
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Andhy Loppes Eba, Sutradara Asal Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) borong dua piala dalam ajang Kompetisi Karya Film Islami (KFI) 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Penerangan Agama Islam, Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.

Penganugerahan berlangsung di Auditorium HM. Rasjidi, Kantor Kemenag RI Thamrin, Jakarta Pusat, Senin(10/11/2025) Malam.
Dua film karya Andy Loppes Eba ini berjudul “Cahaya untuk Nur” dinobatkan sebagai Juara 1 Nasional kategori Fiksi.
Sedangkan “Pekandeana Ana-ana Maelu” meraih Juara 2 Nasional kategori Dokumenter.
Kedua film tersebut diapresiasi karena kekuatan narasi, kedalaman pesan moral, serta sinematografi yang mampu menyentuh sisi kemanusiaan dan spiritualitas penonton.
Ajang ini mengusung tema “The Wonder of Harmony: Merajut Cahaya Islam — Keberagaman, Cinta, dan Harapan.”
Kompetisi tahun ini menjaring 83 karya film dari 34 provinsi di seluruh Indonesia dengan tiga kategori utama: Animasi, Fiksi, dan Dokumenter.
Direktur Manajemen Kekayaan Intelektual BRIN Muhammad Abdul Kholiq, dan aktor nasional Arie Kriting yang turut memberikan dukungan bagi para sineas muda.
“Film dapat berbicara lebih luas dari mimbar. Ia mampu menyentuh hati jutaan penonton lintas batas, lintas usia, dan lintas agama,” ujar Abu Rokhmad, Dirjen Bimas Islam Kemenag.
Sementara itu, Ahmad Zayadi, Plt. Direktur Penerangan Agama Islam, menambahkan pihaknya ingin film Islami menjadi medium dakwah yang menggembirakan, mencerahkan, dan memperkuat karakter bangsa.”
Sutradara, Andhy Loppes Eba mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian ini.

