
JAKARTA, GAGASSULTRA.COM - Pemerintah Kota Baubau meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 kategori Madya dari Pemerintah Pusat. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim SE pada kegiatan Deklarasi dan Pencanangan Universal Health Coverage (UHC) serta Pemberian Penghargaan Pemerintah Daerah Tahun 2026 yang dilaksanakan di Ballroom JI-EXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (27/01/2026).
Award di bidang kesehatan ini diraih sebagai wujud nyata komitmen bersama dalam memastikan seluruh masyarakat Kota Baubau mendapatkan akses layanan kesehatan yang adil dan berkualitas.

Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE usai menerima penghargaan mengatakan, piagam penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar dan didampingi Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti sebagai bentuk apresiasi atas komitmen pemerintah daerah atas kontribusi dan dedikasi dalam mendukung dan memberikan Perlindungan Kesehatan Masyarakat melalui program Jaminan Kesehatan Nasional ( JKN) .
“Penghargaan ini diberikan karena tingkat capaian presentasi keaktifan kepesertaan UHC di Kota Baubau yang mencapai diatas 85 persen dari total jumlah penduduk Kota Baubau ,” ujarnya.
Orang nomor satu di Kota Baubau ini menambahkan, penghargaan di bidang pelayanan publik dengan meraih Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 kategori Madya merupakan pengakuan dari Pemerintah Pusat dan BPJS atas upaya berkelanjutan Pemkot Baubau dalam menjamin pelayanan kesehatan yang mudah, adil, dan merata bagi seluruh warga. (Hasrin Ilmi/Red)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim melantik puluhan pejabat struktural yang terdiri dari pejabat eselon II, eselon III, dan eselon IV di lingkungan Pemerintah Kota Baubau yang berlangsung di Aula Palagimata, Jumat (23/01/ 2026).
Pelantikan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil job fit yang telah dilaksanakan sebelumnya, sekaligus implementasi Peraturan Daerah (Perda) perubahan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK).
Melalui regulasi tersebut, sebanyak 10 OPD digabung (merger) menjadi 5 OPD, sehingga sebagian besar pejabat yang dilantik merupakan pengukuhan jabatan.
Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim pada kesempatan tersebut menegaskan, pelantikan ini merupakan konsekuensi dari penataan kelembagaan pemerintah daerah agar lebih efektif dan efisien.
“Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari hadirnya Perda perubahan OPD dan Perwali SOTK sebagai aturan turunannya. Dengan penggabungan beberapa OPD, maka sebagian besar pejabat yang dilantik hari ini adalah dalam rangka pengukuhan,” ungkapnya.
Meski demikian, Yusran menegaskan bahwa penataan organisasi tidak berhenti sampai di sini. Pemerintah Kota Baubau akan tetap melakukan evaluasi lanjutan sesuai dengan kebutuhan dan dinamika organisasi.
“Setelah Perda ini berjalan, akan dilakukan evaluasi kembali dan disesuaikan dengan kebutuhan. Kita juga akan menyesuaikan dengan kementerian dan lembaga di tingkat pusat untuk mempermudah koordinasi program dan kegiatan,” jelasnya.
Dikatakan, mutasi dan promosi merupakan hal yang wajar dalam birokrasi, baik untuk mengisi kekosongan jabatan maupun sebagai bentuk penyegaran organisasi.
Untuk itu, pihaknya meminta para pejabat yang baru dilantik untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab, profesional, serta mampu menjadi teladan di lingkungan kerjanya masing-masing.
“Jadilah energi-energi baru dan bawa semangat segar untuk melayani publik secara berkualitas. Kita sudah berada di tahun 2026, atau tahun kedua RPJMD. Stop menunda-nunda pekerjaan, sudah saatnya beraksi,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menghilangkan ego sektoral dan memperkuat kolaborasi lintas perangkat daerah demi percepatan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik.
“Sekarang waktunya berkolaborasi dan kerja bersama. Kami akan melakukan evaluasi rutin, baik terhadap kinerja, kompetensi, maupun perilaku saudara-saudara,” pungkasnya.
