- Soroti Isu-isu Strategis Penguatan Lembaga Bapemperda
BERAU,GAGASSULTRA.COM-Wakil Ketua Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, Fajar Ishak Daeng Jaya didaulat menjadi salah satu Panelis Talk Show pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bapemperda DPRD se-Indonesia Tahun 2024 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri di Berau, Kalimatan Timur.
Rakornas Bapemperda DPRD se-Indonesia Tahun 2024 ini dibuka oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri sekaligus Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik. Acara ini berlangsung dari 22-24 Juli 2024 di SM Tower & Convention Center, Berau.
Akmal Malik pada kesempatn tersebut mengingatkan para penyusun Peraturan Daerah, termasuk Biro Hukum dan Bagian Hukum, untuk menghindari “keracunan regulasi” yang dapat memperlambat proses penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Ia menjelaskan bahwa dasar hukum penetapan kebijakan di daerah masih mengacu pada regulasi lama, yang membuat daerah lambat bergerak.
“Pemerintah pusat sudah cepat melaksanakan regulasi, sedangkan daerah masih kurang inovatif dan selalu terjebak dalam pola pikir lama. Akhirnya, pengambilan keputusan selalu lambat, padahal dunia sudah berubah,” pungkasnya.
Fajar Ishak Daeng Jaya saat menghadiri rakornas Bapemperda DPRD di Berau Kalimantan Timur
Sementara itu, Wakil Ketua Bapemperda DPRD Provinsi Sultra Fajar Ishak Daeng Jaya dalam paparannya menyoroti isu-isu strategis yang perlu ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat diantaranya terkait penguatan kelembagaan Bapemperda yang harus terus diperjuangkan,dan bilamana perlu dilakukan yudisial review berapa pasal dalam Undang Undang Nomor 13 Tahun 2022 tentang Pembentukan peraturan perundang undangan khususnya pasal 58 ayat (1) agar pengharmonisasian, pembulatan dan pemantapan konsepsi atas rancangan Perda dikembalikan pada Bapemperda DPRD.
Fajar Ishak juga menyoroti soal Rencana Tata Ruang Wilayah beberapa Provinsi dan Kabupaten/Kota yang sampai saat ini masih terkendala akibat benturan regulasi untuk segera diselesaikan oleh pemerintah pusat.
“ Sebagai contoh, proses pembentukan Perda RTRW Provinsi Sultra 2024 - 2044 sampai saat ini masih mengalami kebuntuan akibat permasalahan batas wilayah dengan provinsi Sulsel yang belum selesai. Status kepemilikan Pulau Kawia kawia yang menjadi penyebab utama kebuntuan tersebut harus segera diselesaikan oleh pemerintah pusat” ujar Fajar dihadapkan peserta Rakormas.
Selain itu, Fajar Ishak jjuga menyinggung tidak adanya dana pensiun bagi anggota DPRD. Oleh itu dia merekomendasikan agar dilakukan revisi Undang undang tentang Pemerintahan Daerah yang di dalamnya memasukan norma terkait hak pensiun bagi anggota DPRD.
“ Selama ini yang punya dana pensiun hanya anggota DPR RI, harusnya anggota DPRD juga memperoleh dana pensiun agar adil,” pintanya mantan Ketua PWI Baubau ini.
Rakornas Bapemperda se Indonesia dihadiri oleh Pimpinan Bapemperda DPRD Provinsi dan kabupaten / kota se-Indonesia, Sekretaris DPRD Provinsi dan kabupaten / kota se Indonesia, Biro Hukun provinsi se Indonesia, Bagian Hukum kabupaten / kota se Indonesia, Ketua Forum Bapemperda DPRD se-Indonesia, Direktur Binda II Penataan Ruang Kementerian ATR/BPN, Direktur Hukum dan Regulasi Kementerian PPN/Bappenas, Direktur Pendapatan Daerah Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Asisten Deputi Tata Kelola Pemerintahan Kemendagri, Plh Direktur Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah Kemendagri, Deputi Pengawasan dan Pemeriksa BPJS Ketenagakerjaan, Wakil Dekan I FH Universitas Muhammadiyah Tangerang sebagai narasumber, dan perwakilan Kesultanan di Berau.(Red)
KENDARI,GAGASSULTRA.COM-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Tenggara (Sultra) meluncurkan program bantuan peralatan bagi usaha kecil dan menengah (UKM) di wilayahnya.