“Sebagai sutradara, tentu pencapaian ini bukan hasil kerja saya sendiri, tapi buah kerja keras seluruh tim yang luar biasa. Terima kasih untuk produser saya, Petty Hatma. Serta dua orang yang luar biasa Sukran Salman dan Farid yang sudah menerjemahkan naskah menjadi visual yang penuh makna,” ujar Andhy.
Pria yang juga seorang jurnalis ini menambahkan dukungan tim menjadi kekuatan utama dalam proses produksi kedua film tersebut.
“Dalam setiap proses, saya belajar bahwa film yang baik lahir dari kolaborasi yang tulus. Saya sangat berterima kasih kepada seluruh kru dan pemain yang telah memberikan tenaga, waktu, dan hati mereka untuk karya ini. Tanpa mereka, saya bukan apa-apa,” tambahnya.
Film “Cahaya untuk Nur” mengisahkan perjuangan seorang remaja bernama Nur yang merasa kehilangan mendalam setelah ayahnya meninggal dunia. Cerita ini menyoroti kekuatan doa, kasih sayang keluarga, dan keikhlasan dalam menghadapi kehilangan.
Sementara itu, “Pekandeana Ana-ana Meulu” menampilkan potret kehidupan orang Buton yang menjaga tradisi dan nilai-nilai Islam. Film ini mengangkat tradisi menyantuni anak yatim di bulan Muharam, sebuah kearifan lokal yang memperlihatkan perpaduan antara budaya dan spiritualitas dalam kehidupan masyarakat pesisir Buton.
Sementara itu, Menteri Agama, K.H Nasaruddin Umar mengaku kagum terhadap ide ide kreatif para sineas.
"Saya sangat terpukau dengan kreativitas yang ditunjukkan para peserta. Ide-ide seperti ini wajib terus kita pupuk dan dapat ditingkatkan skalanya menjadi versi profesional,” ujarnya pada Malam Penganugerahan Film Islami Tingkat Nasuonal di Jakarta, Senin (10/10/2025).
Kata dia, hal ini dimungkinkan akan membawa generasi muda berkolaborasi dengan berbagai pihak yang berkecimpung dalam industri perfilman nasional.
Para pemenang kategori menerima penghargaan berupa plakat, sertifikat, dan uang apresiasi dari Kementerian Agama Republik Indonesia.
Keberhasilan dua film ini menjadi bukti bahwa sineas asal Kota Baubau mampu bersaing di tingkat nasional, serta memperkuat posisi Sulawesi Tenggara sebagai daerah yang konsisten melahirkan karya film bernilai spiritual, budaya, dan inspiratif.
Dalam acara tersebut, tampak turut mendampingi Menteri Agama dalam malam penganugerahan tersebut yakni Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad, serta jajaran pejabat Kemenag lainnya. Hadir pula Kepala Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Ubaidillah,
Berikut Daftar Pemenang Kompetisi Film Islami Tingkat Nasional 2025
Kategori Film Dokumenter
Juara 1: Braen — Provinsi Jawa Tengah
Juara 2: Pekandeana Ana-Ana Meulu — Provinsi Sulawesi Tenggara
Juara 3: Kita Sadela — Provinsi Lampung
Juara Harapan 1: Belangikhan — Provinsi Lampung
Kategori Film Fiksi
Juara 1: Cahaya untuk Nur — Provinsi Sulawesi Tenggara
Juara 2: Cahaya Ilmu — Provinsi Sumatera Utara
Kategori Film Animasi
Juara 1: Cahaya Ilahi — Provinsi Jawa Timur (Red)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Dua karya film asal Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara, 'Pekandeana Ana-ana Maelu' dan ' Cahaya untuk Nur' berhasil masuk nominasi dalam tujuh film terbaik di ajang Kompetisi Film Islami (KFI) tingkat Nasional 2025.
Kompetisi Film Islami 2025 ini diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Film 'Pekandeana Ana-Ana Maelu' dan 'Cahaya Untuk Nur', masuk dalam dua kategori berbeda, yakni dokumenter dan fiksi.
Kedua film tersebut diumumkan bersamaan dengan dengan pembukaan Expo Syiar Budaya Islam di Auditorium H.M. Rasjidi, Jalan MH Thamrin Nomor 6, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025).
Film Dokumenter 'Pekandeana Ana-Ana Maelu', menceritakan tentang tradisi orang Buton dalam menyantuni anak yatim piatu pernah menjuarai Kompetisi Film Pendek Islami tingkat propinsi Sulawesi Tenggara tahun 2023.
Sementara itu, film Fiksi 'Cahaya Untuk Nur' menceritakan tentang seorang remaja yang masih merasakan kehilangan mendalam setelah kematian ayahnya. Film ini juga sebelumnya telah menjuarai Kompetisi Film Islami Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2024.
Film 'Pekandeana Ana-Ana Maelu' dan 'Cahaya Untuk Nur' di Sutradarai oleh Andhy Loppes Eba yang merupakan sineas asal Baubau, di bawah naungan Seribu Benteng Production.
Sementara itu, Andhy Loppes Eba mengaku tidak menyangka film garapannya bisa menembus nominasi tujuh besar nasional, terlebih memperoleh dua nominasi sekaligus untuk kategori dokumenter dan fiksi.
“Saya benar-benar tidak menduga bisa sampai di tahap ini,” ungkapnya Kamis (6/10/2025).
Ia juga meminta doa dari seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara agar kedua filmnya dapat meraih hasil terbaik pada Malam Anugerah Kompetisi Film Islami 2025, yang rencananya akan digelar pada 10 November 2025 di Kementerian Agama Pusat, Jakarta.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Baubau, H. Mansur, turut menyampaikan apresiasinya atas capaian membanggakan ini.
Ia menyebut bahwa prestasi yang diraih oleh Andhy Loppes Eba merupakan kebanggaan bagi seluruh masyarakat Baubau. “Ini bukti bahwa karya sinema dari daerah mampu bersaing dan berprestasi di level nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kesuksesan ini menunjukkan kemampuan Andhy, seorang wartawan senior, dalam mengalihkan ketajaman matanya dari menangkap berita menjadi menciptakan kisah sinematik bernilai dakwah.
“Karya ini menjadi media dakwah kreatif yang efektif, menebar pesan agama sekaligus memperkuat semangat nasionalisme dan kepedulian sosial di tengah generasi milenial,” tutupnya. (Red)
Jakarta, GAGASSULTRA.COM - Sekda dan Kepala Bappeda Kota Baubau mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Nasional Sinkronisasi Program dan Kegiatan Kementerian / Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK) dengan Pemerintah Daerah.

Rakor ini mempertemukan seluruh Sekretaris Daerah dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dari seluruh Indonesia yang dilaksanakan Kementerian Dalam Negeri.
Kegiatan Rakor berlangsung selama empat hari, mulai 26-29 Oktober 2025, di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Kepala Bappeda Kota Baubau Dr. Dahrul Dahlan, S.STP, M.Si mengatakan, Rakor ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan Pemda dalam menyusun, melaksanakan, dan mengevaluasi program prioritas pembangunan nasional dan daerah.
“Jadi kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting Kementrian Dalam negeri dalam mewujudkan sinergitas dan sinkronisasi antara pemerintah Pusat dan Daerah. Tentunya yang berkaitan dengan penyusunan, pelaksanaan sekaligus evaluasi program prioritas Pembangunan Nasional dan Daerah,” kata Dahrul Dahlan.

