
Oleh: Rahmawati Azi (Koordinator Lajnah Wathonah JATMAN SULTRA, Presidium FORHATI SULTRA)
Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Namun di tengah arus informasi yang bergerak begitu cepat, peringatan ini sering kali berhenti sebatas seremoni tahunan: upacara formal, slogan nasionalisme, atau unggahan singkat di media sosial yang cepat tenggelam di linimasa. Padahal, Hari Kebangkitan Nasional menyimpan makna yang jauh lebih sublim daripada sekadar penanda sejarah lahirnya organisasi modern seperti Budi Utomo. Momentum ini merekam titik kesadaran penting ketika bangsa Indonesia mulai memahami bahwa keterbelakangan, penjajahan, dan ketimpangan hanya dapat dilawan melalui persatuan, pendidikan, dan kesadaran kolektif.
Kebangkitan pada awal abad ke-20 lahir dari gerakan intelektual. Para pelajar, guru, dokter, dan kaum terdidik mulai menyadari bahwa sebuah bangsa tidak mungkin berdiri kuat jika masyarakatnya tercerai-berai dan bergantung pada kekuatan asing. Pendidikan kemudian menjadi arena perlawanan yang paling penting. Pengetahuan tidak hanya dipahami sebagai sarana memperoleh pekerjaan, tetapi juga sebagai jalan menuju martabat dan kemerdekaan berpikir. Dari ruang-ruang pendidikan itulah lahir kesadaran baru tentang identitas kebangsaan dan cita-cita masa depan bersama.
Karena itu, Hari Kebangkitan Nasional seharusnya tidak dimaknai hanya sebagai nostalgia sejarah. Peringatan ini perlu menjadi ruang refleksi: apakah Indonesia hari ini masih memiliki semangat kolektif untuk tumbuh bersama? Pertanyaan tersebut terasa semakin relevan ketika bangsa ini berada di tengah perubahan global yang begitu cepat, terutama dalam bidang teknologi, ekonomi, dan budaya digital.
Di satu sisi, Indonesia memang menunjukkan banyak perkembangan yang patut disyukuri. Infrastruktur terus berkembang, akses teknologi semakin luas, dan generasi muda memiliki kesempatan yang jauh lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Anak-anak muda Indonesia kini mampu bersaing dalam dunia akademik internasional, industri kreatif, ekonomi digital, hingga sektor teknologi global. Berbagai inovasi lahir dari tangan generasi muda yang tidak lagi hanya menjadi konsumen perubahan, tetapi juga pencipta gagasan dan gerakan sosial baru.
Kesadaran publik terhadap isu demokrasi, lingkungan, pendidikan, dan kesetaraan juga semakin berkembang. Banyak anak muda mulai aktif menyuarakan kepedulian sosial melalui komunitas, media digital, maupun gerakan kreatif yang lebih inklusif. Hal ini menunjukkan bahwa semangat kebangkitan sebenarnya masih hidup, meskipun hadir dalam bentuk yang berbeda dari masa lalu.
Namun di balik berbagai kemajuan tersebut, Indonesia juga menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Kita hidup di era post-truth ketika informasi beredar begitu cepat, tetapi kebenaran sering kalah oleh emosi, kepentingan kelompok, dan sensasi digital. Media sosial mempercepat penyebaran opini, tetapi tidak selalu memperluas pemahaman. Akibatnya, ruang dialog publik semakin sempit, sementara masyarakat mudah terpecah oleh polarisasi dan penilaian yang banal.
Dalam bidang pendidikan, ketimpangan akses dan kualitas masih menjadi persoalan yang nyata. Pendidikan sering diarahkan hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja, sementara character bulding, empati, dan kemampuan berpikir kritis justru mulai terpinggirkan. Padahal sejarah menunjukkan bahwa bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang maju secara ekonomi, tetapi juga matang secara intelektual dan moral. Kebangkitan nasional tidak akan tumbuh dari masyarakat yang kehilangan tradisi berpikir kritis.
