pariwisata Nasional, kini relatif lesu karena kunjungan wisatawan menurun drastis. Wakatobi yang dulu pasarnya sangat ramai dan hampir setiap rumah berjualan makanan tradisional, kini sudah sangat langka. 

Wakatobi yang dulu dibanjiri event wisata dari berbagai belahan dunia kini hanya tinggal sesekali. Belakangan Wakatobi malah kehilangan jadwal rutin transportasi udaranya sebagai jalur utama transportasi wisatawan. 

Pedagang pasar sentral Wakatobi, Wa Dere mengungkapkan setelah Hugua tak lagi menjabat, daya beli masyarakat menurun. Terjadi kelesuan ekonomi yang luar biasa hampir 10 tahun belakangan ini. Para pedagang, petani, nelayan mengeluh karena pendapatan menurun drastis. Sebab oleh bupati paska Hugua, visi yang berorientasi global tak berjalan. Akibatnya, Wakatobi terancam kembali di masa terbelakang. 

"Dulu di zaman Pak Hugua penghasilan kami per bulan bisa mencapai Rp 50 juta. Sekarang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, satu hari palingan kita laku 10-20 liter,” keluh Wa Dere, Senin (06/05/2024), saat diwawancarai. 

“Hugua pergi sepertinya juga membawa rezeki kampung ini, makanya Hugua mestinya kau kembali lagi jadi bupati,” tambah Wa Dere dengan polosnya karena tidak paham bahwa Hugua tidak mungkin tiga periode jadi bupati dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. 

Hal yang sama diungkapkan pedagang beras di Pasar Pagi Wanci, Wa Ode Mulida. Untungnya, kata dia, anak-anaknya kini semua sudah lulus sekolah. 

“Kalau anak saya baru mau kuliah dengan kondisi sekarang ini, saya tidak mampu mungkin,” ucapnya. 

Begitu pula yang dialami La Juma, pedagang bumbu dapur. Kata dia, saat ini keuntungan hasil jualannya hanya dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya, karena pasar pagi sudah tidak lagi ramai seperti dulu. 

Tak jauh berbeda dengan rumput laut, yang menjadi salah satu sektor penopang ekonomi masyarakat Wakatobi khususnya di Pulau Wangi-Wangi. Sejak 2018 silam, memang produksi rumput laut menurun. 

“Dari tahun 2018 lalu rumput laut di sini mulai rusak. Dulu yang buat rame pasar itu kebanyakan petani rumput laut. Kalau sekarang sudah rusak ini, kita mau apa,” keluh Kari salah seorang petani rumput laut, Desa Liya Bahari Indah Kecamatan Wangi-Wangi Selatan. 

Kini Hugua mencalonkan diri sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara periode 2024-2029. Visinya tidak banyak berubah, yaitu peningkatan ekonomi dengan menggerakkan sektor pertanian, perikanan dan pariwisata yang potensinya sangat besar dimiliki Sulawesi Tenggara, dia meyakini masih tetap akan berdampak multi dimensi bagi masyarakat. (Red)

KENDARI, GAGASSULTRA.COM-Bakal calon Gubernur Sultra, Ir. Hugua mengatakan pemerintah daerah khususnya Gubernur Sultra ke 

depan harus memfokuskan APBD kepada pengembangan sektor pertanian, perikanan dan pariwisata dalam percepatan pertumbuhan ekonomi. 

Hugua menilai dalam membangun Sultra ada dua komponen penting, pertama, data atau fakta akademis Sultra. Kedua, ide atau fantasi (harapan rakyat) yang harus diterjemahkan oleh pemimpinnya untuk Sultra yang lebih baik. 

'Ya, dua komponen tersebut harus menyatu dalam sistem kepemimpinan Sultra ke depan," katanya, saat diwawancarai oleh Wartawan, Rabu (08/05/2024). 

Hugua menyebut berdasarkan fakta/data statistik tahun 2023, Sultra mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 5,35 persen, melampaui pertumbuhan nasional 5,03 persen. Selanjutnya, sektor pertanian masih menjadi penyumbang terbesar bagi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sultra dengan 23,02 persen disusul sektor perdagangan 21,7 persen, pertambangan 21,4 persen dan sektor konstruksi 12,62 persen. 

Namun menurut Hugua, inflasi Sultra masih relatif tinggi karena daya beli masyarakat cenderung menurun walaupun belanja rumah tangga masih baik yaitu 46,8 persen. Fakta lain yang cukup berpengaruh pada capaian PDRB Sultra adalah konstraksi sektor ekspor barang dan jasa sebesar 16,32 persen. 

"Hal ini menjadi batu ujian bagi Gubernur Sultra nantinya untuk mempercepat peningkatan pendapatan daerah," ungkapnya. 

