
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Untuk memperkuat daerah sebagai Kota Budaya di kancah nasional, Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau berencana akan ada pembangunan Museum dan Taman Budaya.
Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Baubau, Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc usai mendampingi Wali Kota Baubau saat menerima sara kidina perangkat masjid agung keraton wolio di rujab Wali Kota Baubau Senin (02/03/2026).
Dalam keterangannya, adanya peluang pembangunan museum dan taman budaya melalui dukungan Kementerian Kebudayaan. Pemkot Baubau saat ini tengah serius menyiapkan lokasi yang paling strategis dan menjadi kandidat kuat yakni di area Keraton.
”Alasan pemilihan lokasi di area keraton karena fasilitas ini harus berada di titik ikonik yang mencerminkan identitas daerah,” ungkap Wa Ode Hamsina Bolu
Lanjutnya, dalam pertemuan di Jakarta, juga dibicarakan soal berdirinya Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah Sulawesi Tenggara secara mandiri (terpisah dari Makassar). Hal ini mengingat beban kerja balai di Makassar sangat tinggi dengan banyaknya objek yang dinaungi, sehingga sangat siap jika kantor Balai Pelestarian Kebudayaan Sultra ditempatkan di Baubau.Dan Pemkot Baubau menyatakan kesiapan penuh untuk menyediakan lahan.
Kemudian, apa yang menjadi permintaan Kota Baubau ternyata mendapat respon positif langsung datang dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Bahkan, dalam pertemuan tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan ketertarikannya untuk melihat langsung potensi budaya di eks-Pusat Kesultanan Buton ini.
"Ini suatu keberkahan. Pak Menteri bahkan bilang tidak usah menunggu lebaran, beliau ingin segera datang. Kemungkinan dalam satu hingga dua minggu ke depan beliau akan tiba di Baubau. Dan tentu kedatangan Menteri Kebudayaan diharapkan menjadi momentum percepatan berbagai proyek strategis kebudayaan yang tengah diusulkan oleh Pemerintah Kota Baubau,”tutupnya. (Rin/Red)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Pemerintah Kota Baubau menyambut hangat inisiatif mulia dari dunia akademis dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.Hal ini terlihat saat Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, SE, menerima audiensi dari jajaran Tim Kesehatan Gigi Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Selasa (03/03/2026).
Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Wali Kota Baubau tersebut turut didampingi oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau dr Frederik Tangke Allo, Sp.B dan Plt Direktur RSUD Baubau dr Kenangan. Audiensi ini dilakukan dalam rangka koordinasi persiapan pelaksanaan Bakti Sosial (Baksos) Pelayanan Kesehatan .Gigi yang rencananya akan menyasar empat kecamatan di wilayah Kota Baubau.
Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan dukungan penuhnya terhadap program yang diinisiasi oleh FKG UMI. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan sangat diperlukan untuk menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di sektor kesehatan gigi dan mulut.
"Kami sangat mendukung penuh kegiatan ini. Kehadiran tim ahli dari FKG UMI Makassar merupakan berkah bagi warga kami. Saya berharap kegiatan ini berjalan sukses dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat di empat kecamatan sasaran," ujarnya.
Sementara itu, keterlibatan langsung Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Baubau dalam audiensi ini memastikan bahwa teknis pelaksanaan di lapangan akan terintegrasi dengan fasilitas kesehatan lokal. Koordinasi ini meliputi penyediaan sarana pendukung di lokasi baksos dan pemetaan kebutuhan pasien di empat kecamatan yang dipilih.(Rin/Red)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Wali Kota Baubau, H.Yusran Fahim tekankan sinergitas dan evaluasi perubahan anggaran tahun 2026 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027. Hal ini disampaikan dalam pertemuan di aula lantai II Kantor Wali Kota Baubau, Jumat (27/02/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota menekankan tiga pilar utama: Sinergitas, Evaluasi Komprehensif, dan Kondusifitas Daerah.