Selain itu, generasi muda saat ini juga menghadapi tekanan zaman yang semakin kompleks. Mereka dituntut untuk terus produktif, kompetitif, dan relevan di tengah percepatan dunia digital. Pada saat yang sama, mereka harus berhadapan dengan ketidakpastian ekonomi, kecemasan sosial, hingga krisis identitas. Karena itu, pembangunan bangsa tidak cukup hanya diukur melalui pertumbuhan ekonomi atau pembangunan fisik semata. Indonesia membutuhkan ruang harapan yang lebih manusiawi: pendidikan yang memerdekakan, politik yang beretika, ekonomi yang adil, dan budaya dialog yang sehat.
Masa depan Indonesia sebenarnya sangat terbuka. Bonus demografi, perkembangan teknologi, dan kekayaan budaya merupakan modal besar yang tidak dimiliki semua negara. Namun di tengah teknologisme yang sering memuja percepatan, efisiensi, dan citra digital, kemajuan teknologi tidak selalu berjalan seiring dengan kematangan sosial. Teknologi memang mampu mempercepat komunikasi dan pembangunan, tetapi tanpa kesadaran moral, ia juga dapat melahirkan individualisme, krisis empati, dan hubungan sosial yang semakin rapuh. Karena itu, modal besar tersebut hanya akan menjadi potensi kosong jika bangsa ini gagal menjaga persatuan, kehilangan empati sosial, dan melupakan pentingnya pendidikan sebagai fondasi peradaban.
Hari Kebangkitan Nasional abad ini mungkin tidak lagi berbentuk perlawanan terhadap kolonialisme fisik. Tantangan kita hari ini hadir dalam bentuk yang berbeda: intoleransi, digital illiteracy, dekadensi moral, dan melemahnya solidaritas sosial. Karena itu, makna “bangkit” di era sekarang adalah kemampuan untuk tetap kritis tanpa kehilangan empati, tetap maju tanpa kehilangan nilai kemanusiaan.
Pada akhirnya, Hari Kebangkitan Nasional bukan hanya tentang nostalgia masa lalu, tetapi tentang menentukan arah masa depan, sebab sebuah bangsa tidak diukur dari nostalgia kesejarahan saja, melainkan dari seberapa jauh ia mampu belajar dan bertumbuh darinya.(***)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Baubau menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) di salah satu hotel di Kota Baubau, Rabu (05/05/2026).
Kegiatan yang mengusung tema Kenaikan Pangkat, Jabatan Struktural, dan Jabatan Fungsional ini dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Baubau, La Ode Darus Salam, S.Sos, M.Si. Bimtek tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola administrasi kepegawaian di lingkungan Pemkot Baubau.
Sekda La Ode Darus Salam pada kesempatan tersebut menegaskan, pengembangan kompetensi ASN bukan sekadar pilihan tapi kewajiban yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan.
“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini. Ilmu dan kemampuan ASN harus terus berkembang mengikuti regulasi terbaru serta kemajuan teknologi,” ungkapnya.
Dijelaskan, kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan negara kepada ASN, baik melalui jalur reguler maupun jalur pilihan. Oleh karena itu, pembaruan informasi terkait prosedur kepegawaian dinilai sangat penting guna menjaga motivasi dan produktivitas kerja.
Ia juga mengingatkan para peserta yang merupakan pengelola kepegawaian di masing-masing unit kerja agar menjalankan amanah strategis dengan baik. Mereka diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam mendukung manajemen dan administrasi kepegawaian yang akurat dan profesional.
Selain itu, pihaknya juga menekankan pentingnya penegakan disiplin di kalangan ASN, terutama terkait kehadiran, dapat berujung pada sanksi berat.
“Berdasarkan aturan, akumulasi ketidakhadiran dalam jumlah tertentu dapat berujung pada pemberhentian. Saya meminta pengelola kepegawaian dan atasan langsung untuk aktif menegakkan disiplin, termasuk memberikan teguran tertulis bagi yang melanggar,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Regional IV BKN Makassar, Nanang Subandi yang mengikuti kegiatan secara virtual, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kota Baubau dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepegawaian.
Menurutnya, pelaksanaan Bimtek ini menunjukkan kepedulian nyata pemerintah daerah terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia aparatur, yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Baubau.(Hasrin Ilmi/Red)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Pemerintah Kota Baubau kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Kota Baubau berhasil meraih Terbaik III Kinerja Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting tingkat provinsi.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka dan diterima oleh Wali Kota Baubau, Yusran Fahim pada momentum Musrenbang RKPD Provinsi Sulawesi Tenggara yang digelar di Kolaka, Selasa (04/05/2026).