Fakta selanjutnya menurut Hugua, posisi geografis dan geopolitik Sultra yang membentang sepanjang Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI 3) sebagai alur pelayaran kapal-kapal international yang secara ekonomis sangat staretegis. 

“ALKI 3 berfungsi sebagai jalur penghubung utama antara pusat pertumbuhan ekonomi global di Benua Asia (Cina, Jepang, India dan Korea Selatan) dengan negara-negara yang ada di Lautan Pasifik, benua Australia dan Benua Amerika," terangnya. 

Lebih lanjut, Hugua mengatakan Sultra juga menjadi bandul transportasi dari Kawasan Barat Indonesia ke Kawasan Timur Indonesia melalui Pelabuhan Baubau dan semua kapal harus lewat Selat Wanci-Kamaru untuk selanjutnya berlayar ke kawasan Timur Indonesia lainnya. 

“Jadi Sultra itu sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi Indonesia bahkan dunia,” tegasnya. 

Fakta dan ide tersebut menurut Hugua, adalah mutlak dan harus menjadi pedoman dasar dalam rumusan visi-misi bagi calon pemimpin Sultra ke depan baik gubernur maupun bupati dan walikota lewat Pilkada serentak nanti. 

Hugua menekankan daya beli masyarakat merupakan faktor penting yang mendorong pertumbuhan sektor konsumsi, yang saat ini menyumbang 46 persen dari PDRB Sulawesi Tenggara. 

"Untuk itu APBD harus diarahkan pada dukungan sektor pertanian, perikanan dan sektor dominan lainnya di atas dan produk atau komoditi tersebut harus berorientasi ekspor sesuai dengan posisi geografis dan geopolitik Sultra" jelasnya. 

Dengan demikian lanjut Hugua, maka jalan penghubung dari desa ke kota dan jalan poros antar kabupaten harus diperbaiki, selanjutnya mengembangkan dua pelabuhan besar di Sultra, yaitu pelabuhan di Lameruru Konut harus dikembangkan menjadi pelabuhan ekspor-impor untuk melayani kegiatan produk dan komoditas di daratan Sultra dan Pelabuhan Nambo di Lasalimu atau Pasar Wajo untuk melayani Pulau Muna dan Buton. Tentu jembatan penghubung Pulau Muna-Buton di Baruta Buton Tengah mutlak dibangun guna memantapkan ide tersebut. 

"Di samping potensi tersebut, sektor pariwisata adalah sektor yang luar biasa melebihi kedahsyatan Bali, namun potensi ini masih tidur, menurut saya tujuh keajaiban kawasan pariwisata Sultra akan mendongkrak seluruh sektor lainnya," katanya. 

"Jika pembangunan berdasarkan pada fakta dan ide atau fantasi di atas serta sektor pariwisata dapat dilaksanakan dengan baik, maka masyarakat Sultra akan sejahtera dan nama sultra akan terangkat ke pentas dunia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia dan dunia," tutupnya. (Red)

BUTUR, GAGASSULTRA.COM- Gabungan kelompok tani di Kabupaten Buton Utara (Butur) membentuk serikat tani dalam rangka mendukung dan memenangkan Hugua sebagai Calon Gubernur Sultra 2024. 

"Bagi kami, serikat ini untuk mengenalkan Pak Hugua ke masyarakat pada Pilgub Sultra 2024," kata Koordinator Serikat Tani Buton Utara untuk Hugua, La Ode Marlin, Minggu (05/05/2024). 

Marlin mengatakan aspirasi di desa-desa, khususnya Buton Utara sangat menginginkan Hugua menjadi Gubernur Sultra 2024 dan mereka siap  bergerak membantu memperkuat dukungan suara masyarakat untuk Hugua nantinya. 

"Dukungan ini dilakukan oleh masyarakat bawah atau akar rumput karena sosok Pak Hugua yang dekat dengan para petani, jasa beliau untuk kami sangat besar," ungkapnya. 

Marlin menceritakan bahwa Hugua sudah membantu para petani di Buton Utara dan sejak tahun 1990 sampai sekarang melalui LSM Sintesa dan Yayasan Bina Insani. 

"Melalui LSM nya beliau membangun koperasi simpan-pinjam untuk petani, nelayan dan ibu-ibu rumah tangga, selanjutnya beliau juga membangun sarana air bersih dan sanitasi desa, yang paling populer hingga sekarang adalah program pembinaan petani terhadap budidaya tanaman  nilam dan teknik penyulingan minyak nilam, sekaligus disediakan pemasarannya" ungkapnya. 

Pada program tersebut, lanjut Marlin, melalui Yayasan Sintesa kelompok tani dibantu bibit nilam dan juga pembangunan banyak ketel penyulingan dan juga memfasilitasi pemasaran minyak nilam hasil produksi  petani. Program-program tersebut sangat bermanfaat pada pengembangan ekonomi masyarakat setempat dan masih bergulir hingga sekarang. 