Dahrul menambahkan, sesuai arahan pemrintah Pusat melalui Kemendagri, rakor ini dirancang sebagai ruang interaktif antara kementerian / lembaga dengan Pemda.
“Yang pasti bertujuan agar program daerah dan pusat dapat berjalan searah, baik dalam perencanaan, pendanaan, maupun pelaksanaannya. Itu sebabnya Sekda dan Kepala Bappeda dipertemukan langsung dengan kementerian / lembaga di Rakor ini," ujar Dahrul Dahlan lagi.
Lebih lanjut Dahrul menjelaskan, sinkronisasi tidak hanya mencakup perencanaan dan anggaran, tetapi juga waktu, target, dan kualitas program. Sehingga dengan Rakor ini katanya, Kemendagri ingin memastikan perencanaan daerah dapat mendukung program strategis nasional, seperti peningkatan pelayanan dasar, penguatan infrastruktur, dan pembangunan berkelanjutan di berbagai sektor.
Sekaligus menurut Dahrul Dahlan, forum ini akan menjadi wadah bagi Sekda dan Kepala Bappeda untuk menyampaikan tantangan dan kebutuhan di daerah. Dengan begitu, pemerintah pusat dapat mendengar langsung masukan daerah, terutama dalam pelaksanaan program prioritas yang terkendala kebijakan efisiensi fiskal dan pengalihan Transfer ke Daerah (TKD).
Dahrul juga menegaskan, Rakor ini juga mengisyaratkan agar pemerintah daerah lebih jeli dalam membuat perencanaan program yang membutuhkan pembiayaan.

“Konsolidasi program yang tidak penting dan urgen serta tidak selaras dengan program nasional dipertimbangkan untuk tidak dilaksanakan dulu karena keterbatasan pembiayaan. Jadi perlu skema alternative pembiayaan lain,” kata Dahrul Dahlan.
Pj Sekda Kota Baubau MZ Amril Tamim mengatakan, Pasca kegiatan Rakor ini, Pemkot Baubau akan menindaklanjuti dengan melakukan konsolidasi untuk sinkronisasi program dengan Pemerintah pusat. Yang paling utama adalah pemanfaatan alokasi anggaran secara efisien dan efektif.
“Kita akan lakukan Konsolidasi program dan kegiatan untuk disinkronkan dengan program prioritas nasional agar alokasi anggaran yang diterima melalui Dana Transfer Umum (DTU) untuk tahun 2026 dapat digunakan secara efisien dan efektif untuk pembangunan dan masyarakat,” kata Amril Tamim.
Amril mengharapkan agar semua OPD dapat membangun komunikasi intensif dengan pihak kementerian / lembaga untuk memastikan alokasi anggarannya terdistribusi ke Kota Baubau. (Red)
Penilaian Tanggal 30 September sampai 1 Oktober 2025
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Setelah melakikan persiapan panjang, panitia penilai Lomba Kecamatan dan Pokja Kelurahan Sehat Kota Baubau 2025 siap digelar. Hal ini dibahas dalam technical meeting para tim penilai di aula Bappeda Senin (29/9/2025).
Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Bappeda Kota Baubau Dr. Dahrul Dahlan, Ketua Forum Kota Baubau Sehat Tamsir Tamim dan yang mewakili Kadis Kesehatan Kota Baubau. Selain itu juga hadir tin penilai dari OPD terkait. Termasuk perwakilan Tik Penggerak PKK Kota Baubau.

Kepala Bappeda Kota Baubau Dahrul Dahlan mengatakan, penilaian Lomba Kecamatan dan Kelurahan Sehat telah menjadi agenda yang dipersiapkan secara berkelanjutan. Ia memastikan, penilaian ini sekaligus menjadi ajang untuk pembinaan dalam memaksimalkan peran dan potensi Forum Kecamatan dan Pojka Kelurahan.
“Jadi tim penilai yang bertugas selain melakukan penilaian sekaligus akan melakukan pembinaan sesuai kriteria yang diharapkan. Sehingga nanti akan menjadi bahan evaluasi khususnya bagi forum Kota Sehat untuk mempersiapkan kelengkapan tatanan penilaian pada tahun berikut,” Kata Dahrul Dahlan.
Ia menambahkan, tim penilai juga akan memberi penilaian sesuai dengan instrument yang sesuai dengan bidang keahlian. Langkah ini dilakukan agar hasil penilaian benar benar obyektif.
“Kita upayakan hasil penilaian seobyektif mungkin, jadi tim penilai hanya akan menilai kriteria sesuai bidang masing masing. Sehingga tidak aka nada benturan hasil penilaian secara internal tim,” tambah Dahrul Dahlan.

