
KENDARI,GAGASSULTRA.COM-Calon Bupati Buton Selatan (Busel) periode 2024-2029, Adios tertarik maju bertarung di pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024. Karena melihat dua hal, pertama membaca peluang potensi daerah dan kedua letak geografis Buton Selatan.
"Letak geografis di dalam strategis bisnis Buton Selatan itu unggul. Hubungan bilateral dengan para investor, nah kalau bicara APBD, DAU dan DAK itu hak mutlak masyarakat punya. Kita jangan lagi mencari rezeki di APBD, dan kalau diotak atik keluar dari rambu rambu maka harus siap menanggung resiko hukum nya," ungkap Adios di kediamannya di Citraland Kendari pekan lalu.
Mantan Perhubungan Laut (Ex BUMN Badan Usaha Milik Negara, red) di PELNI (Pelayaran Nasional Indonesia, red) yang sekarang menjadi pengusaha menyatakan, bahwa dirinya tidak akan mengotak atik plot anggaran yang sudah jelas pos pos peruntukan nya. Untuk menghindari agar tidak tersandung kasus hukum selama menjabat, jika masyarakat Busel memberikan amanah untuk memimpin Busel kedepan.
Lalu pertanyaan nya bagaimana seorang Kepala Daerah (Adios, red) meningkatkan APBD suatu daerah? "Lalu kita butuh investor, dan investor itu juga kita lihat. Umpanya, saya (Adios,red) mau Jepangkan Buton Selatan berarti kita harus mampu menjalin kerjasama salah satu perusahaan luar negeri," jelas Adios.
Adios menjelaskan bentuk kerjasama yang dimaksud yakni dengan perusahaan Jepang. Maka yang harus dilakukan lebih awal adalah bagaimana membangun pelabuhan utama dulu yang harus dikembangkan. "Jadi kalau kita kerjasama bagaimana kita Jepangkan Buton Selatan, ada kapal tangkap ikan milik Jepang itu dimana sebelum mereka melakukan kerjasama untuk menangkap ikan semua laut nya dicek untuk mengetahui jenis ikan yang mendominasi di dalam laut itu," pungkas Adios.
Bahkan menurut Adios semua aktivitas penangkapan dikendalikan melalui alat kontrol dan remot dari atas kapal. Jadi tinggal memilih tombol mana yang hendak ditekan sehingga jenis ikan ini yang masuk dalam pukat kapal tersebut tanpa merusak populasi jenis ikan di sekitarnya. Misalnya tekan tombol warna biru, jenis ikan ini yang muncul itulah hebatnya orang Jepang.
"Karena pengalaman pribadi saya waktu di kapal Kalparagon dengan Kapal Sando, ketika saya agen ternyata dia punya alat tangkap ikan itu luar biasa. Tapi orang Jepang itu tidak sama dengan orang Taiwan, bedanya mereka itu adalah alat tangkapan. Kalau orang Taiwan yang dijaga dia selalu menggunakan Pukat Harimau sehingga dia sapu habis biar yang masih kecil-kecil," pungkas Adios.
Sementara orang Jepang menurut Adios, ketika menangkap ikan alat tangkapan mereka tetap ramah lingkungan tanpa menghabiskan semua jenis ikan biar masih kecil. Namun demikian semua itu tetap bisa dikendalikan melalui regulasi yang dibuat oleh pemerintah daerah. Ketika menandatangani MoU (kesepakatan kerjasama, red) misalnya maka sudah harus tertuang di dalam nya agar tidak merusak jenis populasi ikan di dalam laut daerah Busel misalnya.
Adios tertarik dan fokus pada sektor kelautan dan perikanan? Karena di lingkungan kelautan dan perikanan akan banyak menyerap tenaga kerja yang begitu banyak. "Baru yang bekerja itu bukan 100 atau 200 orang yang melaut. Maka sumber untuk menambah APBD kita itulah hasil sehingga dari anggaran sekian misalnya tapi karena dilihat potensi bukan lagi 600 miliar per tahun tapi bisa Rp. 1 triliun atau 2 triliun," katanya.