Orang nomor satu di Kota Baubau ini menyoroti catatan kritis pada tahun sebelumnya, di mana terdapat beberapa kegiatan yang tidak berjalan maksimal bahkan berujung pada status gagal bayar. Karena itu, agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak lagi bekerja dalam kotak "ego sektoral" dan lebih peka terhadap dinamika lapangan dan proaktif mencari solusi tanpa menunda penyelesaian masalah.
"Saya berharap kita semua antar-OPD saling bekerja sama. Kita harus bercermin pada pengalaman lalu agar pembangunan yang sudah direncanakan dijaga dengan baik. Jangan sampai terjadi lagi gagal bayar. Kita evaluasi kembali kenapa itu bisa terjadi agar di tahun-tahun mendatang tidak terulang," tegasnya.
Untuk itu, pihaknya meminta seluruh kepala OPD untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap progres fisik yakni memastikan kualitas bangunan dan infrastruktur sesuai standar. Kemudian serapan anggaran dengan melakukan eksekusi program prioritas tepat waktu sebelum akhir tahun anggaran. Serta dampak Sosial yakni memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sedangkan, menghadapi tahun 2027, Pemerintah Kota Baubau akan memperkuat Kemandirian Fiskal. Mengingat adanya dinamika pada Transfer Ke Daerah (TKD), OPD pengelola pendapatan diinstruksikan untuk memaksimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain itu, seluruh program pembangunan harus diselaraskan dengan agenda strategis nasional dan difokuskan pada pelayanan publik yang menyentuh masyarakat secara langsung.
Lebih lanjut dijelaskan, pada tahun 2027 ditetapkan enam arah kebijakan utama yang wajib menjadi fokus seluruh jajaran pemerintah yaitu pengembangan Inovasi Pembangunan, Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Kesehatan, Pelestarian Budaya dan Pengembangan Ekonomi Kreatif, Penguatan Infrastruktur Dasar Perkotaan, Penataan Tata Kelola Pemerintahan dan Layanan Publik Berbasis IT.
Wali Kota juga mengingatkan pentingnya integrasi program agar visi dan misi pembangunan Kota Baubau dapat terwujud secara berkelanjutan dan membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.(Rin/Red)
KENDARI, GAGASSULTRA.COM – Sales Area Manager (SAM) Retail Sulawesi Tenggara (Sultra), Agung Surya Pranata, menyampaikan kesiapan Pertamina dalam menghadapi momen Ramadhan dan Idul Fitri 2026. Pertamina memproyeksikan adanya peningkatan konsumsi BBM dan LPG di wilayah Sulawesi Tenggara sebesar 6–8 persen dibandingkan rata-rata normal. Hal Ini disampaikan saat momen buka puasa bersama jurnalis di Kota Kendari beberapa waktu lalu.
Dikatakan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah strategis guna memastikan ketahanan stok serta kelancaran distribusi energi selama periode Ramadhan hingga arus mudik dan arus balik Idul Fitri.
“Kami sudah mempersiapkan berbagai skema untuk mencapai prediksi kenaikan 6–8 persen. Koordinasi telah kami lakukan dengan berbagai stakeholder, termasuk pemerintah daerah, perbankan, hingga media, guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, dalam menghadapi lonjakan konsumsi, Pertamina Sultra telah menyiapkan langkah strategis diantaranya,
SPBU Siaga dan Agen Siaga di sejumlah titik strategis, Optimalisasi 17 lembaga penyalur yang tersebar di Sulawesi Tenggara, Koordinasi intensif dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dan Kerja sama dengan perbankan untuk memastikan operasional transaksi tetap berjalan selama libur panjang.
“Kita juga telah menyampaikan kesiapan tersebut dalam rapat koordinasi bersama pemerintah daerah guna memastikan harga dan ketersediaan energi tetap stabil selama periode Ramadhan dan Idul Fitri,”jelasnya.