“Program-program tersebut didukung oleh lembaga donor dari Jerman,” kata Marlin. 

Ia mengatakan Hugua merupakan sosok pemimpin yang cocok untuk masyarakat Sultra dan selama ini sudah membuktikan kepeduliannya melalui program-program sosialnya dan juga Hugua mampu berkiprah mengkonsolidasikan dana-dana hibah kemanusiaan dari luar negeri dan terbukti telah ia dedikasikan ke seluruh kabupaten/kota se Sultra. 

"Pak Hugua sudah membuktikan kinerjanya bahkan jauh sebelum Pilkada, yang dia berikan bukan lagi janji tapi bukti nyata kepada kami, beliau sosok gubernur yang ideal," tegasnya. 

Marlin mengatakan Serikat Tani Buton Utara ini kan bergerak mensosialisasikan Hugua ke masyarakat di desa-desa. 

"Kami akan bergerak dari desa ke desa, menyampaikan kepada masyarakat agar mendukung Pak Hugua sebagai Gubernur Sultra," tandasnya. (Lnt)

BAUBAU,GAGASULTRA.COM- Mengusung kader sendiri pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 27 November 2024 menjadi komitmen sebagian besar partai politik, tidak terkeculi Partai Kebangkitan Nusantara (PKN). 

Wakil Ketua Pimda PKN Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Gunardih Eshaya mengatakan, komunikasi politik terus dibangun dalam menatap Pilkada Serentak 2024. Untuk Provinsi Sultra, khususnya pada empat wilayah di kepulauan, yaitu Kota Baubau, Kabupaten Buton, Kabupaten Buton Selatan dan Kabupaten Buton Tengah, PKN mantap mengusung kader sendiri. Hal itu sesuai dengan arahan Ketua Pimda PKN Sultra, Umar Samiun.

“Alhamdulillah untuk Kota Baubau, Kabupaten Buton, Buton Tengah dan Buton Selatan, sudah ada kesiapan dari kader. Yang pastinya mendapat restu dari ketua Pimda, pak Umar Samiun,” beber Gunardih Eshaya, Jumat (3/5/2024).

Gunardih Eshaya yang juga ketua Serikat Media Syber Indonesia (SMSI) Kota Baubau merinci, untuk Pilwali Baubau dan Pilbup Buton, ada dua srikandi terbaik yang sudah di persiapkan. Yulia Umar Samiun selaku ketua Umum Pertiwi Nusantara akan maju di Pilwali Baubau dan Saraswati Samiun di Pilkada Buton dengan kapasitasnya selaku ketua Pimpinan Cabang (Pimcab) PKN Buton.

Demikian halnya di Kabupaten Buton Selatan. Ketua Pimcab PKN Buton Selatan, La Siombo telah menyatakan kesiapannya maju mendampingi La Ode Mutanafas. Sedangkan di Kabupaten Buton Tengah, ada Muh Ridwan yang siap dan telah turun langsung kemasyarakat guna melakukan sosialisasi.

Berkait kendaraan politik yang akan digunakan mengingat pencapaian kursi PKN pada empat wilayah yang dimaksud tidak mencukupi, Gunardih Eshaya menegaskan akan ada kejutan.

“Kalau soal pintu, tunggu saja tanggal mainnya. Insya Allah semua lolos. Jelasnya akan ada kejutan. Semuanya tidak terlepas dari peran serta pak Umar Samiun selaku King Maker. Jelasnya kita terus membangun komunikasi politik dalam menatap Pilkada 2024,” tutupnya. (Redaksi)

- Peringatan Hari Buruh Internasional
KENDARI,GAGASSULTRA.COM-Peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday) tanggal 01 Mei 2024 di Kendari, Sulawesi Tenggara diwarnai aksi sejumlah kelompok pekerja. Diantaranya, Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) dan Serikat Buruh Kendari Bersatu (SBKB), rabu (01/05/2024).

Kedua akelompok pekerja tersebut mendatangi Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Transnaker) Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk menyampaikan aspirasinya. Kehadiran kedua kelompok ini diterima langsung Kadis Tarsnaker Sultra, LM Ali Haswandy,SE, MSi di Aula Kantor Nakertrans Sultra.

Dua kelompok aksi datang dari Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) dengan tuntutan terkait adanya karyawan di PT Tirta Kencana Warna yang belum menerima gaji dan THR mereka. Sementara dari aksi lain dari Serikat Buruh Kendari Bersatu (SBKB) yang menyuarakan terkait nasib pekerja yang sudah bekerja lebih dari enam tahun, namun statusnya tidak jelas hingga saat ini.