Kepala Baperida Kota Baubau melalui Sekretaris Dinas (Sekdin) Baperida, Dian Purnamasari, S.Si, M.Si, dalam siaran persnya Rabu (05/05/2026) mengungkapkan, prestasi tersebut merupakan hasil evaluasi kinerja kabupaten/kota se-Sultra yang dilakukan oleh Bappeda Provinsi Sulawesi Tenggara pada Oktober 2025.
Penilaian dilakukan melalui paparan kinerja daerah dalam melaksanakan delapan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting. Dalam proses tersebut, Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu tampil menyampaikan opening speech sekaligus memaparkan komitmen dan capaian Kota Baubau di hadapan seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara.
Adapun delapan aksi konvergensi yang menjadi indikator penilaian meliputi analisis situasi sebagai dasar pemetaan permasalahan stunting, perencanaan kegiatan sebagai langkah strategis intervensi, rembuk stunting untuk memperkuat komitmen lintas sektor, serta penyusunan regulasi dan kebijakan pendukung percepatan penurunan stunting.
Selain itu, indikator lainnya mencakup pembinaan stakeholder dalam implementasi program, manajemen data stunting yang terintegrasi dan berkelanjutan, pengukuran dan publikasi stunting sebagai bentuk transparansi capaian, serta review kinerja tahunan untuk memastikan keberlanjutan program.
Dian Purnamasari menegaskan, pencapaian Kota Baubau ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sinergi lintas sektor dan mempercepat penurunan angka stunting melalui pendekatan konvergensi yang terencana, terukur, dan berkelanjutan.
“Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja serta memperkuat kolaborasi demi mewujudkan generasi Baubau yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” tutupnya.(Hasrin Ilmi/Red)
TANGERANG,GAGASULTRA.COM - Madani Lifeschool Tangerang (MILES) menggelar kegiatan sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2026–2027 di Perumahan Green Cisoka Residence (GCR), Minggu (03/05/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh warga perumahan serta pihak pengembang, termasuk Bapak Rahmat Rasyid Selaku Owner GCR.
Dalam kegiatan tersebut, pengelola MILES Tangerang, Rahmaniar Azi, S.Sos., M.Pd, menyampaikan secara langsung konsep pendidikan yang diusung oleh MILES, yaitu perpaduan antara sekolah alam dan home education.
“Konsep sekolah alam yang kami gunakan menekankan bahwa anak-anak belajar bersama alam. Artinya, porsi praktik dan teori dalam pembelajaran dibuat seimbang, sehingga anak tidak hanya memahami secara konsep, tetapi juga mengalami langsung,” jelas Rahmaniar.
Dijelaskan, metode home education yang diterapkan bertujuan untuk menciptakan kesinambungan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Dengan pendekatan ini, orang tua tetap memiliki peran aktif dalam proses pendidikan anak.
“Anak-anak tetap bersekolah, tetapi pendidikan di rumah berjalan selaras dengan apa yang mereka dapatkan di sekolah. Tujuannya agar proses belajar tidak terputus, melainkan saling menguatkan antara rumah dan sekolah,” ungkapnya.
Lanjut dikatakan, MILES juga menekankan pentingnya pendekatan pendidikan yang berpusat pada anak. Sekolah ini mendorong orang tua untuk turut menyusun kurikulum personal bagi anak, sesuai dengan karakter dan potensi unik yang dimiliki masing-masing.
“Kami percaya bahwa setiap anak itu istimewa dan memiliki kelebihan masing-masing. Tugas pendidikan adalah mengakomodasi keunikan tersebut, bukan menyeragamkan,” tegas Rahmaniar.
Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif, di mana para orang tua tampak antusias mengikuti pemaparan dan berdiskusi terkait sistem pendidikan yang ditawarkan. Anak-anak yang hadir juga terlibat dalam aktivitas sederhana yang mencerminkan pendekatan belajar aktif.
Acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadz Marpudin, sebagai penutup rangkaian kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin mengenal konsep pendidikan alternatif yang ditawarkan oleh Madani Lifeschool Tangerang, sekaligus menjadi solusi pendidikan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan dan potensi anak di masa depan.(Hasrin Ilmi/Red)
JAKARTA, GAGAS SULTRA.COM - Mendirikan perusahaan pers dalam berbagai platform, termasuk media siber adalah hak asasi manusia yang dilindungi oleh PBB dan Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28.
Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang beranggotakan sekitar 3000 perusahaan pers siber mengapresiasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang selama ini memberi kemudahan perusahaan pers untuk mengurus badan hukum.
Hal ini disampaikan Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Firdaus dalam keterangan pers, menyambut Hari Kebebasan Pers Sedunia (World Press Freedom Day), Minggu (03/05/2026) di Jakarta.
Dikatakan, Hari Kebebasan Pers Sedunia, dirayakan setiap 3 Mei sejak dideklarasikan oleh Majelis Umum PBB tahun 1993, menyusul inisiatif para wartawan Afrika yang berkumpul di Windhoek, Namibia 1991.
Pertemuan yang memperjuangkan kebebasan pers itu diselenggarakan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dan menetapkan 3 Mei sebagai Hari Kebebasan Pers Sedunia.
Hari ini, 3 Mei 2026, peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia dipusatkan di Zambia. “Tidak berlebihan kalau hari ini kami meminta semua lapisan masyarakat, dan aparatur negara turut mendukung kebebasan pers, mendukung hak asasi manusia dan sekaligus menghargai Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang telah memberi legitimasi hukum pada perusahaan media,” kata Firdaus yang kini menjalani dua periode kepemimpinannya sebagai ketua umum SMSI.
“Untuk mempercepat kebebasan pers kami pikir tidak perlu legitimasi lain yang menyulitkan usaha pers, seperti verifikasi perusahaan pers oleh Dewan Pers. Cukup berbadan hukum seperti dijelaskan dalam Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999,” tambahnya.
Menurutnya, untuk mengukuhkan kebebasan pers telah ditegaskan dalam pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan, “Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.”
Kebebasan atau kemerdekaan pers selanjutnya ditetapkan melalui Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
Dalam konsiderans UU tentang pers itu disebutkan, kemerdekaan pers diperlukan untuk menegakkan keadilan dan kebenaran, memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Kemerdekaan pers dalam UU Pers pada Bab II Pasal 2 disebutkan, “Kemerdekaan pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat yang berdasarkan prinsip-prinsip demokrasi, keadilan, dan supremasi hukum”.
Kemudian di bab yang sama pada pasal 4 ayat 1 dilanjutkan, “Kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara”.
Dilanjutkan ayat 2 sebagai penegasan: “Terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran.
Pada ayat 3 pasal yang sama ditegaskan lagi, “Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi”.
“Itulah kebebasan pers yang dikuatkan oleh undang-undang,” kata Firdaus. (Hasrin Ilmi/Red)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, secara resmi melantik 78 pejabat Administrator dan Pengawas di lingkup Pemerintah Kota Baubau, Sabtu (02/05/2026), di Aula Kantor Wali Kota Baubau, Palagimata. Pelantikan ini dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan sekaligus memperkuat struktur organisasi pemerintahan daerah.
Dalam sambutannya, Wali Kota menjelaskan bahwa pelantikan tersebut mencakup promosi dan rotasi jabatan sebagai bagian dari strategi penyegaran organisasi. Langkah ini bertujuan memastikan seluruh perangkat daerah, mulai dari tingkat dinas, kecamatan hingga kelurahan, mampu menjalankan tugas pokok dan fungsi secara optimal.
“Pelantikan ini adalah langkah penguatan agar setiap lini pemerintahan siap mencapai target kinerja yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Wali Kota Baubau, H.Yusran Fahim didampingi Wawali, Wa Ode Hamsinah Bolu dan Sekda, La Ode Darus Salam saat memberikan keterangan pers kepada wartawan usai pelantikan pejabat
Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa saat ini pemerintah telah memasuki triwulan kedua dan mendekati akhir semester pertama tahun anggaran 2026. Karena itu, para pejabat yang baru dilantik diminta segera beradaptasi dan melakukan percepatan kinerja.