Program ini bertujuan untuk mendukung pengembangan usaha mereka melalui penyediaan peralatan yang sesuai dengan kebutuhan spesifik masing-masing usaha, termasuk peralatan bengkel dan mesin pengolahan pangan.
Program bantuan peralatan ini dirancang untuk membantu pelaku UKM meningkatkan produktivitas dan kualitas produk mereka. Disperindag Sultra memahami bahwa peralatan yang memadai adalah kunci untuk meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing produk di pasar.
"Bantuan peralatan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung pelaku UKM di Sultra. Dengan peralatan yang tepat, mereka dapat meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk, sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas," ujar Kabag IKM Disperindag Sultra, Muhammad Yasser Tuwu, SE. M.Sc saat ditemui dirung kerjanya,senin (22/07/2024).
Bantuan peralatan perbengkelan kepada warga binaan Dinas Perindag Sultra
Bagi usaha bengkel, Disperindag Sultra menyediakan berbagai peralatan seperti kompresor, kunci-kunci, dan alat-alat bengkel lainnya. Peralatan ini diharapkan dapat membantu mekanik meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan mereka.
"Kami menyediakan peralatan bengkel yang lengkap dan modern untuk membantu mekanik memberikan layanan yang lebih baik dan mempercepat proses kerja. Ini diharapkan dapat menarik lebih banyak pelanggan dan meningkatkan pendapatan mereka," jelasnya.
Disperindag Sultra juga memberikan bantuan mesin pengolahan pangan untuk mendukung diversifikasi produk olahan makanan. Mesin-mesin ini termasuk alat-alat untuk membuat minyak kelapa, tepung kelapa, serta produk olahan lainnya. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk pangan lokal.
Bantuan peralatan mesin untuk peningkatan produk IKM kepada warga dari Dinas Perindag Provinsi Sultra
"Mesin pengolahan pangan yang kami berikan akan membantu pelaku UKM dalam mengolah bahan baku menjadi produk yang bernilai jual tinggi. Dengan mesin yang efisien, mereka bisa meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produknya," tambahnya.
Selain itu, bantuan peralatan juga diberikan untuk pengolahan coklat dan mete. Disperindag Sultra menyediakan mesin-mesin untuk membuat coklat bubuk, coklat batang, serta pengolahan kacang mete, guna membantu pelaku UKM menciptakan berbagai produk turunan yang menarik dan berkualitas.
"Bantuan mesin-mesin pengolahan coklat dan mete akan memungkinkan pelaku UKM untuk lebih kreatif dalam menciptakan produk-produk baru. Diversifikasi produk ini penting untuk meningkatkan daya saing dan pendapatan mereka," kata Muhammad Yasser.
Untuk memastikan pelaku UKM dapat memanfaatkan peralatan dengan maksimal, Disperindag Sultra juga memberikan pelatihan dan pendampingan. Pelatihan ini mencakup penggunaan peralatan, perawatan, serta teknik pengolahan yang efisien. Dengan pendampingan yang intensif, pelaku UKM diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk mereka.
Penyerahan bantuan peralatan produksi kepada pengusaha produk IKM
"Kami tidak hanya menyediakan peralatan, tetapi juga memberikan pelatihan dan pendampingan agar pelaku UKM bisa memanfaatkan bantuan ini secara optimal. Kami ingin mereka tahu cara menggunakan peralatan dengan benar dan efisien," ujarnya.
Melalui program bantuan peralatan ini, Disperindag Sultra berharap dapat mendorong diversifikasi produk dan pengembangan usaha UKM. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk lokal dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
"Tujuan kami adalah memberdayakan pelaku UKM agar mereka bisa lebih produktif dan inovatif dalam mengembangkan usahanya. Dengan bantuan peralatan ini, kami yakin mereka bisa menciptakan produk-produk yang berkualitas dan bernilai jual tinggi," tutupnya.(Red/Lipus)
BAUBAU, GAGASSULTRA..COM-Tingkatkan Sumber Daya Masyarakat (SDM) Kota Baubau, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Baubau menggelar sejumlah pelatihan keterampilan di sejumlah bidang. Tidak hanya itu Disnaker Kota Baubau juga memberikan bekal alat keterampilan kepada seluruh para peserta, untuk menunjang keterampilan yang telah diperoleh para peserta selama pelatihan.