Serikat Buruh Kendari Bersatu (SBKB) saat diterima di Aula Transnaker Sultra

"Mohon kepada Dinas Tenaga Kerja Sultra untuk memediasi teman-teman pekerja yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan Bungkutoko Kendari yang sudah lama bekerja, tetapi hak-hak mereka tidak jelas," ujar Ilham, salah satu koordinator aksi.

Kadis Tarnsnaker Sultra, LM Ali Haswandy saat menerima aspurasi peserta kasi mengatakan, peringatan May Day tahun ini lebih pada kegiatan kemanusiaan, walaupun ada juga dari beberapa kelompok pekerja yang datang berorasi dan menyampaikan aspirasinya terkait hak-hak normatif sebagai pekerja, dan itu sah-sah saja.

"Menyampaikan aspirasi, baik itu dalam bentuk orasi maupun dalam bentuk dialog sangat wajar, apalagi hari ini merupakan harinya teman-teman pekerja/buruh untuk menyampaikan keluh kesah," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, Hari Buruh menjadi momentum untuk membangun kebersamaan bersama. Banyak masukan yang bermanfaat untuk membangun serikat pekerja, pekerja dan buruh untuk menyampaikan harapan. Karena tujuan dari aturan dan undang-undang adalah untuk kesejahteraan tenaga kerja.

"Jadi ini momentum curhatnya para pekerja,"ungkapnya.

Sedangkan terkait aspirasi yang yang disampaikan kelompok pekerja kata Ali Haswandi, pihaknya akan mengkordinasikan dengan instansi terkait. Termasuk mencraikan solusi dari masalah yang disampiakan oleh serikat pekerja.

"Jadi semua aspirasi yang disampiakan akan kita kordinasikan dengan instasi terkait yang menangani. Termasuk akan mengundang perwakilan serikat pekerja untuk duduk bersama dengan pihak lain sehingga bisa ditindak lanjuti apa yang menjadi keluhan pekerja,"tutupnya dan disambut ansisas dari serikat pekerja.

Sementara itu, Dinas Nakertrans Sultra melalui Kabid Pengawasan Ketenagakerjaan, Asnia Nidi merespons dan berjanji untuk memediasi keluhan yang di sampaikan para pekerja yang tergabung dalam buruh pelabuhan tersebut.

"Kita akan buat agenda rapat bersama dengan perwakilan buruh dan instansi terkait sehingga ada solusi yang dihasilkan bersama,"singkatnya. (Rin)

- Sumbang 33 Kantung Darah
KENDARI,GAGASSULTRA.COM-Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Transnaker), Provinsi Sulawesi tenggara (Sultra) dan buruh menggelar kegiatan donor darah. Kegiatan ini berhasil menyumbang 33 kantung darah kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Sultra.

Kepala Dinas Transnaker Sultra, LM Ali Haswandy, SE, MSi kepada media ini saat ditemui di Kantornya, rabu (01/05/2024), mengatakan, kegaiatan donor darah ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday) tahun 2024.

Dikatakan, aksi donor darah ini sebagai bentuk kepedulian sesama, dimana dari beberapa yang melakukan donor itu ada buruh/pekerja, dari aparat kepolisian, anggota Tripartit, insan media, serta teman-teman dari lingkup Dinas Nakertrans Sultra," kata Kadis Nakertran Sultra LM Ali Aswandy.

Suasana aksi donor darah di kantor Transnaker Sultra

Menurut Ali Aswandy, sebenarnya cukup banyak yang mendaftarkan diri untuk melakukan donor, namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kendari, hanya sekitar 33 orang yang dinyatakan bisa mendonorkan darahnya.

"Terima kasih buat teman-teman yang sudah ikut berdonor dalam rangka Hari Buruh Internasional tahun 2024, semoga di tahun-tahun berikutnya akan lebih banyak lagi," ujarnya.

Untuk itu, pihaknya berharap dengan tambahan stok darah hari ini dapat memberi manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan dan menambah stok darah di PMI.

Selain donor darah kata Ali Haswandy, ada beberapa kegiatan yang digelar diantaranya dialog interktif di salah satu satsiun radio di Kendari, Kegiatan Futsal liga pekerja yang dilaksanakan di Kabupaten Konawe.

"Terakhir menerima keluh kesah pekerja atau buruh yang melakukan aksi beberapa aliansi pekerja yang diterima di aula dinas,"tutupnya.

Sementara itu, salah satu petugas PMI Sultra yang enggan disebutkan namanya mengatakan, bantuan donor darah yang digelar Dinas Tarnsnaker Sultra tentunya akan menambah stok darah di PMI.

"Total sumbangan darah yang ada sebanyak 30 kantung. Kami berterimakasih kepada panitia yang sudah menyeleanggarakan kegiatan ini,"singkatnya.

Pantaun Media Ini kegiatan donor darah di Kantor Dinas Transnaker Sultra diikuti pegawai, pekerja dan masyarakat yang hadir. (Rin)

Pencarian