Menurutnya, masih ada beberapa sektor yang perlu dimaksimalkan untuk menopang sumber pendapatan APBD Busel, misalnya sektor pertanian dan peternakan. "Khusus untuk saya (Adios, red) sebelum memaksimalkan pertanian maka perlu dilakukan deteksi kondisi lahan pertanian utamanya kadar tanahnya kira kira tanaman apa yang cocok di atas tanah Busel ini, sehingga petani ketika menanam tidak sia sia tapi memang tanaman yang bisa menghasilkan agar bisa menambah kondisi keuangan masyarakat," katanya. (Redaksi)
KENDARi, GAGASSULTRA.COM- Proses pencabutan nomor urut pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) berjalan dengan baik. Semua pasangan calon memaknai nomor urutnya sangat beragam salah satunya Siska Karina Imran-Sudirman. SKI sapaan akrab Siska membeberkan makna nomor urut 1 dalam pesta demokrasi Kota Kendari. Targetnya adalah menjadi pasangan dan perempuan pertama yang akan menahkodai Kendar.
SKI menegaskan, bersama pasangannya Sudirman memaknai angka 1 adalah sebutan angka pertama sebelum angka-angka lainnya ikut disebut. Keduanya sangat bersyukur bisa mendapatkan nomor urut tersebut. Pasalnya, ia dan Sudirman selalu berupaya untuk menjadi yang pertama dan garda terdepan untuk masyarakat Kota Kendari.
Selain itu, kata Siska, angka 1 mempunyai arti tersendiri. Di mana, ia dan Sudirman menargetkan akan menjadi pasangan calon pertama mewakili kaum perempuan dan laki-laki untuk memimpin Kendari 5 tahun ke depan.
"Nomor urut 1 artinya, saya Siska Karina Imran menargetkan akan menjadi wali kota perempuan di Kendari. Tentu, saya akan didampingi oleh Pak Sudirman," tegasnya.
Sementara itu, Sudirman, menyebut 5 pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari adalah putra-putri terbaik Kendari. Tentu, semua mempunyai misi sama untuk kemajuan daerah.
Oleh karena itu, Sudirman mengajak kepada seluruh simpatisan agar bersama-sama bergandengan dan tidak bercerai-berai dalam menghadapi kontestasi politik di Kendari.
"Kita semua mempunyai misi sama yakni untuk kemajuan Kendari. Untuk itu, mari bersama dan bersatu untuk Kendari yang lebih baik," tutupnya.(Rin/Red)
BAUBAU,GAGASSULTRA.COM- Lima pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota yang bertarung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Baubau resmi mengikuti mengambil nomor urut pasangan calon. Penetapan nomor urut paslon Calon Walikota dan Wakil Walikota dilaksanakan dengan sistem pengundian oleh KPU Daerah Kota Baubau, Senin, (23/08/2024).
Pengambilan nomor urut tersebut dimulai dengan pengambilan nomor antrian oleh masing-masing Calon Wakil Walikota.
Pada proses pencabutan nomor urut, Paslon La Ode Ahmad Monianse dan Ida Halili yang diusung oleh PDI P mendapat nomor urut 01, nomor urut 02 diperoleh Yulia Rahman dan Muhammad Ridwan yang diusung jalur perseorangan.
Sedangkan nomor urut 03 diperoleh Paslon H Yusran Fahim dengan Wa Ode Hamsina Bolu di usung partai PPP, PKS dan Nasdem. Selanjutnya La Ode Mustari dan H. Zahari yang diusung partai Golkar, Demokrat dab PBB mendapatkan nomor urut 04.
Kemudian nomor urut 05 diperoleh Paslon Ari Raharja dan La Ode Yasin Mazadu yang diusung partai Gerindra, Partai Umat, Hanura, PAN dan PKB.
Ditempat yang sama,Ketua KPU Kota Baubau, La Ode Supardi saat dikonfirmasi awak media mengatakan, jika penetapan nomor urut Palson merupakan salah satu tahapan penting yang harus diikuti oleh seluruh Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Baubau yang bertarung pada Pilkada 2024.