Sementara itu, Ketua Forum Kota Baubau Sehat Drs Tamsir Tamim, M.Si menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh tim penilai yang berasal dari OPD terkait juga organisasi khususnya TP PKK yang telah memberi dukungan.
“Hasil penilaian lomba ini sekaligus juga untuk menjadi bahan bagi Pemerintah Daerah melalui Bappeda untuk memetakkan potensi dan inovasi unggulan yang dapat menjadi masukan dalam perencanaan pembangunan khususnya berkaitan dengan pemenuhan tatanan kota sehat,” kata Tamsir Tamim.
Sekretaris Forum Kota Baubau sehat Imran Kudus mengatakan, khusus tim penilai dari Forum akan focus pada kelembagaan. Sedangkan untuk inovasi dan keunggulan lain yang ada di kecamatan dan kelurahan akan dilakukan penilaian tim yang berasal dari gabungan OPD dan organisasi lainnya yang tergabung dalam Tim penilai lomba.

“Untuk kelembagaan forum dan pokja akan dinilai khusus tm Forum karena memang ini sudah pernah dilakukan pembinaan. Untuk inovasi dasar aka nada kriteria khusus sesuai kondisi lapangan saat penilaian lapangan,” kata Imran Kudus.
Penilaian lomba dijadwalkan berlangsung dari Selasa 30 September hingga 1 Oktober 2025. Tim dibagi menjadi 4 kelompok yang akan bertugas menilai di 8 kecamatan se kota Baubau. (Din)
La Ode Mustafa, S.Pd : “Pramuka Melahirkan Kader Pemimpin”
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Gudep Morikana pangkalan SMAN 3 Baubau melaksanakan kegiatan Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) dan pelantikan penegak Bantara 27 – 28 Sept 2025. Kegiatan dibuka langsung Ketua Mabigus Morikana La Ode Mustafa, S.Pd di Kampus Hijau SMAN 3 Baubau.

Menurut La Ode Mustafa, kegiatan pembinaan kepramukaan menjadi salah satu program yang telah terjadwal khusus. Ia berharap, dengan aktivitas pembinaan kepramukaan di setiap Gugus akan melatih dan membina jiwa kepemimpinan para siswa.
“Pramuka sebagai wadah pembinaan harus diberikan support semua pihak, baik Pembina, mabigus dan senior senior kader pramuka. Ini semua harus jadi komitmen dan tanggung jawab sebagai bukti kecintaan kepada organisasi pramuka,” kata La Ode Mustafa.
Armin Imba, S.Pd dan Muh Albar, S.Pd selaku Pembina Gudep Morikana menegaskan, kegiatan pembinaan pramuka selalu diawali dengan penerimaan tamu ambalan. Ini menjadi tradisi pengkaderan pramuka di gugus depan. Hal ini dimaksudkan juga agar terjalin rasa persaudaraan dan kekompakan seluruh anggota.

“Semua agenda sudah dipersiapkan dan ini salah satu agenda rutin yang dilaksanakan untuk merekrut anggota pramuka. Setelah itu akanada kegiatan pembinaan yang terjadwal di gudep. Harapan kami sebagai Pembina, kegiatan pramuka ini menjadi salah satu wadah pembinaan yang positif bagi siswa,” ujar Armin Imba dan Muhammad Albar.
Kegiatan ini disambut antusias para siswa peserta persami. Apalagi dalam kegiatan ini dirangkaikan dengan beberapa agenda diantaranya pemberian materi dan Renungan bagi para Pengurus Gudep Morikana.
Niki Fitrah dan Tiwi Anggraeni, Bantara yang baru dilantik berharap kegiatan kepramukaan di Gudep Morikana bisa berjalan dengan baik. Keduanya berupaya untuk bekerja sama dengan Pembina dan pengurus lainnya untuk melaksanakan agenda kegiatan pembinaan di Gudep.
“Semoga setelah ini kegiatan Kepramukaan di Gudep Morikana bisa berjalan dengan baik. Dan kita butuh kerjsama dari Pembina dan pengurus,” ujar Niki dan Tiwi. (Red)
Catatan : Bardin, Siompu Buton Selatan
Sabtu, 20 September 2025, saya mendapat undangan langsung dari sahabat untuk menghadiri pesta adat yang dikenal dengan nama Meta’Ua. Sebuah pesta adat yang rutin setiap tahun digelar sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen masyarakat adat Binawakili (Biwinapada Wakinamboro dan Tongali)