Pj Walikota Baubau, Dr. H. Muh. Rasman Manafi., SP., M.Si dalam sambutannya, pada kegiatan penutupan akbar pelatihan berbasis kompetensi, Senin (22 /07/ 2024), mengapresiasi kinerja Disnaker Kota Baubau dalam meningkatkan mutu SDM masyarakat melalui pelatihan berbasis kompetensi untuk menghadapi persaingan dunia kerja saat ini.
Pj Walikota Baubau, Muh Rasman Manafi didampingi Kadis Tenaga Kerja, Muh Abduh saat penutupan Akbar pelatihan berbasis kompetensi
" Menurut saya Baubau dalam kondisi seperti saat ini, memang sudah harus merubah pengembangan Sumber Daya Manusianya, dimana masyarakatnya bukan hanya memiliki ijasah, namun juga harus memiliki keterampilan," ujar Muh. Rasman Manafi.
Selain itu, kata Rasman, tugas pemerintah selanjutnya yang tidak kalah penting adalah memberikan pengakuan berupa sertifikat kompeten yang telah diakui kepada masyarakat yang telah ikut pelatihan. " Karena walaupun kita jago masak atau jago dibidang lainnya, tetapi jika ingin masuk di dunia kerja yang terukur, salah satu pengakuannya memalui sertifikasi tersebut," ungkapnya.
Orang nomor satu di Kota Baubau itu berharap kepada Dinas Tenaga Kerja Kota Baubau agar ditahun selanjutnya, program pelatihan pengembangan SDM tenaga kerja Kota Baubau ditingkatkan levelnya dua kali lipat. Mengingat persaingan dan tantangan dunia kerja di Sulawesi Tenggara kedepan semakin tinggi.
" Program seperti ini kita harus tingkatkan levelnya dua kali lipat, karena persingan kita untuk di regional Sulawesi Tenggara saja, kita akan berhadapan dengan daerah yang telah memiliki Balai Latihan Kerja (BLK) dengan peralatan yang sudah siap," terangnya.
Kadis Tenaga Kerja Kota Baubau, Moh Abduh
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Baubau, Moh Abduh saat di temui awak media mengatakan, apa yang dilakukan merupakan bentuk peningkatan dan pengembangan SDM masyarakat Kota Baubau guna menghadapi tantangan dan persaingan dunia kerja yang cukup tinggi saat ini. " Tujuan kegiatan pelatihan ini untuk meningkatkan kopetensi peserta pelatihan dari yang sebelumnya tidak tau menjadi tau, awalnya tidak berkompeten menjadi kompeten, sehingga nantinya saat terjun dan tengah masyarakat, para peserta tersebut dalam kondisi siap bekerja," ujarnya.
Ia mengatakan, jika pihaknya memberikan pelatihan kompetensi di beberapa keahlian yang cukup diminati di masyarakat antara lain, menjahit dasar, menjahit lanjutan, kuliner, kecantikan dan perbengkelan. Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan kurang lebih selama tiga bulan dengan jumlah peserta sebanyak 130 orang.
" Pendaftarannya bebas untuk umum, tidak dipungut biaya dan seleksinya dilaksanakan secara terbuka," terangnya.
Selain itu, pihaknya juga melakukan kerjasama penempatan ketenaga kerjaan berupa On JoB Treaning (OJT) dengan beberapa perusahaan besar dikota Baubau yang bergerak dibidang pemasaran, perhotelan, dan kesehatan. Keguatan OJT tersebut, kata Moh Abduh, bertujuan untuk memberikan pemahaman berupa pelatihan kepada para calon pekerja dibeberapa perusahaan besar yang ada di Kota Baubau.
" Contohnya di sektor kesehatan, para pesertanya memiliki latar belakang keilmuannya dibidang keperawatan dan kebidanan dan kami tempatkan para pesertanya di RS Faga Husada sebagai Patner kami. Sementara untuk pemasaran kami tempatkan para peserta di Hypermart, Matahari. Perhotelan kami tempatkan juga para peserta, salah satunya di Hotel Zenith," bebernya.