" Allhamdulilah kita bersama-sama telah mengetahui siapa pasangan calon nomor urut 1,2,3,4 dan 5," ujar Supardi.
Dikatakan,setelah rapat pleno terbuka penetapan nomor urut pasangan calon, agenda selanjutnya yaitu deklarasi kampanye damai pada tanggal 24 September 2024, yang akan diikuti seluruh pasangan calon dan simpatisannya.
" Selanjutnya kampanye Paslon yang dimulai sejak yanggal 25 September hingga 23 November 2024," terangnya.
Tak lupa ia menghimbau kepada seluruh pasangan calon dan simpatisan agar mampu menjaga keamanan dan kertertiban bersama pada saat pelaksaan tahapan kampanye damai nantinya.(Tio)
KENDARI, GAGAS SULTRA.COM - Dukungan terus berdatangan kepada pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Tina Nur Alam-LM Ikhsan Taufik Ridwan. Kali ini, Barisan Relawan Tangguh (Baret) Prabowo Sultra telah menyatakan sikap mendukung dan menyatukan langkah untuk memenangkan pasangan nomor urut 4 ini.
Dukungan politik Baret Prabowo Sultra ini dibuktikan dengan kehadiran sejumlah pengurus inti saat pengundiam nomor urut paslon pemilihan Gubernur (Pilgub) Sultra 2024 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sultra di salah satu hotel di Kota Kendari, Senin (23/9/2024) malam.
Diketahui, pasangan Tina-Ikhsan diusung oleh Partai Golkar, NasDem, PKS, PSI dan Partai Ummat.
Koordinator Wilayah Baret Prabowo, Brigjen (Purn) Yusran Yunus yang hadir langsung saat pencabutan nomor urut ini menegaskan, dukungan terhadap pasangan Tina-Ikhsan karena keduanya adalah putra asli daerah Sultra.
Tina-Ikhsan dinilai punya reputasi baik dan layak untuk memimpin Sultra periode 2025-2030.
"Mari satukan langkah untuk mendukung dan memenangkan pasangan Tina-Ikhsan di Pilgub Sultra," ujar Yusran.
Di tempat yang sama, Ketua Baret Prabowo Sultra, Triawan Rizbar Taha mengungkapkan, bahwa keputusan final dukungan ke pasangan Tina-Ikhsan usai pihaknya menggelar rapat pengurus pada Minggu (22/9/2024) malam.
Dalam rapat yang dihadiri sejumlah pengurus inti tersebut dibahas beberapa agenda. Di antaranya, mewujudkan program pasangan presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menyangkut badan gizi nasional dan pemberdayaan masyarakat.
"Kami akan all out bergerak memenangkan pasangan Tina-Ikhsan di Pilgub Sultra seperti saat Baret mengantarkan pak Prabowo-Gibran pada Pilpres lalu," ujar Triawan.
Diketahui, Baret Prabowo memang sangat fenomenal saat pertama kali hadir ketika menjelang Pilpres 2024 lalu. Baret Prabowo bergerak masif mengawal dan menyosialisasikan semua program Prabowo-Gibran hingga ke pelosok Sultra.
Sesuai rencana, Baret Prabowo Sultra akan menggelar deklarasi dukungan resmi kepada pasangan Tina-Ikhsan di salah satu hotel di Kota Kendari pada Selasa (24/9/2024).
Sementara itu, calon Gubernur Sultra, Tina Nur Alam menyatakan menerima dan berterima kasih atas dukungan dari Baret Prabowo Sultra kepada dirinya dan Ikhsan.
"Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kehadiran serta militansi yang dimiliki oleh Baret Prabowo Sultra. Saya meyakini apa yang menjadi keinginan, militansi, energi yang saudara saudara berikan kepada saya ini menjadi tekad kuat saya untuk memenangkan pertarungan dalam pemilihan gubernur ini," ujar Tina.(Rin)
BUTON TENGAH, GAGASSULTRA.COM- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) telah melakukan pengundian nomor urut pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Buteng 2024 di Gedung Kesenian Lakudo, Senin malam (23/9/2024).
Hasilnya, paslon Azhari - Muh Adam Basan (AZAN) nomor urut 1 dan Paslon La Andi - Abidin (ADIL) nomor urut 2.