Rasa penasaran dengan Pulau Siompu, maklum meskipun saya kerap liputan di beberapa lokasi di pulau Buton, namun untuk Pulau Siompu ini untuk pertama kalinya. Ingin rasanya menyaksikan lebih dekat pulau yang dulu dikenal dengan penghasil Jeruk yang termanis di dunia ini.
Pukul 11.00 Wita, saya bersama beberapa rekan sepakat menuju kesana, namun kami harus menuju Batauga, sekitar 20 menit perjalanan dari Kota Baubau. Setelah itu kami akan menggunakan speed boat menyeberang dari Batauga ke pulau Siompu.
Sejenak saya menoleh kepesisir pantai dimana speed boat ditambatkan. Dulu, saya pernah bolak balik ke Batauga untuk mengikuti teman teman mengambil pasir hitam disana. Sedikit miris menyaksikan kondisi pesisir pantai yang dulu masih rimbun dengan deretan pohon kelapa. Namun, kini abrasi semakin luas akibat aktivitas penambangan pasir yang tak terkendali.
Namun, itu hanya sebatas pemantauan singkat, tapi tujuan saya adalah Pulau Siompu. Tak sabar ingin segera ke pulau Indah itu.
Setelah menanti beberapa menit, saya dan 4 rekan dan beberapa warga yang juga menuju Pulau Siompu diperkenankan naik ke sebuah speed boat. Tarifnya dengar dengar sekali menyeberang 80 ribu hingga 100 ribu rupiah. Artinya jika jumlah penumpang 10 orang, akan dikenakan 10 ribu per orang.

Suasananya sangat menyenangkan, para pengemudi spedd boat Batauga Siompu sangat ramah dan humble menyambut kami dan penumpang lainnya.
Sekitar 30 menit penyeberangan kami tempuh, tibalah di desa Karae namanya. Sebuah desa pesisir yang indah. Tak jauh dari tambatan speed boat tertulis gerbang kelurahan Lapara siompu. Kami dijemput dengan menggunakan kendaraan roda empat. O ya, di siompu masyarakat menggunakan angkutan ojek dan mobil rental. Maklum tidak ada jalan utama seperti di Kota Baubau.
Perjalanan kami menanjak menuju lokasi kegiatan Pesta adat Meta’ua di desa Nggula Nggula namanya. Disana sudah ramai warga yang memadati baruga. Sayang sekali kami tiba setelah acara makan bersama di Baruga hampir berakhir. Jadi, saya pun tidak sempat mengambil momen penting di baruga. Termasuk kegiatan tari kolosal oleh remaja putri siompu dengan pakaian adat yang menarik.
Rasa penasaran saya menyaksikan kondisi masyarakat yang sangat santun menyambut para tamu. Ternyata inilah sebuah keunikan di Pulau Siompu selain potensi alam dan hasil buminya. Yaitu, warganya yang terbuka menyambut kedatangan setiap tamu yang datang dari daerah lain. Ada nilai kearifan yang tertanam dipulau ini. Nilai filosofi dan tradisi yang kental. Mereka menjunjung tinggi persaudaraan.

Saya sempat berbincang dengan Ketua Adat Binawakili Pomili Womal yang mengatakan bahwa pelaksanaan pesta adat Meta’uA ini adalah manisfestasi dari semangat kebersamaan untuk merawat tradisi masa lalu. Pesta adat Metau’A ini satu diantara banyak kearifan lokal di Siompu yang masih sangat kental. Mereka memiliki lembaga adat yang tetap merawat sejarah peradaban.
Meski hanya sepintas kami menyaksikan suasana makan bersama di Baruga Binawakili, namun terbersit dalam pikiran saya bahwa inilah wajah peradaban Negeri Buton. Suasananya hampir sama dengan aktivitas di pusat Kesultanan Buton. Duduk bersila dan makan bersama dan menikmati suguhan dari talang yang berisi makanan tradisional Buton. Sungguh pemandangan yang bercerita bahwa inilah kami, dengan kekayaan warisan budaya yang tak pernah lapuk.
Usai shalat Zuhur, rangkaian kegiatan kembali dilanjutkan. Lokasinya masih di kawasan Baruga Binawakili. Agendanya adalah atraksi Tari Fomani. Tampaknya acara ini juga menjadi bagian yang paling dinantikan oleh masyarakat. maklum, dilaksanakan sekali setahun. Dalam atraksi tari Fomani ini saya menyaksikan banyak ornament sejarah. Ada dua kelompok dengan perangai yang berwibawa. Seolah siap menghadapi kondisi genting untuk melindungi negeri. Ada yang yang menafsirkan suasana penyambutan tamu oleh prajurit.
Semua menjadi pemandangan menarik. Saya tidak terlalu memahami maknanya yang mendalam. Mungkin suatu saat akan kesana lagi untuk menggali cerita dan latar belakang dari Pesta adat ini. Karena pasti memiliki makna filosofis seperti di lembaga adat di 72 kadie kesultanan Buton.
Saat itu, Bupati Buton Selatan H Muhammad Adios juga tetap setia menyaksikan proses pesta adat Meta’ua hingga Fomani di sore hari. Namun tak sampai tuntas karena harus mengikuti agenda lainnya. Sebelum neinggalkan lokasi, saya sempat berbincang dengan pak Bupati.