Pelantikan pejabat ini juga di hadiri Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu, Sekda, La Ode Darusalam dan Pimpinan DPRD Kota Baubau dan Forkompinda.
Daftar Pejabat Eselon II Pemkot Baubau yang Dilantik:
1. La Ode Aswad, S.Sos., M.Si – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Baubau
2. Dr. Dahrul Dahlan, S.STP., M.Si – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Baubau
3. Sitti Munawar, S.STP., M.Si – Asisten Administrasi Umum Setda Kota Baubau
4. Mohamad Tasdik, SH., M.Si – Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum
5. Eko Prasetya, ST., MM – Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan
6. Hanarudin, S.Sos., M.Si – Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat
7. Yaya Wirayahman, S.STP., M.KP – Sekretaris DPRD Kota Baubau
8. Drs. Arif Basari, M.Si – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
9. Yulia Widiarti, ST., M.Si – Kepala Dinas Perikanan
10. Suarmawati, S.Si., M.Si – Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, UKM
11. Abdul Karim, S.Pd., M.Si – Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan
12. Drs. La Ode Muhammad Takdir, M.Si – Kepala Dinas Perhubungan
13. Arlis, S.Pd., M.Pd – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
14. Andi Hamzah Machmud, S.Sos., M.Si – Kepala Dinas Kominfo
15. Abdul Rahman, S.Pd., M.Si – Kepala DP3AKB
16. Ibnu Wahid, ST., MM – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
17. La Ode Ali Hasan, SE – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan
18. Dra. Siti Amalia Abibu, M.Si – Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja
19. H. Idrus Taufiq Saidi, S.Kom., M.Si – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
20. Fanti Frida Yanti, SS., MM – Kepala DPMPTSP
21. Mohamad Amsir Afie, S.Sos., M.Si – Kepala Satpol PP
22. Mohamat Abduh, STP., M.Si – Kepala Bapperida
23. Muhammad Massad, SE., M.Si – Kepala Bapenda
24. La Ode Muslimin Hibali, SE., M.Si – Kepala Pelaksana BPBD
25. Aliman, SE., M.Si – Kepala Badan Kesbangpol. (Hasrin Ilmi/Red)
KENDARI, GAGASSULTRA.COM - Anton Timbang kembali menahkodai Kamar dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026-2031 melalui Musyawarah Provinsi (Muprov) VIII secara aklamasi. Kegiatan ini berlangsung di salah satu hotel di Kota Kendari, Sabtu (14/02/2026).
Proses pelaksanaan Muprov VIII berjalan dinamis yang dibuka oleh Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia, Erwin Aksa, yang mewakili Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie.
Sedangkan, Gubernur Sultra diwakili Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda), Dr. Drs. Ronny Yakub, M.Si, menyampaikan sambutan tertulis yang menekankan pentingnya peran Kadin sebagai mitra strategis pemerintah.

Setelah melalui proses pelaksanaan Muprov VIII, Anton Timbang ditetapkan sebagai Ketua Umum Kadin Sultra terpilih dan menerima bendera pataka sebagai tanda resmi menahkodai Kadin Sultra lima tahun kedepan.
“Saya akan mengibarkan panji Kadin Sultra di seluruh pelosok untuk mendukung kesejahteraan masyarakat,”kata Anton Timbang saat menerima bendera pataka.
Dalam sambutannya usai terpilih sebagai Ketua Kadin Sultra periode 2026-2031 mengatakan, arah kebijakan Kadin Sultra akan melanjutkan visi misi periode sebelumnya. Untuk itu, pihaknya memberikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus Kadin yang sudah bersama dalam lima tahun terakhir.
“Lima tahun adalah waktu yang singkat sehingga kedepannya masih banyak program dan kegiatan yang harus dilaksanakan,”ungkapnya.
Selain itu, Anton Timbang mengajak seluruh pengurus Kadin untuk bersama-sama menjalankan program dan kegiatan secara bersama.