Pantauan media ini, paslon ADIL beserta perwakilan pendukung yang kompak mengenakan pakaian biru hitam dan isteri masing-masing hitam putih sampai di tempat acara paling dulu, sekitar pukul 19.15 WITA.
Disusul paslon SAMA AZAN yang mengenakan pakaian hitam putih dan isteri masing-masing putih-putih beserta rombongan tiba pukul 19.45 WITA.

Pasangan Azan dan Adil saat menunjukan nomor urut
Pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Buteng 2024 itu dimulai sekitar pukul 20.50 wita.
Dimulai dengan pengambilan nomor urut antrean oleh cawabup, dilanjutkan pengambilan nomor urut oleh cabup.
Tampak para cabup masing-masing Azhari dan La Andi mengambil nomor urut dari tabung yang berisi nomor urut. Mereka kemudian mendapat plakat nomor urut masing-masing.
"Nomor urut 1 pasangan Azhari - Muh Adam Basan (AZAN) dan nomor urut 2 pasangan La Andi - Abidin .," sebut Ketua KPU Buteng La Ode Abdul Jinani.
Mendengar pengumuman nomor urut itu, masing-masing tim kemudian meneriakan yel-yel. Tim AZAN meneriakan "nomor satu, satu kemenangan". Sementara tim ADIL meneriakan "nomor dua, bupati definitif kedua Buton Tengah".
Usai masing-masing paslon sudah mendapat nomor urut, kegiatan dilanjutkan pembacaan berita acara ketetapan nomor urut Paslon Bupati dan Wakil Bupati Buteng.
Adapun, paslon ADIL diusung PDIP (5 kursi), NasDem (5), Gerindra (3), PAN (2), PKS (2), PKN (2), dan PBB (1).
Paslon AZAN diusung PKB (2), Golkar (1), Demokrat (1), dan Hanura (1). Plus didukung partai non seat, Gelora dan PSI.
Kedua Paslon dan para pendukung nantinya akan melakukan Deklarasi Kampanye Damai, sebagai wujud komitmen mewujudkan Pilkada Buteng 2024 yang aman dan damai.(uzi)
BUTON TENGAH, GAGASSULTRA.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) resmi menetapkan dua pasangan calon bupati dan wakil bupati (cabup-cawabup) tarung di Pilkada Buteng 2024.
Kedua pasangan cabup-cawabup itu adalah La Andi - Abidin (ADIL) dan Azhari - Adam Basan (AZAN) yang sama-sama mendaftar di KPU Buteng pada hari terakhir pendaftaran, 29 Agustus 2024.
Penetapan diputuskan KPU Buteng melalui rapat pleno tertutup di Kantor KPUD, pukul 13.00 wita, Minggu (22/9/2024).
Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Buteng, Darwin menjelaskan, setelah meneliti berkas dan dokumen yang diajukan kedua Bapaslon, pihaknya menyatakan lengkap dan memenuhi syarat.
"Kami nyatakan lengkap dan memenuhi syarat sebagai calon bupati dan wakil bupati untuk berkompetisi pada Pilkada Buteng 27 November 2024 mendatang," tandas Darwin.
Ia menegaskan, pada tahap penetapan pasangan calon, memang tidak ada keharusan bahwa calon yang ikut berkompetisi di Pilkada, untuk hadir dalam pleno penetapan calon.
Untuk tahapan selanjutnya, kedua pasangan cabup dan cawabup Buteng (ADIL dan AZAN) akan melakukan pengambilan nomor urut yang akan digelar pada Senin, 23 September 2024 di Gedung Kesenian Lakudo.
"Untuk pengundiannya, besok akan dilaksanakan, tanggal 23 September 2024," singkat Darwin.(uzi)
BUTON TENGAH,GAGASSULTRA.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) menggelar rapat koordinasi (Rakor) dan sosialisasi persiapan pembentukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Gedung Sanggar Seni Lakudo, Minggu (22/9/2024).
KPPS yang akan direkrut nanti bertugas selama satu bulan dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) serta bupati dan waki bupati Buteng 27 November 2024 mendatang.