“saya terharu menyaksikan sambutan masyarakat siompu di acara adat ini. Ini menandakan bahwa disini tercipta kedamaian dan ini adalah kekuatan besar. Semoga tak ada lagi perselisihan di tengah masyarakat karena kita memiliki adat dan tradisi yang kental,” sekilas itu yang disampaikan Bupati Adios kepada saya saat meminta pendapatnya tentang acara ini.
Satu lagi pemandanga menarik yangsaya saksikan, ditengah atraksi Tari Fomani, ada beberapa orang tua dan anak balita yang memasuki arena dengan membawa serta beberapa lembar uang puluhan dan seratusan ribu rupiah. Rupanya ini ada makna yang diyakini. Bahwa uang itu disiapkan orang tua secara sukarela dengan maksud dan keyakinan agar anak anak mereka terhindar dari penyakit dan masalah pertumbuhan. Mirip dengan makna ‘pedhole dhole’ untuk anak balita di Kesultanan Buton. Istilah modernnya adalah imunisasi tapi dalam balutan tradisi lokal. Ini adalah sebuah ‘Nazar’ dari orang tua untuk kebaikan anak anaknya.
Hari menjelang sore, namun atraksi belum berakhir tapi sayang sekali kami harus kembali ke Kota Baubau. Kata teman saya, prosesinya belum berakhir sebelum Ketua Adat (Parabela) masuk ke lapangan dan menandai akhir atraksi. Tapi baiklah, semoga di momen tahun berikutnya saya akan kembali hadir di Pulau Indah Siompu untuk mengikuti proses pesta adat ini lebih lama.
Salam hangat untuk masyarakat dan para tokoh adat di Siompu khususnya masyarakat adat Binawakili. Masyarakat yang santun dan menjunjungi tinggi nilai kebersamaan. Mereka mampu merawat tradisi yang menjadi warisan leluhur untuk dimaknai oleh generasi masa depan….*****
Catatan : Bardin
Sahabat, selamanya akan tetap jadi sahabat dan tidak akan tergantikan. Mungkin ini juga yang menjadi komitmen Alumni SMAN 2 Baubau angkatan 94 atau yang lebih dikenal dengan Gerbong 94. Sejak tamat SMA sudah lebih dari tiga decade namun komunikasi rekan alumni tetap terjaga. Semua berjalan dengan tanpa ada hambatan. Meski sebagian juga tak secara langsung berbaur karena berada diluar daerah atau karena kesibukan masing masing.

Saya menyaksikan kebersamaan rekan seangkatan ini layaknya sebuah komitmen untuk saling merekatkan silaturahmi. Pasalnya, banyak hal yang dibahas setelah semua telah melewati pengalaman panjang dan telah sukses menjadi sosok yang memiliki tanggung jawab.
Ada hal menarik yang terjadi di Gerbong 94 Smada Baubau ini. Setiap ada momen penting selalu hadir ide untuk melakukannya secara bersama. Sebut saja saat peringatan Maulid Nabi Muhammad tahun ini. Alumni kompak untuk melaksanakan dengan mengikuti tradisi budaya dalam acara yang dikenal masyarakat Buton dengan sebutan Haroa.
Kegiatan Haroa dilaksanakan di Baruga Keraton Kesultanan Buton Sabtu (20/9/2025). Para alumni telah membagi tugas untuk persiapan. Tak ada keluhan untuk momen kehadiran semua rekan alumni. Namun, ada komitmen kebersamaan yang memberi ruang untuk saling memaklumi kesibukan. Jadi tak jarang sebagian alumni hanya mengikuti kegiatan melalui informasi dalam grup.

“Kita itu sudah sepakat dan saling memahami satu sama lain, kegiatan tetap kita komunikasikan dan semua mendapat informasi melalui grup. Tak ada tekanan satu sama lain. Bahkan teman dari luar daerah juga selalu aktif memberi support,” ujar seorang Alumni SMADA 94.
Secara pribadi, saya pun merasakan kebersamaan itu sangat terjalin dan tetap dipertahankan. Bahkan, saya mungkin satu diantara rekan yang jarang bergabung dalam kegiatan. Namun, itulah hebatnya sahabat sahabatku di Gerbing 94 ini. Mereka selalu memberi support apapun kondisinya tetap saling memahami.
Hari itu, semua menyaksikan persiapan sejak awal hingga pelaksanaan Haroa hingga akhir. Khususnya bagi yang tidak berkesempatan hadir. Namun, mereka mengaku bangga dan salut karena kegiatan tetap berjalan.
BAnyak sudah yang dilakukan oleh Sahabat Gerbong 94 Smada Baubau. Kegiatan sosial, memberi santunan anak yatim hingga bahu membahu mempersiapkan kegiatan keagamaan internal seperti Khataman Quran dan lainnya.