“Kadin tempat kita untuk mengabdi dan membangun kebersamaan. Bukan tempat bersaing,”tambahnya.
Proses pelaksanaan Muprov VIII akhirnya ditutup dan diakhiri dengan foto bersama Ketua Umum terpilih bersama pengurus Kadin 17 Kabupaten/Kota di Sultra. (Rin/Red)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Pemerintah Kota Baubau melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan yang dibuka Wakil Wali Kota Baubau, Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc dipusatkan di pelataran Stadion Betoambari, Jum'at (13/03/2026).
Dalam sambutannya, Wa Ode Hamsinah Bolu mengatakan, pelaksanaan GPM ini sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan kepada masyarakat. Selain itu, GPM ini adalah inisiasi Badan Pangan Nasional untuk memastikan seluruh kabupaten/kota di Indonesia hadir di tengah masyarakat untuk mengantisipasi gejolak harga.

Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu saat membuka kegiatan gerakan pangan murah
Wa Ode Hamsinah Bolu mengapresiasi kinerja Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan yang sigap menghadirkan komoditas pangan berkualitas tinggi dengan harga di bawah pasar atau maksimal sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah."Tujuan utamanya adalah menyediakan pangan berkualitas. Kita bisa lihat sendiri, bawang merah, bawang putih, hingga telur yang disediakan adalah pilihan terbaik namun tetap dengan harga wajar dan terjangkau," ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, kehadiran GPM ini sangat krusial sebagai langkah darurat dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat menjelang hari-hari besar keagamaan terutama menjelang bulan suci Ramadhan tahun 2026.
Secara makro ekonomi jelas Wakil Wali Kota Baubau, GPM adalah instrumen penting untuk mengendalikan inflasi. Pihaknya memberikan apresiasi khusus atas capaian ekonomi Kota Baubau di tahun sebelumnya dimana Kota Baubau berhasil menutup tahun 2025 dengan kondisi ekonomi yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Tentunya Keberhasilan ini merupakan buah kerja keras kolektif, terutama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bersama OPD dan instansi vertikal lainnya.
"Mudah-mudahan GPM ini bisa betul-betul mengintervensi inflasi sehingga harga di tingkat masyarakat tidak melonjak tajam. Kami ingin memastikan masyarakat merasa tenang dalam memenuhi kebutuhan dapurnya. Dan warga Baubau secara umum dapat memanfaatkan momentum ini untuk mendapatkan bahan pokok berkualitas dengan harga yang ramah di kantong,"tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemkot Baubau juga mengikuti zoom secara nasional dan mendengarkan langsung arahan Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang pada intinya meminta tidak boleh ada yang menaikkan harga kebutuhan pokok masyarakat seperti beras, minyak maupun daging menjelang bulan suci ramadhan atau hari-hari besar keagamaan dan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).(Rin/Eki)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Baubau berhasil mengamankan seorang laki-laki berinisial MA (22) warga asal Kabupaten Buton saat menjemput atau mengambil paket narkoba jenis ganja kering di salah satu jasa ekspedisi di Kota Baubau, Sabtu (31/01/2026).
“Bahwa benar Polres Baubau dalam hal ini Satresnarkoba pada hari Sabtu tanggal 31 Januari 2026 sekitar pukul 12.55 Wita telah mengamankan seorang laki-laki yang diduga melakukan tindak pidana narkotika Golongan I jenis ganja,” ungkap Kasi Humas Polres Baubau, Iptu Rino Asnan, pada konferensi pers, Rabu (11/2/2026)
Dalam penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupai narkotika jenis ganja kering seberat 34,83 gram (bruto), satu unit handphone merek Oppo A15 warna biru, satu pembungkus paket JNT warna hitam, dan satu sarung bantal warna merah muda bermotif kucing.
Sedangkan, Kasatres Narkoba Polres Baubau, Iptu Joni Arani pada kesempatan tersebut mengatakan, pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil koordinasi dengan Bea Cukai Kendari dan pihak jasa ekspedisi bahwa ada paket berisi ganja akandi kirim di Kota Baubau.