Ia menekankan beberapa hal penting, di antaranya percepatan realisasi program kerja, optimalisasi penyerapan anggaran sesuai jadwal, serta penguatan konsolidasi internal di masing-masing unit kerja guna menyelaraskan visi dan misi kepala daerah.
Terkait kebijakan efisiensi dan penerapan sistem kerja Work From Home (WFH), Yusran Fahim menegaskan bahwa hal tersebut tidak boleh menjadi alasan menurunnya produktivitas aparatur.
“WFH bukanlah penghalang. Sebaliknya, dengan semangat adaptasi dan inovasi, kita harus tetap berkarya dan memberikan pelayanan prima. Produktivitas harus tetap terjaga di tengah dinamika yang ada,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Wali Kota juga berpesan agar para pejabat yang dilantik memiliki etos kerja tinggi, disiplin, serta menjaga akhlak dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Selamat bertugas kepada pejabat yang baru dilantik. Segera bekerja dengan baik, benar, dan penuh tanggung jawab,” tutupnya.
Pelantikan ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja birokrasi serta mempercepat pencapaian program pembangunan di Kota Baubau.
Adapun sejumlah pejabat yang dilantik di antaranya Camat Wolio Tegar Aryu Saputra, SH, MH, Kabag Kesra Setda Kota Baubau La Ode Maaruf, S.Sos, Kabag Umum Mustafa, S.Sos, MM, Inspektur Pembantu Wilayah I Inspektorat La Ode Darmawan Hibali, S.STP, M.Si, Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Mohamad Salman, S.STP, Kabid Pertanahan Dina Fainal, S.STP, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Yudiarto, ST, serta sejumlah Lurah seperti Yinizal Nisaid, S.IP (Batulo), Jeny, S.IP (Bataraguru), Muslimat, S.IP (Liabuku), Abdul Rasyid, S.Sos, Dinarti, AMK (Sulaa), Zamria, S.IP (Wameo), Zuliadin, S.Sos (Lowu-Lowu), Minarni, S.Sos (Sukanayo), Asham, S.Kom (Kanpeonaho), dan Anong Nani, S.IP (Bugi). (Hasrin Ilmi/Red)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Pemerintah Kota Baubau menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sekaligus Hari Otonomi Daerah (Otoda) ke-30 tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di halaman Kantor Wali Kota Baubau, Palagimata, Sabtu pagi (02/05/2026).
Upacara tersebut terasa berbeda dari biasanya karena seluruh peserta mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, mencerminkan keberagaman budaya nusantara.
Sebagai Inspektur upacara, Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, yang mengenakan pakaian adat Buton. Turut hadir Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Kota Baubau La Ode Darus Salam, para kepala OPD, pejabat administrator, Ketua TP PKK Kota Baubau, serta perwakilan ASN dan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.

Wali Kota Baubau, H.Yusran Fahim saat menyerahkan bantuan
Dalam amanatnya, Wali Kota membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).
“Jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas,” kutipnya.
Lebih lanjut disampaikan, pemerintah menetapkan lima kebijakan strategis untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua. Kebijakan tersebut meliputi revitalisasi dan digitalisasi sekolah, peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru, penguatan karakter dan budaya, peningkatan literasi dan numerasi termasuk penguatan STEM, serta pendidikan inklusif dan fleksibel.
Selain memperingati Hardiknas, momentum ini juga dirangkaikan dengan Hari Otonomi Daerah ke-30. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Baubau menegaskan pentingnya otonomi daerah sebagai instrumen vital dalam mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia menguraikan sejumlah langkah strategis ke depan, di antaranya integrasi perencanaan dan penganggaran antara pusat dan daerah, reformasi birokrasi berbasis hasil (outcome), peningkatan kemandirian fiskal daerah, serta penguatan kolaborasi antar daerah dalam menangani isu lintas wilayah.
“Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan daerah yang berkelanjutan,” ujarnya.
Usai upacara, Wali Kota Baubau, Yusran Fahim didampingi Wawali, Wa Ode Hamsinah Bolu dan Sekda menyerahkan bantuan jaminan kematian kepada pekerja rentan dan pegawai non-ASN lingkup Pemkot Baubau.
Selain itu, dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional 2026, turut diserahkan bantuan paket sembako kepada buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Kota Baubau.