Antisipasi Arus Mudik dan Arus Balik
Pertamina memprediksi arus mudik mulai meningkat satu minggu sebelum Idul Fitri, dengan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada H+1 dan H+2 Lebaran. Menghadapi momentum tersebut, seluruh SPBU dan pangkalan LPG siaga akan tetap beroperasi untuk melayani kebutuhan masyarakat, termasuk di jalur-jalur utama mudik di Sulawesi Tenggara.
Langkah ini dilakukan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan serta tradisi mudik dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan BBM maupun LPG. (Hasrin/Red)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, SE menyatakan dukungannya pada kegiatan pemanfaatan hutan mangrove di Lakologou sebagai kawasan blue carbon sekaligus pengembangan wisata bahari yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Baubau melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.
Hal itu diungkapkan saat memimpin rapat koordinasi melalui daring terkait pemanfaatan kawasan hutan mangrove Lakologou untuk blue carbon bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dalam hal ini Direktur pesisir dan pulau-pulau kecil di ruang kerja Wali Kota Baubau pada Jumat (27/02/2026).
Wali Kota Baubau secara tegas menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk segera melakukan langkah-langkah konkret dan terukur, mulai dari percepatan sertifikasi lahan, pengawalan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPR), penguatan regulasi tata ruang, pelibatan masyarakat, hingga penyusunan roadmap implementasi, agar program pemanfaatan mangrove berbasis blue carbon dan wisata bahari ini dapat segera terealisasi dan menjadi model pengelolaan mangrove berkelanjutan di Indonesia.
“Pemkot Baubau mengucapkan terima kasih kepada Direktur pesisir dan pulau-pulau kecil dan dukungan untuk percepatan pemanfaatan mangrove di Kota Baubau sehingga bisa bernilai ekonomi dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”ungkapnya.
Hal senada dikatakan Wakil Wali Kota Baubau Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc, komitmen kuat Pemerintah Kota Baubau untuk menjadikan kawasan mangrove sebagai model pengelolaan blue carbon nasional. Karena itu, dalam daring tersebut, secara langsung meminta kepada Direktur pesisir dan pulau-pulau kecil Dr Ahmad Aris SP, M.Si agar Kota Baubau dapat dijadikan role model pemanfaatan hutan mangrove untuk blue carbon di Indonesia, sebagai wujud kontribusi daerah dalam mendukung agenda mitigasi perubahan iklim dan pembangunan ekonomi biru yang berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Dr Ahmad Aris SP, M.Si Kementerian Kelautan dan Perikanan menekankan tiga hal utama sebelum berbicara lebih jauh mengenai pemanfaatan blue carbon status lahan harus clear and clean. Pertama, Pemerintah Daerah perlu mengajukan hak pakai melalui proses sertifikasi agar memiliki kepastian hukum. Kedua, lokasi harus sesuai peruntukan, yaitu benar-benar berada pada kawasan yang memiliki potensi dan kriteria sebagai lokasi blue carbon. Ketiga, pelibatan masyarakat setempat menjadi prioritas utama, sebelum membahas skema pemanfaatan, perdagangan karbon, maupun pengembangan lainnya.
Selain itu, berkomitmen untuk mendukung penuh dan mengawal proses penerbitan PKKPR sehingga seluruh tahapan administrasi dan regulasi dapat berjalan sesuai ketentuan. Dan pemerintah pusat akan mendampingi Kota Baubau dalam menyiapkan skema agar kawasan mangrove tersebut dapat memiliki nilai ekonomis dari blue carbon, dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, turut hadir dalam daring tersebut yakni, Kepala Dinas Perikanan Yuli Widiarti, ST, M.Si, Kepala Dinas Pariwisata Dr H Moh Idrus Taufik Saidi, Perwakilan Dari Dinas PU Kota Baubau, perwakilan Dari Badan Pengelola Keungan dan Aset Daerah, Perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup perwakilan dari Pertanahan Kota Baubau, Camat Kokalukuna, Camat Lea-Lea, Lurah Lowu-Lowu dan Lurah Lakogou.(Rin/Red)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Pemerintah Kota Baubau kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam mendukung sektor ekonomi kerakyatan melalui pembukaan Festival UMKM Portal Ramadhan Tahun 2026. Acara yang dipusatkan di pelataran gedung pusat Pelayanan Usaha Terpadu (PLUT) KUKM ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE, Selasa (24/02/2026).
Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE pada kesempatan tersebut mengatakan, UMKM bukan sekadar penggerak ekonomi biasa, melainkan tulang punggung ketahanan daerah. Pihaknya mengapresiasi ribuan unit usaha di Baubau yang terus menunjukkan kemandirian dan kreativitas, mulai dari sektor kuliner hingga kerajinan tangan.
"UMKM kita dikenal tangguh dan kreatif dalam mengolah potensi lokal. Di tengah persaingan usaha yang semakin kompetitif, pengembangan sektor ini menjadi skala prioritas pemerintah karena kontribusinya yang sangat besar bagi masyarakat," ungkapnya.
Dijelaskan, optimalisasi usaha mikro kecil memerlukan keterlibatan banyak pihak (multi-pihak). Karena itu, kepada dunia usaha, BUMN, media, dan masyarakat berkolaborasi secara konkret mendukung produk lokal.
Untuk itu, Portal Ramadhan 2026 merupakan bagian dari misi besar pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kota yang inovatif dan inklusif. Selain itu,menumbuhkan ekonomi berbasis potensi daerah, perdagangan, dan jasa. Kemudian, mendorong munculnya wirausaha baru yang mampu membaca peluang unik, bukan sekadar wirausaha karena keterpaksaan.
Sementara itu, dipilihnya pelataran Gedung PLUT sebagai lokasi festival bukan tanpa alasan.Pasalnya, PLUT sebagai "Rumah Besar" bagi para pelaku usaha untuk belajar, berkonsultasi, dan berkembang bersama.(Rin/Red)
KENDARI, GAGASSULTRA.COM - Dewan Pimpinan Cabang Partai Hati Nurani Rakyat (DPC Hanura) Buton Utara (Butur) mantapkan kepengurusan partai. Hal ini disampaikan Ketua DPC Hanura Butur terpilih periode 2025 - 2030, Ua Rahman kepada media ini, Minggu,22/02/2026).
Dikatakan, pasca pelaksanaan musyawarah serentak DPC Hanura Se Sultra beberapa waktu lalu, pihaknya sudah mempersiapkan kepengurusan Partai Hanura untuk mendukung roda kegiatan partai.
“Saat ini untuk kepengurusan partai di tingkat DPC sudah kita tuntaskan dan sudah laporkan ke DPD Hanura Sultra,”jelasnya.
Selanjutnya, untuk mendukung kegiatan partai hingga ke tingkat pimpinan anak cabang (PAC) secara umum sudah siap. Hal ini juga sesuai dengan arahan dari Ketua DPD Hanura Sultra, Fajar Ishak Daeng Jaya untuk menyiapkan Sultra menjadi lumbung suara Partai Hanura.
“Sejak terpilih menjadi Ketua Hanura saya bertekad untuk mengibarkan bendera partai hingga ke pelosok Buton Utara sebagai bekal menuju Pilcaleg 2029,”terangnya.
Untuk komposisi kepengurusan, kata Ua, berasal dari tokoh masyarakat, pemuda dan kader partai yang siap menjalankan roda partai.
“Insyaallah dengan kepengurusan yang kita bentuk ini mewakili semua komponen, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda dan kader partai yang siap berjuang bersama membesarkan partai,”ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan, dengan komposisi kepengurusan DPC Hanura Butur saat ini, pihaknya optimistis bisa mengembalikan Marwah partai yang sebelumnya sudah menyatu dengan masyarakat Butur.