Para anggota KPPS ini nantinya akan ditempatkan di 174 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di tujuh kecamatan dan 77 desa/kelurahan di Kabupaten Buteng. Dimana, setiap TPS dibutuhkan tujuh orang, sehingga totalnya berjumlah 1.218 orang.
Ketua KPU Kabupaten Buteng, La Ode Abdul Jinani saat membuka kegiatan mengatakan, pembentukan KPPS merupakan tahapan penting. Mengingat, tugas tanggung jawab KPPS tidak mudah sebagai ujung tombak KPU.
Maka itu, pihaknya memberikan jaminan ketenagakerjaan dan kesehatan kepada anggota KPPS nantinya sebagai tanggungjawab KPU Buteng dalam mendukung kerja-kerja KPPS.
"Makanya hari ini kami menghadirkan langsung Kadis Kesehatan Buteng dan pihak BPJS Ketenagakerjaan sebagai Narasumber untuk memberikan pembekalan kepada teman-teman PPK dan PPS yang akan merekrut KPPS nantinya," jelas Jinan.
Diakhir sambutannya, ia menegaskan bahwa Rakor persiapan pembentukan KPPS ini merupakan tugas dan tanggungjawab KPU Buteng dalam mempersiapkan penyelenggaraan Pilkada 2024, dengan memastikan seluruh anggota KPPS yang direkrut memiliki kompetensi serta integritas yang tinggi.

Ketua Divisi Parmas dan SDM KPU Buteng, Karlianus Poasa saat diwawancara wartawan
Di tempat yang sama, Ketua Divisi Parmas dan SDM KPU Buteng, Karlianus Poasa, menekankan proses perekrutan KPPS nanti harus sesuai syarat dan peraturan yang ada. Utamanya syarat kesehatan sesuai standar yang dikeluarkan dinas terkait.
"Kesehatan menjadi salah satu aspek yang sangat penting, mengingat tugas KPPS nantinya sangat krusial pada saat pemungutan suara," tutur Charly, pangggilan akrab Karlianus Poasa.
Meskipun pada Pilkada 2024 kali ini hanya dua surat suara saja yang dihitung KPPS, yakni surat suara gubernur dan wakil gubernur Sultra serta surat suara bupati dan wakil bupati Buteng, pihaknya tetap profesional dalam melakukan perekrutan.
"Harus betul-betul yang bisa kerja dengan baik dan profesional. Bukan karena kedekatan emosional ataupun kekeluargaan," pungkas Charly.(uzi)
BUTON TENGAH, GAGASSULTRA.COM- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) resmi menetapkan Data Pemilih Tetap (DPT) dengan total 76.906 pemilih dalam rapat pleno di Hotel Findi Lakudo, Jumat (20/9/2024).
DPT ini akan digunakan untuk pemilihan bupati dan wakil bupati Buteng serta pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) pada 27 November 2024 mendatang.
"DPT di Kabupaten Buteng berjumlah 76.906 pemilih. Terdiri dari laki-laki 37.101 dan perempuan 39.805 pemilih," sebut Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Buteng, La Zaula.

Komisioner KPU Buteng pose bersama Kapolsek Lakudo Iptu Musrifin dan LO Bapaslon pada rapat pleno terbuka DPT Pilkada 2024
Ia menerangkan, jumlah ini mengalami penurunan dari Daftar Pemilh Sementara Hasil Perbaikan (DPS-HP) sebelumnya sebanyak 76.942 pemilih.
"Jadi, berkurang 36 pemilih. Penyebabnya, karena ada yang meninggal dunia, masuk anggota Polri, data ganda dengan kabupaten/kota dalam provinsi Sultra dan antar provinsi, serta pemilih pindah domisili," beber Zaula.
Usai penetapan DPT ini, nantinya KPU Buteng akan mengumumkan daftar nama DPT di kantor desa/kelurahan, Sekretariat PPS, maupun titik-titik strategis di lokasi yang dapat diakses oleh publik.