Kegiatan ini menjadi simbol komitmen Pemerintah Kota Baubau dalam memperkuat sektor pendidikan, meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, serta memberikan perhatian kepada masyarakat pekerja dan kelompok rentan.(Hasrin Ilmi/Red)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, SE secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XIV Tingkat Kota Baubau Tahun 2026 yang dipusatkan di Kawasan Lembah Hijau Baubau, Selasa (28/04/2026). Kegiatan religius tahunan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus membangun sumber daya manusia yang berkarakter dan berdaya saing.
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan MTQ bukan sekadar ajang perlombaan seni baca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi panggung syiar Islam, ruang pembinaan mental spiritual, serta wujud komitmen bersama menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam kehidupan sehari-hari.
Mengusung tema “Melalui MTQ, Jadikan Al-Qur’an sebagai Inspirasi Nilai Religius Menuju Pembangunan Sumber Daya Manusia Kota Baubau yang Berkualitas, Berdaya Saing, dan Berakhlakul Karimah,” pelaksanaan MTQ tahun ini disebut selaras dengan warisan nilai luhur Kesultanan Buton, khususnya prinsip Sarah Patanguna, yang menekankan harmoni antara nilai budaya, agama, dan kehidupan bermasyarakat.
“Tema ini bukan sekadar deretan kata, melainkan visi besar kita ke depan. Kita ingin membangun generasi yang cerdas secara intelektual, namun tetap berpijak kokoh pada nilai-nilai budaya dan agama,” ujar Yusran Fahim di hadapan tamu undangan, dewan hakim, serta para kafilah peserta.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus ditopang pembangunan karakter dan moral masyarakat. Karena itu, MTQ menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat fondasi spiritual generasi muda di Kota Baubau.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Baubau juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan MTQ XIV. Penghargaan khusus diberikan kepada Kantor Kementerian Agama Kota Baubau atas dukungan dan koordinasi teknis dalam pelaksanaan kegiatan.
Apresiasi juga disampaikan kepada Kerukunan Keluarga Wadiabero yang menghadirkan Juara Satu Qori Cilik Internasional Muhammad Zian Fahrrezi untuk memeriahkan pembukaan MTQ. Kehadiran qori muda berprestasi internasional itu dinilai menjadi inspirasi tersendiri bagi generasi muda Baubau untuk semakin mencintai dan mendalami Al-Qur’an.
Selain itu, pihaknya juga memberikan motivasi kepada 144 peserta yang mengikuti perlombaan, terdiri dari 88 putra dan 56 putri, agar menampilkan kemampuan terbaik serta menjadikan MTQ sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan masyarakat.
“MTQ ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kegiatan ini menjadi media memperkuat silaturahmi, persatuan, serta menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Penyelenggaraan MTQ XIV Kota Baubau diharapkan tidak hanya melahirkan qari dan qariah berprestasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membentuk sumber daya manusia yang unggul, religius, dan berakhlakul karimah sebagai pondasi pembangunan Kota Baubau ke depan.(Hasrin Ilmi/Red)
KENDARI,GAGASSULTRA.COM — Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Sulawesi Tenggara (Sultra) ke-62 dengan mengusung tema “Harmoni Sultra 2026” disambut dengan semangat kebersamaan. Pemerintah Kota Baubau turut mengambil bagian mensukseskan pesta tahunan tersebut dengan mengambil bagian pelaksanaan Karnaval Budaya HUT Sultra, Jum’at (24/04/2026).
Dalam karnaval tersebut, perwakilan dari Kota Baubau tampil memukau di hadapan ribuan pasang mata yang memadati rute parade karnaval. Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WITA ini mengambil rute strategis, diawali dari depan Museum Sultra dan berakhir di panggung utama kawasan MTQ Kendari.

Tim Karnaval Kota Baubau
Barisan Kota Baubau menjadi salah satu sorotan utama dengan menampilkan kemegahan warisan sejarah Kesultanan Buton. Keindahan dan kekayaan budaya yang ditampilkan sukses mencuri perhatian para penonton dan tamu undangan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Baubau, H. Andi Hamzah Machmud, S.Sos., M.Si., usai mengikuti karnaval tersebut menjelaskan, dalam ajang tahunan ini, Kota Baubau mengikutsertakan delegasi yang mengenakan busana kebesaran adat khas Buton.