Untuk diketahui, Pemerintah Kota Baubau, melalui Dinas Tenaga Kerja juga memberikan bantuan fasilitas sarana usaha kepada para peserta pelatihan, baik peserta pelatihan menjahit, kuliner, kecantikan dan perbengkelan.(Tio)
BUTON TENGAH, GAGASSULTRA.COM - Sorotan dugaan pelanggaran netrariltas Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ditujukan kepada Kepala Dinas (Kadis) Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) Abidin SPd MSi, yang masuk bursa bakal calon (Balon) wakil bupati pada Pilkada 2024, mendapat tanggapan berbeda dari Pj Bupati Kostantinus Bukide.
Menurutnya, sorotan tersebut hingga berbuntut adanya aksi demonstrasi beberapa hari lalu adalah salah kaprah. Sebab, Abidin tidak bisa dikenakan pasal pelanggaran netralitas ASN.
"Aksi kemarin itu ada salah kaprah sedikit. Dimana, yang disoroti itu adalah salah satu Kadis yang ingin maju Pilkada," sahut Kostan saat dikonfirmasi sejumlah media usai mengikuti sidang paripurna HUT Buteng ke-10 di kantor DPRD, Senin (22/7/2024).
Penjabat bupati yang bergelar sarjana hukum ini menilai, Kadis PPKB Abidin yang maju Pilkada tidak bisa dikenakan pasal pelanggaran netralitas ASN. Sebab, ada hak konstitusional yang bersangkutan untuk memilih dan dipilih.
"Konsekuensi yang bisa berlaku padanya adalah harus mundur dari ASN. Dan hari ini sementara diproses, pasca beliau (Abidin, red) mengajukan pengunduran dirinya sebagai ASN sejak 1 Juli 2024," jelas Kostan.
Surat Pengajuan Pengunduran Abidin dari ASN Buteng
Mantan Jenderal ASN Buteng ini menegaskan, jika kembali ke regulasi yang ada, seorang ASN yang ingin maju sebagai kepala daerah pemberhentiannya dilakukan pada saat yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai calon kepala daerah oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Sesuai tahapan yang sudah dijadwalkan KPU, penetapan calon kepala daerah itu 22 September 2024," tandasnya.
Kostan tak memungkiri adanya aturan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2014 yang menyatakan pemberhentian sebagai ASN pada saat mendaftar di KPU.
"Tapi ada aturan terbaru Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2024 tentang ASN diberhentikan paling lambat pada saat penetapan calon dari KPU," pungkasnya.(uzi)
KENDARI, GAGASSULTRA.COM - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Tenggara (Sultra) meluncurkan program unggulan untuk menumbuhkan wirausaha baru di sektor industri pada tahun 2024.
Program ini bertujuan untuk mengatasi kemiskinan ekstrem dengan memberdayakan masyarakat melalui pelatihan teknis dan kewirausahaan.
Salah satu program yang dilaksanakan adalah pelatihan teknis di daerah terpencil. Program ini dirancang untuk menjangkau daerah-daerah yang menjadi titik kemiskinan ekstrem.
Kepala Bidang (Kabid) Industri Kecil Menengah (IKM) Disperindag Sultra, Muhammad Yasser Tuwu, SE. M.Sc, mengatakan, melalui koordinasi dengan instansi teknis dan pemerintah daerah, Disperindag Sultra mengidentifikasi komoditas unggulan di setiap wilayah.
Pelatihan pengembangan kerajinan tempurung kelapa yang digelar Dinas Perindag Sultra di Kabupaten Konawe Kepulauan
Misalnya, di Kabupaten Konawe Kepulauan, fokus pelatihan akan diberikan pada pengolahan kelapa dan produk perikanan.
"Kami melakukan pelatihan berbasis komoditas unggulan di setiap daerah. Di Wawonii, kami melatih masyarakat untuk mengolah kelapa dan produk perikanan agar mereka bisa menghasilkan produk yang bernilai jual tinggi," kata Muhammad Yasser Tuwu, Kamis, 18 Juli 2024.