“Saya optimis bisa mengembalikan kebesaran Hanura di Buton Utara,”tegasnya. (Rin/Red)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Suasana area parkir Lippo Plaza Baubau tampak berbeda pada Jumat sore (20/02/2026). Ratusan warga dan pelaku usaha berkumpul menyambut pembukaan Saung Ramadhan Lippo Jilid enam, sebuah event tahunan yang kini telah menjadi ikon kebersamaan masyarakat Kota Baubau di bulan suci ramadhan.
Acara ini dibuka langsung oleh Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE yang hadir memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Dikatakan, Saung Ramadhan bukan hanya sekedar pusat kuliner atau tempat membatalkan puasa.
"Momen seperti ini mengingatkan kita untuk saling berbagi dan peduli. Ini adalah ruang untuk mempererat tali silaturahmi di tengah kesibukan kita sehari-hari," ujarnya di hadapan para tamu undangan dan pengunjung.
DItambahkan, tahun 2026 menjadi catatan penting karena kegiatan ini telah memasuki pelaksanaan tahun keenam. Bertahannya event ini membuktikan adanya komitmen kuat untuk menghadirkan ruang yang bernuansa religi sekaligus memiliki nilai sosial dan ekonomi yang nyata.
Dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat, di antaranya akselerasi UMKM untuk menghidupkan geliat usaha lokal. Kemudian peluang usaha musiman dengan memberikan ruang bagi pedagang baru untuk mencari rezeki di bulan Ramadhan. Selain itu, untuk perputaran Ekonomi akan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Orang nomor satu di Kota Baubau ini menitipkan pesan penting kepada panitia dan pengunjung. Disamping itu, mengimbau agar aspek ketertiban, kebersihan, dan keamanan tetap menjadi prioritas utama selama kegiatan berlangsung hingga akhir Ramadhan nanti.
"Mari kita tunjukkan bahwa Kota Baubau mampu menyelenggarakan kegiatan yang religius, tertib, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat," tutupnya.
Kegiatan ini juga dihadiri Sekretaris Daerah Kota Baubau, Forkopimda dan sejumlah pimpinan OPD. Pantauan media ini lokasi saung ramadhan yang dilaksanakan di area parkir Lippo Plaza Baubau dipadati pengunjung. (Rin/Red)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Wali Kota Baubau, H Yusran Fahim SE melantik La Ode Endang ST sebagai Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Polima. Prosesi pengambilan sumpah jabatan, dilaksanakan di ruang kerja Wali Kota, Jumat (20/2/2026).
Wali Kota Baubau, H.Yusran Fahim dalam sambutannyanya mengatakan, Perumda Polima adalah instrumen strategis. Bukan sekadar badan usaha, melainkan motor penggerak pelayanan publik sekaligus sumber Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk itu, Direktur yang baru dilantik agar segera menetapkan target yang terukur dan realistis. Selain itu, pentingnya manajemen berbasis perencanaan bisnis yang matang.

Foto bersama usai melantik Direktur Perumda Polima di ruang kerja Wali Kota Baubau
"Perumda harus dikelola secara profesional, berbasis analisis pasar yang akurat, serta pengelolaan risiko yang terukur," pesan Wali Kota Baubau.
Selain itu, aspek bisnis integritas menjadi poin utama sehingga Direktur diwajibkan memegang teguh kontrak kinerja, menghindari konflik kepentingan, dan menjauhkan diri dari praktik penyalahgunaan wewenang. Transparansi serta akuntabilitas harus mendarah daging dalam budaya kerja perusahaan.
Untuk itu, pihaknya menaruh harapan besar agar dalam waktu dekat terdapat peningkatan kinerja nyata, khususnya pada tujuh divisi yang dikelola oleh Perumda Polima, yaitu, Divisi Pengelolaan Pasar Wameo, Divisi Kawasan Kotamara dan Islamic Centre, Divisi Pengelolaan Kawasan Pantai Kamali, Divisi Pengelolaan Gedung Maedani, Divisi Pengelolaan Kawasan Pelabuhan, Divisi Pengelolaan Usaha SPBU dan Divisi Pengelolaan Rusunawa.