"Kami langsung berkoordinasi dengan JNT Kendari terkait jadwal pengiriman paket ke Baubau. Pada Jumat, kendaraan yang memuat paket tersebut bergerak dari Kendari dan tiba di Baubau sekitar pukul 15.30 Wita," jelasnya.
Lanjutnya, setelah dipastikan paket tersebut berada di Baubau, pihaknya langsung melakukan pemantauan untuk mengetahui siapa yang akan mengambilnya. Pada Sabtu sekitar pukul 12.45 Wita, pemilik paket datang untuk mengambil kiriman tersebut dan langsung dilakukan penangkapan.
"Dari hasil pemeriksaan awal, ganja tersebut diketahui dibeli melalui media sosial Instagram dari seseorang yang beralamat di Medan. Pelaku mengaku barang haram itu dipesan untuk digunakan sendiri dan tidak untuk diedarkan," tuturnya
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika junto UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, dan atau Pasal 127 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 8 miliar. (Rin/Red)
KENDARI, GAGASSULTRA.COM – Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Tes Bakat Talents Mapping bagi pengurus FORHATI dan KOHATI yang berprofesi sebagai wartawan dan Broadcaster, di KAHMI Center Kendari, Selasa (10/02/2026),
Tes bakat ini menggunakan metode 30Strength Typology (ST-30) yang bertujuan memetakan potensi, minat, dan kekuatan produktif kader perempuan FORHATI & KOHATI, khususnya di bidang jurnalistik dan media. Para peserta selain mengikuti langsung juga sebagian besar mengikuti secara online karena tidak bisa hadir di KAHMI Center.
Korpres FORHATI Sultra, Rahmawati Azi,S.Pd.,M.A mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas kader serta optimalisasi peran perempuan di ruang publik.
“FORHATI Sultra mendorong agar kader-kader perempuan, khususnya wartawan dan Broadcaster dapat mengenali potensi dan kekuatannya secara lebih terarah. Dengan pemetaan bakat ini, kontribusi kader diharapkan semakin maksimal dan sesuai peranya,” ujarnya.
Sementara itu, Praktisi Talents Mapping, Rahmaniar Azi,S.Sos,M.Pd menjelaskan, ST-30 tidak hanya mengidentifikasi kelebihan, tetapi juga membantu peserta memahami keterbatasan diri sehingga seorang wartawan dapat menemukan peran terbaik dalam dunia media dan menguatkan gaya jurnalistik personal.
“ST-30 membantu individu mengenali kecenderungan peran dan kekuatan produktif yang dimiliki. Dengan pemahaman ini, seseorang akan lebih efektif dalam mengambil peran, baik secara profesional maupun sosial, sehingga dapat memperkuat kinerja tim redaksi” jelasnya.
FORHATI Sultra berharap kegiatan ini menjadi langkah awal membangun basis data potensi kader sekaligus melahirkan jurnalis dan Broadcaster perempuan yang memiliki kesadaran diri, kompetensi, dan personal branding yang kuat.(Rin/Red)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Suasana apel pagi di lapangan Kantor Wali Kota Baubau Palagimata pada Senin (09/02/2026) tampak berbeda dari biasanya. Rona bahagia terpancar dari wajah ribuan pegawai yang hadir, menandai sebuah tonggak sejarah baru dalam perjalanan karier mereka. Apel rutin tersebut menjadi sangat istimewa karena dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) PPPK Paruh Waktu bagi ribuan tenaga honorer.
Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE pada kesempatan tersebut menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas dedikasi para pegawai.
"Atas nama Pemerintah Kota Baubau, dan secara pribadi, saya ucapkan selamat. Kami sangat bersyukur dan turut berbahagia.Dengan penyerahan ini, terdapat kepastian kerja bagi 1.869 honorer yang kini resmi menyandang status sebagai ASN PPPK Paruh Waktu," ungkapnya di hadapan seluruh peserta apel.