Dikatakan, pendekatan yang diterapkan oleh Disperindag Sultra sangat berfokus pada potensi lokal. Di Kabupaten Kolaka Timur, misalnya, masyarakat akan dilatih untuk mengembangkan produk berbasis kakao dan aren, komoditas yang memang menjadi unggulan di daerah tersebut.
"Setiap daerah memiliki potensi yang berbeda. Oleh karena itu, pelatihan kami sesuaikan dengan komoditas yang ada agar lebih efektif dan tepat sasaran," jelasnya.
Pelatihan kewirausahaan di Kabupaten Kolaka Utara
Pelatihan yang diberikan tidak hanya mencakup dasar-dasar kewirausahaan, tetapi juga teknik diversifikasi produk. Masyarakat dilatih untuk memanfaatkan komoditas lokal dengan cara yang inovatif. Contohnya, pelatihan pengolahan kelapa tidak hanya mengajarkan cara membuat minyak kelapa, tetapi juga produk turunan lainnya seperti tepung kelapa.
"Kami ingin masyarakat tidak hanya memiliki satu produk, tetapi beberapa produk turunan yang bisa mereka jual. Ini penting untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk mereka," tambahnya.
Selain pelatihan, Disperindag Sultra juga memberikan bantuan peralatan untuk mendukung pengembangan usaha kecil dan menengah. Bantuan ini mencakup berbagai jenis peralatan sesuai dengan kebutuhan usaha, seperti peralatan bengkel, mesin pengolah makanan, dan peralatan pembuatan furniture.
Kabid IKm Dinas Perindag Sultra, Muhamad Yaser Tuwu saat meninjau Pelatihan kewirausahaan perbengkelan binaan Dinas Perindag Sultra
"Misalnya, bagi pengusaha bengkel, kami menyediakan kompresor dan peralatan lainnya. Ini diharapkan bisa meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil usaha mereka," ujarnya
Dengan program penumbuhan wirausaha baru ini, Disperindag Sultra berharap dapat mengurangi kemiskinan ekstrem dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Program ini diharapkan mampu menciptakan wirausaha-wirausaha baru yang mandiri dan berdaya saing, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal.
"Ini adalah langkah nyata kami untuk memberdayakan masyarakat dan menghapus kemiskinan ekstrem. Kami percaya dengan pelatihan yang tepat dan dukungan peralatan, masyarakat bisa lebih produktif dan mandiri," tutup Yasser.(Lipsus)
KENDARI,GAGASSULTRA.COM - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mendorong pertumbuhan Industri Kecil Menengah (IKM) di Sultra. Salah satunya dengan aktif melakukan pelatihan bagi para pelaku IKM yang ada di Sultra.
Kepala Bidang Industri Kecil menengah (IKM) Disperindag Sultra, Muhammad Yasser Tuwu mengatakan, pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut dari program prioritas pemerintah pusat dalam hal percepatan penanganan kemiskinan ekstrim.
"Untuk tahun 2024 ini, kita berdasarkan program prioritas pemerintah pusat. Itu ada instuksi Presidennya, kemudian ada Kepmenko bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) ", kata Yasser saat dijumpai di ruang kerjanya, Kamis (18/07/2023).
Lebih lanjut, Yasser menjelaskan, terdapat dua jenis pelatihan yang dilakukan Disperindag Sultra yaitu, pelatihan untuk Pengembangan Usaha Baru dan pelatihan Diservifikasi Produk. Dimana, kata Yasser, hingga bulan Juli tahun 2024, Disperindag Sultra telah melakukan pelatihan sebanyak 18 kali yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota se Sultra.
"Sepanjang tahun ini kami sudah melakukan 18 pelatihan, sembilan pelatihan untuk pengembangan usaha baru, dan sembilan pelatihan untuk Diservifikasi Produk," ungkapnya
Dalam hal pengembangan usaha baru, lanjut Yasser, pihaknya terus berupaya untuk melahirkan pelaku wirausaha baru dengan bimbingan teknis di daerah-daerah dengan tingkat kemiskinan ekstrim yang terbilang cukup tinggi.
Kata dia, pelatihan wirausaha baru dilakukan dengan turun langsung ke daerah yang menjadi target program percepatan penanganan kemiskinan ekstrim tersebut.