"Optimalisasi Divisi ini diharapkan tidak hanya mendulang laba, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha produktif lainnya sesuai kebutuhan masyarakat Baubau," jelasnya.
Kemudian, guna mendukung percepatan kinerja direksi baru, Wali Kota menginstruksikan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan jajaran OPD teknis terkait untuk segera melakukan konsolidasi, percepatan sinergisitas dan harmonisasi regulasi, termasuk mempersiapkan teknis penyertaan modal agar jajaran Perumda Polima, agar dapat langsung bergerak cepat.
"Selamat bekerja, diharapkan Direktur terpilih untuk membuktikan kapasitasnya sebagai pilihan terbaik dalam membawa Perumda Polima ke arah yang lebih maju dan kompetitif," tutupnya. (Rin/Red)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Pemerintah Kota Baubau menggelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, Rabu (18/02/2026). Bertempat di aula Kantor Walikota Baubau Palagimata.
Forum ini menjadi tonggak penting dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan Kota Baubau yang partisipatif dan transparan.
Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, SE, dalam sambutannya menegaskan, forum RKPD bukan sekadar formalitas administratif, melainkan ruang dialog krusial antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat.
"RKPD 2027 adalah dokumen strategis yang menjadi pedoman kebijakan kita. Melalui forum ini, kita ingin memastikan arah pembangunan benar-benar mencerminkan aspirasi masyarakat dan selaras dengan RPJMD 2025-2029," ujarnya.
Dikatakan, fokus utama Pemkot Baubau di tahun 2027 adalah pengembangan berbagai inovasi pembangunan. Semangat ini mencakup progresivitas yang tetap berakar kuat pada kearifan lokal. Enam pilar utama yang menjadi motor penggerak pembangunan pada program inovasi prioritas 2027 yaitu pertama, pemberdayaan ekonomi masyarakat berupa stimulus untuk kemandirian ekonomi warga. Kedua, peningkatan Kualitas Pendidikan dan Kesehatan dengan menjamin akses layanan dasar yang bermutu.
Ketiga, pelestarian budaya dan ekonomi kreatif dengan mengangkat potensi lokal ke kancah yang lebih luas. Keempat, penguatan infrastruktur dasar perkotaan yakni pembangunan fisik yang menunjang mobilitas dan kenyamanan. Kelima, penataan tata kelola pemerintahan dengan melakukan reformasi birokrasi yang efisien. Dan keenam, layanan publik berbasis IT berupa digitalisasi layanan untuk kemudahan masyarakat.
"Dengan semangat gotong royong, mari kita jadikan Baubau kota yang inovatif dan berdaya saing tanpa melupakan nilai-nilai budaya kita,"bebernya.
Sementara itu, forum konsultasi publik RKPD Kota Baubau tahun 2027 juga menghadirkan sejumlah pakar dan pejabat teknis untuk memberikan pendalaman materi diantaranya Dr. Sunaryo Mulyo, MT yang memaparkan urgensi penataan tata ruang kota yang terintegrasi. Kemudian, Dr. La Ode Abdul Munafi yang memaparkan perspektif mengenai strategi pemajuan kebudayaan daerah. Yuli Widiarti, ST, M.Si Kadis Perikanan dan Plt Kadis BPKAD yang membahas langkah-langkah optimalisasi pengelolaan keuangan daerah agar tetap akuntabel. Serta Moh. Abduh, S.ST., M.Si Kepala Bapperida Kota Baubau yang mempresentasikan Rancangan Awal RKPD Kota Baubau sebagai kerangka teknis pembangunan.
Pada kesempatan tersebut, sebagai bentuk komitmen bersama, acara diakhiri dengan penandatanganan berita acara yang dilakukan oleh Wali Kota Baubau, Ketua DPRD Kota Baubau, Kepala Bapperida, serta Rektor Perguruan Tinggi sebagai perwakilan akademisi.(Hasrin Ilmi/Red)