Dikatakan, Pemerintah menyadari bahwa status baru ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan bentuk penghormatan atas pengabdian panjang. Tercatat, banyak di antara penerima SK tersebut yang telah mengabdi kepada daerah selama puluhan tahun dengan penuh kesabaran.
"Saya dan Ibu Wakil Wali Kota tahu betul, ada yang telah mengabdi hingga puluhan tahun. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas loyalitas tersebut. Kini, kesabaran dan penantian panjang itu telah tuntas," tambahnya disambut tepuk tangan haru para pegawai.
Dengan beralihnya status menjadi ASN, para pegawai diingatkan bahwa kini ada sistem dan mekanisme kinerja yang lebih terukur. Penekanan pada integritas, profesionalisme, dan disiplin menjadi poin utama yang harus dijaga sesuai dengan perjanjian kerja yang telah ditandatangani.
Pemerintah menegaskan bahwa Kota Baubau tidak hanya membutuhkan tambahan jumlah pegawai di atas kertas atau sekadar memenuhi daftar hadir. Target utamanya adalah menciptakan birokrasi yang mampu bekerja cerdas dan melayani dengan ikhlas.
Kekuatan Baru Pelayanan Publik sebanyak 1.869 orang ini setara dengan 32% dari total keseluruhan ASN di Kota Baubau. Persentase yang besar ini dipandang sebagai suntikan energi luar biasa bagi percepatan pembangunan daerah.
"Artinya, PPPK Paruh Waktu adalah tambahan kekuatan yang sangat besar dalam memperkuat pelayanan publik yang maksimal. Mari kita kerja bersama untuk mewujudkan Baubau Kota Budaya yang Ramah, Cerdas, Sejahtera, dan Bermartabat," tutupnya.(Hasrin/Red)
Oleh: Rahmawati Azi (Koordinator Presidium Forhati Sultra)
Dalam dunia jurnalistik yang kian ramai oleh kecepatan dan kompetisi, perempuan sering kali hadir dengan beban berlapis. Ia dituntut profesional, objektif, dan tangguh, namun pada saat yang sama masih harus bernegosiasi dengan stereotip gender, standar moral, dan keraguan yang dilekatkan pada tubuh serta suaranya. Dalam situasi seperti ini, pertanyaan pentingnya bukan lagi sekadar apakah perempuan mampu, melainkan bagaimana perempuan menyadari dan merebut kuasa atas dirinya sendiri.
Kesadaran diri menjadi isu feminis yang fundamental. Feminisme tidak selalu hadir dalam bentuk perlawanan yang frontal, tetapi juga dalam praktik tanpa propaganda naratif, mengenali potensi, memahami batas, dan menentukan peran secara sadar. Dari kesadaran inilah kerja-kerja perempuan di ruang publik memperoleh makna daya saing.
Pelaksanaan Tes Bakat bagi jurnalis perempuan FORHATI Sulawesi Tenggara dengan metode 30Strength Typology (ST-30) berangkat dari kesadaran tersebut. Kegiatan ini bukan sekadar pemetaan teknis atau agenda organisasi, melainkan ruang refleksi bagi perempuan untuk membaca dirinya sendiri, sebuah langkah yang dalam tradisi feminisme dikenal sebagai upaya merebut kembali otoritas atas tubuh, pikiran, dan pilihan hidup.
Selama ini, perempuan sering diposisikan sebagai objek penilaian: dinilai kompetensinya, dinilai suaranya, bahkan dinilai sikap dan ekspresi emosinya. Tes bakat yang kami lakukan justru membalik logika itu. Perempuan diajak menjadi subjek yang menilai dirinya sendiri, memahami kecenderungan peran, dan mengenali kekuatan yang dimilikinya. Inilah praktik feminisme yang berangkat dari self-awareness dan self-definition.