"Supaya masyarakat bisa melihat, namanya terdaftar di situ atau tidak. Kalau tidak ada, bisa cek DPT online. Nanti masih ada mekanisme untuk menjadi daftar pemilih tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK)" kata Zaula.
DPTb adalah daftar Pemilih yang telah terdaftar dalam DPT di suatu TPS yang karena keadaan tertentu, pemilih tidak dapat menggunakan haknya untuk memilih di TPS tempat yang bersangkutan terdaftar dan memberikan suara di TPS lain.
"Pada pemilihan bupati dan wakil bupati serta gubernur dan waki gubernur 2024 ini, Kalau untuk pemilih dengan pindah memilih antar provinsi, yang bisa dilayani hanya dengan alasan pindah domisilinya saja," terang Zaula.
"Kalau pemilih yang pindah dalam satu provinsi, misalkan dari Kabupaten Buton pindah domisili ke Kabupaten Buteng, hanya bisa diberikan satu surat suara saja yaitu surat suara calon gubernur dan wakil gubernur saja. Tidak bisa memilih calon bupati dan wakil bupati Buteng," sambungnya.
Sementara, Daftar Pemilih Khusus (DPK) adalah pemilih yang memenuhi syarat sebagai pemilih, memiliki identitas kependudukan (KTP-el), tetapi belum terdaftar dalam Daftar DPT manapun dan DPTb.
"DPK tetap diberikan hak suaranya memilih calon bupati dan wakil bupati serta gubernur dan wakil gubernur, sesuai dengan alamat kependudukanya dilayani satu jam sebelum penutupan pemungutan suara sepanjang surat suara masih ada," pungkas Zaula.
Komisioner yang bertugas lama di PPK ini kemudian merincikan jumlah DPT per kecamatan dengan pemilih terbanyak sampai terkecil.
Dimulai dari Kecamatan Mawasangka sebanyak 19.688 pemilih, menyusul Kecamatan Lakudo 17.600, Kecamatan Gu 13.854, Kecamatan Mawasangka Tengah (Masteng) 8.985, Kecamatan Talaga Raya 8.558, Kecamatan Mawasangka Timur (Mastim) 4.268, Kecamatan Sangia Wambulu 3.953 pemilih.(uzi)
KENADARI,GAGASSULTRA.COM-Bakal Calon Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyatakan bahwa Kecamatan Mandonga merupakan garda terdepan dalam pemenangan pasangan Siska-Sudirman di Pilwali Kendari 2024. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan mencapai 25 ribu, Siska yakin Mandonga akan menjadi kekuatan signifikan untuk mengamankan suara kemenangan.
Siska yang juga mantan Wakil Wali Kota Kendari dalam pernyataanya, Kelurahan Mandonga merupakan tempat kelahirannya sehingga wajib menang besar di kecamatan ini. Begitu juga dengan Sudirman juga besar di Kelurahan Korumba Kecamatan Mandonga.
"Saya putri asli Mandonga saya lahir dan besar di Mandonga, rumah saya di sini, pelantikan di rumah saya dan tidak boleh saya kalah di Mandonga, kita kerja keras, jadi garda terdepan," tegas Siska disambut teriakan semangat para tim relawan, saat pelantikan tim relawan Siska Sudirman di Kecamatan Mandonga, Kamis (19/09/2024).
Bakal Calon Wakil Wali Kota, Sudirman menambahkan bahwa, Mandonga merupakan "markas besar" bagi pasangan ini. Dalam berbagai ajang Pilcaleg sebelumnya, Sudirman selalu meraih kemenangan di kecamatan tersebut, sehingga Mandonga memiliki sejarah kuat dalam mendukung mereka. Kombinasi antara dukungan kuat dari masyarakat dan pengalaman kemenangan di masa lalu membuat pasangan Siska-Sudirman optimis dengan hasil Pilwali mendatang.
"Ibu Siska lahir di Kelurahan Mandonga, Saya lahir di Kecamatan Korumba, dua Kelurahan besar di Kecamatan Mandonga, jadi tidak ada alasan lagi kita harus menang besar," ungkap Sudirman juga disambut teriakan setuju ratusan relawan Siska Sudirman.