Tak mampu melukiskan betapa kebersamaan kami di Gerbong 94 ini sangat kental. Semua saling menghargai dan tidak ada yang merasa istimewa. Meskipun saat ini rekan seangkatan sudah ada yang menjadi pejabat, politisi, pengusaha sukses dan profesi lainnya. Satu yang tidak berubah, bahwa kami pernah mengenakan putih abu abu bersama. Semua dulu bukan siapa siapa.
Karena berkat doa dan kesungguhan semua, hari ini beragam profesi telah kami sandang. Kami tetap kami yang dulu untuk posisi sebagai teman dan sahabat. Saat kumpul bersama, kami komitmen untuk menanggalkan embel embel jabatan yang ada.
Itulah kami, Gerbong 94 Smada Baubau yang terus berkomitmen untuk bersama menjalani kehidupan. Berharap jadi inspirasi bagi anak dan generasi mendatang. Bahwa Sampai kapanpunsahabat tetaplah sahabat dan tak akan tergantikan. ****
Bupati Busel H. Muh Adios : “Tradisi Budaya Bisa Ciptakan Kedamaian di Tengah Masyarakat”
BUTON SELATAN, KERATONNEWS.CO.ID – Bupati Buton Selatan H Muh Adios mengharapkan agar tradisi adat dan budaya masyarakat khususnya di Buton Selatan bisa menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan.
Hal ini disampaikan Adios saat menghadiri Acara adat Tahunan Meta’uA di Kecamatan Siompu Sabtu (20/9/2025).
Menurut orang nomor satu Buton Selatan ini, kebersamaan masyarakat dalam kegiatan adat dan budaya memberi harapan akan jalinan silaturahmi dan menghindari perselisihan.
“Saya sangat apresiasi antusias masyarakat yang mempersiapkan acara adat Meta’uA ini. INi bukti kebersamaan dan kekompakan. Dan jika ini dirawat dengan baik oleh masyarakat, maka saya yakin tidak akan ada perpecahan di masyarakat,” katanya.

Kepedulian Bupati Buton Selatan akan kegiatan adat di Siompu ini juga diakui La Amirudin yang juga ketua panitia penyelenggara. Ia mengaku, sejak awal persiapan dan pembahasan rencana kegiatan, Bupati Buton Selatan juga telah hadir dan berbincang bersama para tokoh adat dan masyarakat di Kecamatan Siompu.
“Ini bukti perhatian Bupati Bapak H Adios, sejak persiapan sudah hadir di Baruga Binawakili ini. Dan saat ini pada puncak Pelaksanaan juga bersedia hadir hingga sore hari bersama masyarakat,” kata La Amirudin.
Sementara itu, Ketua Adat Binawakili Pomili Womal mengatakan pelaksanaan pesta adat Meta’uA ini salah satu tujuannya adalah mengingatkan kepada generasi muda tentang perjalanan sejarah masa lalu. Dimana ada peran besar dari para pendahulu di negeri ini untuk menanamkan nilai nilai patriotisme dan menjunjung tinggi nilai kebenaran.

“Kita berharap ini menjadi motivasi kepada generasi muda karena pesta adat ini memiliki makna filosofis warisan pendahulu. Ada semangat perjuangan dan pengorbanan dalam menjaga harkat dan martabat negeri,”ujar Pomili Womal yang juga anggota DPRD Buton Selatan.
Pantauan Media ini, suasana di momen Pesta adat Meta’uA sangat meriah dan dipenuhi masyarakat yang tumpah ruah di Baruga Binawakili. Warga juga disuguhkan penampilan para tokoh adat dalam tradisi adat ‘Fomani’.
Turut hadir mendampingi Bupati Buton Selatan Pj Sekda La Ode Harwanto dan sejumlah kepala OPD Lingkup Pemerintah Daerah Buton Selatan. (Red)
LM Syahrir, S.Pd : “Menjadi Bekal Siswa Mengenal Dunia Jurnalistik”
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Para siswa SMAN 1 dan SMAN 3 Baubau berkolaborasi mengikuti kegiatan pelatihan Jurnalistik Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di SMAN 1 Baubau mulai 17 hingga 19 September 2025. Peserta yang ikut terdiri dari 50 siswa SMAN 1 Baubau dan 12 Peserta dari Siswa SMAN 3 Baubau.

Kepala SMAN 1 Baubau LM Syahrir, S.Pd usai membuka kegiatan pelatihan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia meyakini, pelatihan Jurnalistik akan memberi dampak positif bagi kemajuan pemikiran siswa. Ia berharap, pasca kegiatan pelatihan yang meskipun dilaksanakan hanya beberapa hari, para siswa memiliki pemahaman minimal tentang dasar jurnalistik. Apalagi pemeteri yang dihadirkan adalah Wartawan TV Nasional dan lokal.
“Kami sangat apresiasi kegiatan ini dan diharapkan dapat membangkitkan semangat belajar siswa. Ini sangat berkaitan dengan pengembangan minat dan bakat khususnya bidang jurnalistik. Semoga ini juga bisa melahirkan bibit muda berbakat dalam bidang Jurnalistik,” kata LM Syahrir.