"Jadi kalau pelatihan wirausaha baru kita lakukan langsung di titiknya. Misalnya di desa A, pelatihan kita lakukan di balai desa. Jadi kita yang datangi masyarakat sebagaimana amanat dan regulasinya," ujarnya
Selain untuk meningkatkan pelaku wirausaha baru, Yasser mengungkapkan, pelatihan juga dilakukan untuk pengembangan produk atau Diversifikasi Produk.
Menurutnya, Diversifikasi Produk merupakan upaya yang dilakukan untuk penganekaragaman produk, baik lewat pengembangan produk baru atau mengembangkan produk yang sudah ada.
"Misalnya dari kelapa, mungkin selama ini kita hanya bisa buat minyak goreng, tapi dengan diversifikasi kita juga bisa membuat tepung dari kelapa, kemudian dari tempurungnya juga bisa jadi kerajinan. Diversifikasi ini yang mungkin banyak orang belum memahami," tutur Yasser
Harapannya, Yasser menjelaskan, selain untuk meningkatkan pertumbuhan pelaku IKM, program ini juga diharapkan bisa mengembangkan potensi-potensi yang ada ditiap daerah agar bisa melahirkan produk unggulan.(Red)
KENDARI GAGASSULTRA.COM – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui bidang Industri Kecil Menengah (IKM) telah meluncurkan program untuk menangani kemiskinan ekstrem pada tahun 2024.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat yang diprioritaskan melalui berbagai regulasi, termasuk instruksi presiden dan keputusan menteri terkait percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Kepala Bidang (Kabid) Industri Kecil Menengah (IKM) Disperindag Sultra, Muhammad Yasser Tuwu, SE. M.Sc, mengungkapkan, salah satu fokus utama program ini adalah penumbuhan wirausaha baru di sektor industri.
Disperindag Sultra akan memberikan bimbingan teknis kepada masyarakat di daerah yang teridentifikasi sebagai titik-titik kemiskinan ekstrem.
Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pelatihan kewirausahaan, khususnya dalam pengolahan komoditas lokal seperti kelapa dan perikanan.
"Di Kabupaten Wanguni, misalnya, kami akan melatih masyarakat untuk mengolah kelapa dan produk perikanan menjadi barang yang bernilai jual tinggi. Tujuannya agar mereka bisa mandiri dan memiliki sumber penghasilan yang stabil," ujar Muhammad Yasser, Kamis, 18 Juli 2024.
Muhammad Yasser menjelaskan, Disperindag Sultra bekerja sama dengan instansi teknis dan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi komoditas unggulan di setiap daerah. Misalnya, di Kabupaten Kolaka Timur, masyarakat akan dilatih untuk mengembangkan produk berbasis kakao dan aren, sesuai dengan potensi daerah tersebut.
"Kami tidak akan melakukan pelatihan yang tidak relevan dengan komoditas yang ada di daerah tersebut. Ini penting agar pelatihan yang diberikan benar-benar bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan lokal," tambahnya.
Selain penumbuhan wirausaha baru, program ini juga mencakup diversifikasi dan pengembangan produk untuk pelaku industri kecil dan menengah (IKM). Pelatihan ini akan membantu pelaku IKM mengembangkan berbagai produk turunan dari komoditas yang ada. Contohnya, pelatihan pengolahan coklat tidak hanya fokus pada pembuatan coklat batang, tetapi juga produk turunan lainnya.
"Kami juga mengajarkan teknik diversifikasi produk kelapa, seperti pembuatan minyak kelapa dan tepung kelapa yang dapat diolah menjadi berbagai produk makanan," jelasnya
Bantuan Peralatan Usaha
Sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan usaha, Disperindag Sultra juga menyediakan bantuan peralatan untuk usaha kecil dan menengah. Bantuan ini mencakup peralatan untuk berbagai jenis usaha, seperti bengkel, furniture, dan olahan pangan.
"Misalnya, bagi pengusaha bengkel, kami menyediakan kompresor dan peralatan bengkel lainnya. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas usaha mereka," kata Yasser.