“Peserta pria mengenakan jubah, sementara peserta wanita tampil anggun dengan koboroko. Keduanya merupakan busana kebesaran peninggalan Kesultanan Buton yang sarat akan makna filosofis dan kewibawaan,” jelasnya saat ditemui di arena karnaval eks tugu MTQ Kendari.

Tim Karnaval Kota Baubau
Kemeriahan penampilan Kota Baubau juga disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan daerah Sulawesi Tenggara. Hadir di panggung kehormatan Gubernur Sultra H. Andi Sumangerukka, didampingi Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, SE, Wakil Wali Kota Baubau Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc., serta Ketua TP PKK Kota Baubau Hj. Aryati Yusran.
Kehadiran para pimpinan daerah tersebut menegaskan komitmen kuat Kota Baubau dalam melestarikan sekaligus memperkenalkan identitas budaya lokal, baik di tingkat provinsi maupun nasional.
Saat tiba di panggung kehormatan perwakilan kontingen Baubau menyerahkan selendang kepada Wali Kota Baubau, H.Yusran Fahim untuk disematkan kepada Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka. Sedangkan, bingkisan bunga diserahkan kepada Ketua TP PKK Sultra, Hj. Arinta Sumangerukka oleh Ketua TP PKK Kota Baubau, Hj.Ariyati Yusran.
H. Andi Hamzah Machmud berharap partisipasi ini menjadi momentum strategis dalam mempromosikan kekayaan budaya daerah.
“Ini adalah momentum strategis untuk promosi budaya. Kami berharap keindahan tradisi kita dapat menarik minat lebih banyak wisatawan untuk berkunjung dan mengeksplorasi Kota Baubau secara langsung,” pungkasnya.
Usai pelaksanaan karnaval, kegiatan dilanjutkan dengan aksi lulo massal yang diikuti oleh seluruh peserta dari kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara. Momen tersebut menciptakan suasana penuh kebersamaan dan mempererat persaudaraan dalam bingkai harmoni budaya.(Hasrin Ilmi/Red)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau gelar seleksi terbuka atau lelang Jabatan Eselon II, Tiga Jabatan Kepala OPD segera diisi Pemkot Baubau saat ini masih kosong. Langkah ini diambil guna memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik di lingkungan Pemkot Baubau tetap berjalan optimal.
Kepala BKPSDM Kota Baubau Ir Wa Ode Muhibbah Suryani, M.Si dalam keterangan persnya di Kamis (23/04/2026) mengatakan,tiga jabatan Kepala OPD yang tengah dicari pemimpin definitifnya adalah Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH)
Lagipula, proses pendaftaran seleksi ini mulai dibuka secara resmi pada hari ini, 23 April 2026. Para pelamar memiliki waktu selama 15 hari kalender ke depan untuk menyerahkan berkas administrasi dan persyaratan pemenuhan yang telah ditentukan oleh panitia seleksi.
Dijelaskan, seleksi terbuka ini tidak hanya terbatas bagi internal ASN Kota Baubau. Panitia Seleksi (Pansel) memberikan kesempatan luas bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memenuhi syarat dari seluruh wilayah Jazirah Sulawesi Tenggara, baik yang bertugas di Pemerintah Kabupaten/Kota lain maupun di lingkungan Pemerintah Provinsi Sultra.
“Seleksi ini dilakukan secara transparan dan akuntabel. Kami mengundang putra-putri terbaik di Sulawesi Tenggara yang memiliki kompetensi dan dedikasi untuk ikut membangun Kota Baubau melalui tiga sektor penting ini,” ujarnya.
Dikatakan, peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi selanjutnya akan mengikuti serangkaian tahapan uji kompetensi, mulai dari Asesmen Kompetensi (Manajerial dan Kultural). Penulisan Makalah, Wawancara Akhir di hadapan Panitia Seleksi.
Bagi ASN yang berminat, informasi lebih lanjut mengenai detail persyaratan dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi kepegawaian Pemerintah Kota Baubau. Jangan lewatkan kesempatan untuk berkontribusi bagi kemajuan Bumi Semerbak ini.(Hasrin Ilmi/Red)