Hal yang sama disampaikan Bardin, pemateri dalam kegiatan pelatihan ini. Ia bersama rekannya Andhy Loppes dari MNC Media akan membimbing peserta dengan maksimal meski dalam waktu yang terbatas. Hal terpenting adalah bagaimana kegiatan pelatihan ini memberi tambahan pengetahuan bagi siswa. Salah satunya dapat membuat sebuah karya jurnalistik dalam bentuk pemberitaan audiovisual.
“Kami menargetkan di akhir pelatihan ini, para peserta memiliki hasil karya jurnalistik dalam bentuk bulletin berita. Para peserta akan diberi tugas untuk membentuk redaksi berita. Kami akan melatih mereka menjadi pembaca berita, reporter, cameramen dan editor,” kata Bardin.

Dari sisi teknis, Andhy Loppes juga memastikan para peserta mendapat kesempatan untuk memperagakan berbagai tehnik baik pengambilan gambar, tehnik wawancara, pengisi suara hingga pembuatan naskah.
“Semua mendapat porsi tugas dan telah kami bentuk kelompok. Masing masing kelompok akan memilih topic berita yang akan dibuat. Selanjutnya akan melakukan liputan di masyarakat. tentunya kami akan mendampingi untuk membimbing di lapangan,” ujar Andhy Loppes.
Kegiatan pelatihan Jurnalistik ini telah dua kali berturut turut dilaksanakan secara kolaborasi antara SMAN 1 Baubau dan SMAN 3 Baubau. Tahun 2024 lalu, kegiatan pelatihan diadakan di SMAN 3 Baubau dan tahun 2025 di SMAN 1 Baubau. (Red)
Wakili Sultra ke FLS3N Tingkat Nasional
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Tim Film Pendek SMAN 3 Baubau kembali meraih juara 1 pada ajang Lomba Film Pendek Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tahun 2025. Sebelumnya, tahun 2024, Tim SMAN 3 Baubau juga meraih Juara 1 cabang yang sama.

Tim Film Pendek SMAN 3 Baubau terdiri dari 3 siswa yakni Sufyan Nur, Ade Melinawati dan Ferlita Furi. Ketiga siswa ini telah mengikuti tahapan seleksi dan penilaian mulai dari tingkat Sekolah, Kota Baubau dan juga meraih Juara 1 di Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.
Kepala SMAN 3 Baubau La Ode Mustafa, S.Pd menyampaikan terima kasih dan rasa bangga kepada siswanya yang berhasil meraih juara 1 pada cabang ini. Ia berharap, prestasi ini dapat meningkatkan semangat belajar bagi para siswa. Selain itu menjadi motivasi kepada siswa lain untuk menghasilkan karya sesuai minat dan bakatnya.
“Tentu kami sangat bangga dengan capaian ini dan saya secara pribadi dan atas nama pihak sekolah juga menympaikan rasa bangga. Semoga ini menjadi penambah semangat bagi siswa baik peserta maupun siswa lainnya,” kata La Ode Mustafa Rabu (10/9/2025).

Film yang digarap SMAN 3 Baubau berjudul “Merajut Mimpi” yang berkisah tentang perjuangan seorang anak untuk meraih sukses ditengah kondisi keluarga yang pas pasan. Karakter pemeran utama oleh siswa Ferlita Furi dan Ade Melinawati. Sedangkan cameramen dan editor Sufyan Nur.
Ade Melinawati yang kini duduk di kelas XI sekaligus sebagai sutradara menceritakan, Film yang digarap berlokasi di Pesisir Pantai Kelurahan Bone-Bone. Disana pemeran utama berperan sebagai anak nelayan dan Pembudidaya rumput laut.
“Jadi, pemeran utamanya ini hanya tinggal dengan ibunya yang bekerja sebagai petani rumput laut. Namun, dalam perjalanannya sang ibu meninggal dunia. Sedangkan ia memiliki cita cita yang mulia untuk membahagiakan ibunya,” kata Ade Melinawati.

Namun, setelah perjuangan panjang yang dilewati dengan kesabaran, sang pemeran utama yang gigih belajar akhirnya mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan dibiayai pemerintah melalui bea siswa.
“Seperti itu singkatnya, yang jelas kita hanya diberi kesempatan untuk membuat film durasi 3 menit tanpa dialog,” kata Ade yang juga siswa Teladan SMAN 3 Baubau ini.
Saat ini, tim Film Pendek SMAN 3 Baubau akan mempersiapkan diri pada ajang Lomba FLS3N tingkat Nasional mewakili Sulawesi Tenggara. (Red)