Dengan program-program ini, Disperindag Sultra berharap dapat mengurangi angka kemiskinan ekstrem di daerah tersebut dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat dan pengembangan sektor industri lokal.(Red)
BAUBAU,GAGASSULTRA.COM-Pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Baubau Yulia Rahman (Lia Umar Samiun) dan Muhamad Ridwan dengan tagline "KAMALI" (KAmi bersaMA Lia - Ridwan) bakal menggelar deklarasi bertajuk Pesta Rakyat.
Kegiatan yang diagendakan selama 3 hari (25-27/07/2024) di pelataran Kotamara tersebut bakal dihadiri sejumlah tokoh politik, mulai dari Andi Sumangeruka (ASR), Umar Samiun, hingga Anas Urbaningrum yang juga ketua umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN).
"Iya, pak Anas Urbaningrum rencananya akan ikut dan hadir khusus dalam deklarasi KAMALI. Akan di hadiri juga sama pak ASR," ungkap ketua tim kerja KAMALI, Gunardih Eshaya, Kamis (28/07/2024).
"Beliau (Anas-red) ini khan kader HMI, jadi oleh teman-teman HMI dan KAHMI juga menjadwalkan kuliah umum untuk dibawakan pak Anas Urbaningrum. Berkait waktu kuliahnya, nanti konfirmasi ke teman-teman HMI," kata Gunardih Eshaya.
Dalam kesempatan tersebut, Gunar Eshaya mengajak seluruh lapisan masyarakat pendukung Yulia-Ridwan untuk ikut meramaikan deklarasi bertajuk ‘Pesta Rakyat untuk Baubau Maju’. Pesta Rakyat ini terbuka untuk umum.
“Kami mengundang seluruh pihak, mulai dari simpatisan Parpol, para relawan, dan masyarakat pendukung untuk datang berpesta bersama dalam Pesta Rakyat," ajak Gunar Eshaya.
Pihaknya juga mengingatkan agar pendukung yang datang bisa berlaku tertib dan mengikuti arahan dari panitia acara. Menurut Gunar, sudah ribuan orang yang terdaftar untuk hadir. Hal itu terlihat dari aplikasi pendaftaran yang dibuat oleh panitia berbasis Nomor Induk KTP (NIK) guna mendapatkan kupon undian.
"Aplikasi itu untuk menghindari orang memiliki kupon lebih dari satu. Jadi semua orang punya kesempatan yang sama mendapat hadiah. Namanya juga pesta rakyat, kita buat rakyat senang. Alhamdulillah animonya sangat tinggi. Untuk yang belum terdaftar tetap silahkan hadir," jelasnya.
Untuk itu, Gunar Eshaya yang juga Wakil Ketua Pimda PKN Sultra ini mengharpkan masyarakat untuk mendoakan kelancaran acara deklarasi KAMALI.
“Sekali lagi ini terbuka untuk umum. Masyarakat berkesempatan mendengarkan langsung pidato dan arahan dari tokoh-tokoh politik kita, ada ASR, Umar Samiun dan Anas Urbaningrum dan pasangan calon sendiri. Ada juga artis Ibukota yang akan menghibur pengunjung. Pokoknya kita berpesta gembira bersama dalam semangat kerukunan dan persatuan," ujarnya. (Red)
KENDARI,GAGASSULTRA.COM-Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tenggara (Sultra) Hendro Dewanto, SH, MH bersama rombongan melakukan kunjungan ke Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kunjungan ini disambut hangat oleh Ketua PWI Sultra Sarjono, pengurus PWI Sultra, serta sejumlah wartawan di Kota Kendari, rabu (17/072024). Kehadirannya di Sekretariat PWI Sultra sebagi bentuk kemitraan antara institusi Kejaksaan dan wartawan.
Dalam kunjungannya, Kajati Sultra, Hendro Dewanto menegaskan pentingnya kejujuran dalam penyebaran informasi kepada publik, baik oleh jaksa maupun wartawan. Pernyataan ini disampaikan dalam sesi diskusi bersama Pengurus PWI Sultra.
"Saya berkarir dari bawah. Saat menjabat Kajari selalu bersama pers. Prinsipnya tidak berbohong dalam memberikan informasi agar pers tidak menyebarkan kebohongan," tegas Hendro Dewanto.
