Rabu, 10 Jun 2026 15:33

Sosialisasi Pengabdian Masyarakat Politeknik Baubau, PKK Bone-Bone Didorong Olah Sampah Organik Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Rate this item
(2 votes)
Tim Dosen Pengabdian Masyarakat Politeknik Baubau bersama Lurah dan pengurus PKK Kelurahan Bone-bone Tim Dosen Pengabdian Masyarakat Politeknik Baubau bersama Lurah dan pengurus PKK Kelurahan Bone-bone

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Dosen Politeknik Baubau menggelar sosialisasi pelaksanaan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk "Pemberdayaan Kelompok PKK Melalui Inovasi Eco Enzim dan Produk Turunannya dari Sampah Organik untuk Penguatan Ekonomi Kreatif Berbasis Lingkungan" di Aula Kelurahan Bone-Bone, Kota Baubau, Rabu (10/06/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya kader PKK, mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Ketua Tim PKM, Dr. Sarni, S.Si., M.Si, menjelaskan, persoalan sampah organik masih menjadi tantangan yang dihadapi masyarakat. Selama ini, sebagian besar sampah organik rumah tangga langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tanpa melalui proses pengolahan.

Ketua Tim PKM Dosen Politeknik Baubau, Dr.Sarni,S.Si, M.Si saat sosialisasi 

"Kita ketahui permasalahan sampah organik masih menjadi tantangan yang dihadapi banyak masyarakat. Sampah organik rumah tangga pada akhirnya berakhir di TPA tanpa diolah atau dimanfaatkan sebelumnya. Padahal, jika dikelola dengan baik, sampah organik dapat menghasilkan produk yang bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi lingkungan," ujarnya.

Melalui program tersebut, tim pengabdian memperkenalkan inovasi eco enzim, yakni cairan hasil fermentasi limbah organik yang memiliki berbagai manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Dr. Sarni, eco enzim dapat digunakan sebagai pembersih alami non-kimia untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, seperti pembersih lantai, mencuci piring, mencuci pakaian, hingga penghilang bau. Selain itu, eco enzim juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair (POC).

"Eco enzim ini juga dapat menjadi bahan dasar pembuatan produk turunan yang memiliki nilai tambah ekonomi, seperti sabun cair serbaguna dan sabun batang untuk mandi. Jadi, selain bermanfaat bagi lingkungan, inovasi ini juga berpotensi menjadi peluang usaha yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga," jelasnya.

Dikatakan, kelompok PKK memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Karena itu, program ini dirancang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis.

"Kami fokus pada pembuatan eco enzim terlebih dahulu sebagai bahan dasar, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan produk turunannya berupa sabun cair dan sabun batang," katanya.

Lurah Bone-bone bersama Tim Dosen Politeknik Baubau saat pembukaan sosialisasi 

Program pengabdian tersebut dilaksanakan selama tiga bulan. Tahapan kegiatan dimulai dari sosialisasi, pelatihan atau workshop, pendampingan, hingga evaluasi terhadap kemampuan peserta.

"Kami berharap melalui kegiatan ini para peserta dapat memahami pentingnya mengelola sampah, menguasai teknik pembuatan eco enzim dan produk turunannya, menumbuhkan jiwa kewirausahaan berbasis lingkungan, serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan," harapnya.

Ia menjelaskan, setelah mengikuti pelatihan, para kader PKK akan didampingi hingga mampu memproduksi secara mandiri produk-produk yang telah diajarkan.

"Ada proses evaluasi melalui lembar observasi untuk melihat sejauh mana keterampilan peserta. Namun kami tetap akan mendampingi kader PKK sampai mereka benar-benar mampu memproduksi sendiri. Targetnya ada produk yang dihasilkan oleh peserta," tambahnya.

Dr. Sarni juga menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan program pengabdian masyarakat yang sepenuhnya didanai oleh Simlitabmas/Bima Kementerian Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi. Tim pelaksana terdiri dari lima orang dosen dengan melibatkan dua mahasiswa sebagai bentuk aktualisasi ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.

Sementara itu, Lurah Bone-bone, Hilman Ane,SH.MH dalam sambutannya menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai program ini sangat bermanfaat karena tidak hanya memberikan solusi terhadap persoalan sampah rumah tangga, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

"Kami sangat senang dan mengapresiasi kegiatan pengabdian dari Politeknik Baubau ini. Kami berharap seluruh kader PKK dapat mengikuti pelatihan dengan serius agar ilmu yang diperoleh benar-benar diterapkan dan memberikan manfaat bagi keluarga maupun lingkungan sekitar," ujarnya.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan kelompok PKK, inovasi eco enzim diharapkan dapat menjadi gerakan nyata dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang produktif, sekaligus memperkuat ekonomi kreatif masyarakat berbasis lingkungan di Kota Baubau.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri Ketua TP PKK Kelurahan Bone-bone, Waode Hikmalasari Djirimu,AMKG dan pengurus PKK Kelurahan Bone-bone. (Hasrin Ilmi/Red).

 

Read 37 times

Pencarian