Dalam kerja jurnalistik, kesadaran ini sangat menentukan. Jurnalis perempuan tidak hanya berhadapan dengan fakta, tetapi juga dengan relasi kuasa: siapa yang boleh bicara, isu apa yang dianggap penting, dan suara siapa yang kerap disisihkan. Tanpa kesadaran diri, perempuan mudah terjebak menjadi pelaksana rutin dalam sistem yang belum sepenuhnya adil. Namun dengan kesadaran akan potensi dan batasnya, perempuan dapat memilih posisi yang lebih strategis, baik sebagai penulis, editor, penggerak isu, maupun penjaga perspektif kritis.
Feminisme mengajarkan bahwa pengalaman perempuan adalah sumber pengetahuan yang setara. Tes bakat membantu perempuan membaca pengalaman itu secara lebih terstruktur: apa yang menjadi kekuatan, di mana energi paling produktif bekerja, dan peran apa yang bisa dijalani tanpa harus mengorbankan diri secara berlebihan. Ini penting, karena kelelahan perempuan di ruang publik sering kali bukan disebabkan oleh kurangnya kemampuan, melainkan karena ditempatkan pada peran yang tidak selaras dengan potensi dan nilai yang diyakininya.
Di sinilah relevansi talent mapping dengan agenda feminis. Ia bukan alat untuk menyeragamkan perempuan, melainkan untuk menegaskan keberagaman. Tidak semua perempuan harus berada di garis depan yang sama, berbicara dengan cara yang sama, atau memperjuangkan isu dengan strategi yang seragam. Feminisme justru hidup dari keberagaman peran dan pilihan sadar.
FORHATI Sultra memandang bahwa kaderisasi perempuan ke depan tidak cukup hanya berbasis militansi dan loyalitas struktural. Ia harus dibangun di atas kesadaran diri, kejelasan peran, dan keberanian menentukan posisi. Jurnalis perempuan yang sadar akan kekuatannya akan lebih berdaulat dalam memilih isu, lebih berani mempertahankan perspektif, dan lebih tahan menghadapi tekanan.
Pada akhirnya, tes bakat ini bukan tujuan akhir. Ia adalah pintu masuk menuju praktik feminisme yang lebih membumi: perempuan yang mengenali dirinya, berdamai dengan keterbatasannya, dan dengan sadar merebut ruang kontribusi yang bermakna. Dalam dunia jurnalistik yang masih sarat bias gender, kesadaran semacam ini adalah bentuk perlawanan paling awal dan paling menentukan.(***)
KENDARI, GAGASSULTRA.COM - Musyawarah Cabang (Muscab) IV serentak Partai Hanura SE Sulawesi Tenggara (Sultra) di salah satu hotel di Kota Kendari, Kamis (05/02/2026) menelorkan ketua terpilih di Kabupaten/Kota. Salah satunya DPC Kabupaten Buton.
Dalam Muscab tersebut, DPP Hanura menunjuk LM Sumarlin sebagai Ketua DPC Hanura Kabupaten Buton periode 2025 - 2030 berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor A/049/DPP-HANURA/II/2026, Tanggal 03 Februari 2026 bersamaan dengan 15 DPC Kabupaten/Kota di Sultra.
Terpilihnya LM Sumarlin sebagai Ketua DPC Hanura berawal dari tekadnya untuk mengambil bagian dalam membangun Kabupaten Buton. Untuk itu, paska pengumuman pendaftaran calon Ketua DPC Kabupaten Buton beberapa waktu lalu oleh DPD Hanura Sultra, maka dengan jiwa besar langsung mendaftar dan mengikuti fit and propertest.
“Saya siap mengibarkan dan menyebarluaskan panji-panji Partai Hanura di seluruh pelosok wilayah Kabupaten Buton,”kata Sumarlin usai menerima bendera pataka partai yang diserahkan Korwil IX DPP Hanura,yang membawahi Sulsel,Sulbar dan Sultra, Brigjen Pol (Purn) Dr. Drs. Adeni Muhan Dg Pabali, MM.
Selanjutnya, Ketua DPC Hanura Kabupaten Buton yang juga didaulat sebagai ketua formatur diberi tugas untuk menyusun kepengurusan partai hingga ke ranting.