Dalam pertemuan tersebut, Hendro Dewanto juga menekankan pentingnya saling menghormati antara wartawan dan jaksa dalam menjalankan tugas.
Hal ini bertujuan agar penanganan perkara dan penyebaran informasi berjalan sesuai koridor yang semestinya.
Menanggapi kunjungan ini, Ketua PWI Sultra Sarjono menyampaikan apresiasinya kepada Kejati Sultra.
"Kunjungan Pak Kajati dan rombongan di PWI Sultra adalah kehormatan dan kebanggaan bagi kami. Semoga silaturahmi ini berkelanjutan," ujar Sarjono.
Lebih lanjut, Sarjono menyatakan kesiapan PWI untuk berkolaborasi dengan pihak Kejaksaan dalam mengedukasi masyarakat dan pers tentang masalah hukum.
Ia mencontohkan kebijakan penyelesaian perkara hukum melalui mediasi yang belum dipahami secara maksimal oleh masyarakat.
Kunjungan Kajati Sultra bersama rombongan, termasuk Asintel Ade Hermawan dan Kasi Penkum Dody, berlangsung dalam suasana akrab.
Momentum ini juga dimanfaatkan oleh insan pers untuk melakukan wawancara langsung dengan Kajati Sultra.(Red)
- Pembuatan Produk Rumah Tangga dari Alumnium dan babershop
KENDARI,GAGASSULTRA.COM-Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Transnaker) Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar pelatihan pembuatan produk rumah tangga dari alumnium dan pangkas rambut/babershop. Kegiatan ini dibuka langsung Kepala Dinas Transnaker Sultra, LM Ali Haswandy, SE.MSi di Aula Dinas Transnaker Sultra, Rabu (17/07/2024).
Peserta pelatihan pembuatan produk rumah tangga dari alumnium dan babershop atau pangkas rambut yang diselenggarakan Dinas Transnaker Sultra
Kepala Dinas Transnaker Sultra, LM Ali Haswandy pada kesempatan tersebut mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu komitmen Dinas Trasnaker Sultra untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan maasyarakat ditengah kemajuan zaman. Untuk itu, keterampilan praktis kewiraushaan menjadi modal penting untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejaheraan.
"Kegiatan pelatihan ini sangat strategis dilaksanakan, dengan harapan bisa menghasilkan tenaga-tenaga yang terampil. Bukan saja sebagai karyawan tapi bisa membuka usaha mandiri,"ungkapnya.
Untuk itu, Ali Haswandy berharap seluruh peserta pelatihan untuk mengikuti secara serius dan sungguh-sungguh. Termasuk mengikuti semua yang diberikan instruktur ahli yang dihadirkan sehingga bisa menambah pengetahuan dan modal untuk mbuka usaha pasaka pelatihan.
"Melalui pelatihan ini, kita berharap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis dan keterampilan praktis, tapi juga dapat mengembangkan kreatifitas dan inovasi dalam berkarya,"harapnya.
Lebih lanjut dikatakan, pembuatan produk rumah tangga dari alumunium ini menawarkan peluang usaha yang menjajikan. Apalagi, permintaan pasar dan masyarakat yang terus meningkat untuk produk-produk berkualitas.
"Usaha pangkas rambut atau babershop juga tidak kalah penting, mengingat kebutuhan masyarakat akan jasa pangkas rambut yang profesional dan trendi menjadi prioritas,"tambahnya.
Sementara itu, Arman Samboli panitia pelaksana kegiatan ini dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini diikuti sebanyak 70 orang peserta, yang dibagi dalam dua kegoatan pelatihan. Bahkan, dari jumlah peserta tersebut ada 16 orang penyandang disabilitas yang mendapat kesempatan yang sama.
Kadis Transnaker Sultra, LM Ali Haswandy (Baju Korpri) saat membuka pelatihan
"Diikuti sebanyak 70 peserta yang dibagi dua kelompok terdiri dari 40 orang pada kegiatan pelatihan produk rumah tangga da 30 peserta pada pelatihan pangkas rambut,"jelasnya.
Untuk diketahui, kegiatan pelatihan ini berlangsung selama empat hari dengan melibatkan beberapa instruktur seperti LPK Metro Riset Kendari, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari dan dari UPT Meohai Kendari. (Lipsus)