Kepercayaan tinggi terhadap Mandonga tidak terlepas dari kedekatan pasangan ini dengan warga setempat. Siska dan Sudirman telah aktif terlibat dalam berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari acara keagamaan hingga sosial. Kedekatan emosional dan komunikasi intensif dengan para pemilih dianggap menjadi kunci keberhasilan pasangan ini.
Dalam beberapa kesempatan, Sudirman menegaskan bahwa keterlibatan aktif relawan di Mandonga menjadi salah satu strategi utama untuk menggalang dukungan yang lebih luas. Dengan pengalaman menang di beberapa Pilcaleg, tim pemenangan Siska-Sudirman di Mandonga dinilai sudah sangat solid dan terorganisir dengan baik.
Siska dan Sudirman juga berkomitmen untuk terus turun ke lapangan dan memperkuat dukungan, tidak hanya di Mandonga tetapi di seluruh kecamatan di Kota Kendari. Mereka meyakini, dengan pola kampanye yang melibatkan masyarakat secara langsung, suara untuk mereka akan terus meningkat.
Selain itu, pasangan ini juga menyiapkan berbagai program unggulan untuk masyarakat, salah satunya adalah dana Rp100 juta untuk setiap RT, yang akan digunakan langsung untuk kebutuhan masyarakat. Program ini dinilai mampu menarik perhatian pemilih karena memberikan dampak nyata bagi pembangunan wilayah di tingkat RT.
Mereka optimis, dengan dukungan kuat dari Kecamatan Mandonga sebagai "basis utama," pasangan Siska-Sudirman dapat meraih hasil maksimal pada Pilwali Kota Kendari yang akan berlangsung pada 27 November 2024.(Red/Rin)
BUTON TENGAH, GAGASSULTRA.COM - Jelang penetapan calon bupati dan wakil bupati (Wabup) Buton Tengah (Buteng), KPU setempat belum menerima Surat Keputusan (SK) pemberhentian dari Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun anggota DPRD tiga bakal calon (Balon) yang sudah mendaftar.
Ketiga Balon itu yakni Dr H Azhari SSTP MSi (Balon Bupati) dan Abidin SPd MSi (Balon Wabup) belum menyetorkan SK pemberhentian sebagai ASN, serta Adam Basan SSos (Wabup) sebagai anggota DPRD.
Menurut Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Buteng, Darwin, sebelum penetepan calon pada 22 September 2024, ketiga balon mestinya sudah menyetorkan surat keputusan (SK) pemberhentian dari ASN maupun SK pemberhentian dari anggota DPRD.
Namun, berdasarkan PKPU Nomor 8 Tahun 2024, apabila Balon dari ASN bersangkutan belum memiliki SK pemberhentian sebagai ASN, maka cukup menyetorkan surat pernyataan dari pejabat berwenang yang menyatakan penerbitan SK pemberhentiannya masih diproses. Begitu pula dengan Balon dari anggota DPRD.
"Sampai hari ini kami belum menerima SK pemberhentian dari ASN maupun pemberhentian dari anggota DPRD dari tiga balon tersebut," ungkap Darwin, saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya, Kamis (19/9/2024).
Komisioner yang "lahir" dari aktivis ini menambahkan, pihaknya masih tetap menunggu SK pemberhentian sebagai ASN dan anggota DPRD dari tiga Balon tersebut.
Pasalnya, ketiga Balon ini memiliki jabatan yang mengharuskan mereka mundur dari jabatannya tersebut apabila mencalonkan diri sebagai kepala daerah.
"Kami tetap tunggu sampai pada hari penetapan calon, yakni 22 September 2024. Sudah harus menyetorkan SK pemberhentian sebagai ASN dan SK pemberhentian dari anggota DPRD," timpal Darwin.
Apabila sampai 22 September belum memiliki SK pemberhentian tersebut, maka cukup menyetorkan surat pernyataan dari pejabat berwenang bahwa SK pemberhentiannya masih dalam proses.
"Jika tidak ada juga surat pernyataan itu sampai 22 September, maka Balon bersangkutan terancam gagal sebagai calon bupati dan wakil bupati Buteng 2024," kunci Darwin.(uzi)