“Kita sepakati satu Minggu untuk pembentukan kepengurusan partai sehingga bisa komplit semuanya,”kata Ketua DPD Partai Hanura Sultra, Fajar Ishak Daeng Jaya sekaligus ketua sidang.
Sumarlin usai menerima tanggung jawab sebagai Ketua DPC Hanura Buton mengaku sangat antusias bergabung dan siap membesarkan partai karena merasa sevisi untuk membangun daerah.
“Saya menghormati dan menghargai karena Partai Hanura menerima dengan tangan terbuka, sehingga kedepannya akan bersama-sama membesarkan partai dana menjadikan Sultra sebagai lumbung suara partai,”tegasnya. (Rin/Red)
- 15 DPC Hanura Kabupaten/Kota disetujui DPP
KENDARI, GAGASSULTRA.COM - Noor Gemilang Siradja reami menahkodai Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kota Baubau periode 2025-2030. Terpilihnya Gilang sapaan akrabnya dilakukan melalui Musyawarah Cabang (Muscab) IV serentak di salah satu hotel di Kota Kendari, Kamis (05/02/2026).
Dalam proses pelaksanaan Muscab IV dipimpin langsung Ketua DPD Partai Hanura Sultra, Fajar Ishak Daeng didampingi dua anggota sidang.
Penetapan Noor Gemilang Siradja sebagai Ketua DPC Hanura Kota Baubau berdasarkan surat keputusan atau rekomendasi DPP Partai Hanura Nomor : A/049/DPP-HANURA/II/2026, Tanggal 03 Februari 2026 bersamaan dengan 15 DPC Kabupaten/Kota di Sultra.

Ketua DPC Hanura Kota Baubau terpilih, Noor Gemilang Siradja bersama Korwil IX DPP Hanura dan Ketua DPD Hanura Sultra foto bersama usai Muscab
Surat keputusan DPP Hanura tersebut dibacakan langsung Ketua sidang Muscab IV serentak Fajar Ishak Daeng Jaya dan disetujui seluruh peserta. Selanjutnya, seluruh Ketua DPC Hanura terpilih langsung menerima bendera pataka dari Koordinator Wilayah (Korwil) IX DPP Partai Hanura yang membawahi Sulsel,Sulbar dan Sultra, Brigjen Pol (Purn) Dr. Drs. Adeni Muhan Dg Pabali disaksikan pengurus DPD Hanura Sultra.
“Saya siap mengibarkan dan menyebarluaskan panji-panji Partai Hanura di seluruh pelosok wilayah Kota Baubau,”tegas Noor Gemilang Siradja saat menerima bendera pataka partai.
Berikut daftar persetujuan calon Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten/Kota se Sultra yang ditandatangani oleh DPP Partai Hati Nurani Rakyat yakni Wakil Ketua Umum OKK, Drs. H. Akhmad Muqqwam dan Sekretaris Jenderal Benny Rhamdani.
NAMA KABUPATEN/KOTA
1 Iman Munandar, ST Kota Kendari
2 Noor Gemilang Siradja, S.Ip Kota Baubau
3 Barlian Kabupaten Kolaka Utara
4 Hj. Suwarsih Aras, SE Kabupaten Kolaka
5 Nurmantasia Kabupaten Konawe Selatan
6 Samir, S.IP., M. Si Kabupaten Konawe Utara
7 Ir. Abdul Halim, M.Si Kabupaten Konawe Kepulauan
8 La Saemuna, SE Kabupaten Muna
9 Sarman Kabupaten Muna Barat
10 LM. Sumarlin, SE Kabupaten Buton
11 Aliadi, S.Pd Kabupaten Buton Selatan
12 Djoysman S, SE., SH Kabupaten Buton Tengah
13 Ua Rahman Kabupaten Buton Utara
14 Ali Kamar Halim, SE Kabupaten Wakatobi
15 Zukri Kabupaten Kolaka Timur (Rin/Red)