By..NIFKAH
Menyeruput kopi pahit
Di pagi mendung tak berawan
Mengajaknya menerawangi langit
Awan hitam angkuh menutupi sinar mentari
Memikirkan hidup nan pelik membuat mata mendelik
Berjalan gontai meninggalkan rumah..
Memburu harta dunia hingga perih kaki melangkah
Lelah..dunia cambuk tak berbelas kasih
Semakin dikejar makin angkuh dia berlari
perih peluh menusuk mata
Keluhnya...
Tuhan..langit yang menaungiku dan mereka sama
Namun mengapa takdir tak memihakku?
Lelah tubuh ini mencari sesuap nasi
Namun nasib tak kunjung memihak!
Sadarkah kau wahai manusia
keangkuhan telah menggerogoti dirimu
Menambah rapuh iman dan menggoyahkan keyakinan
Bukankah nikmat tak hanya pada kekayaan saja??
Bukankah banyak yang kaya mempunyai derita yang lebih besar?
Derita karena anak menjadi rakus harta
Derita karena suami telah mengikis kesakralan pernikahan
Derita karena tak jarang menjadi sasaran kejahatan
Derita..derita yang selalu mendera dirinya dan hartanya
Pulanglah ke rumah
kekasih tambatan hati menunggu dengan doa
Buah hati menanti dengan binar mata
Cinta mereka menggunung laksana himalaya
Senyum mereka
merekah laksana bunga di musim semi


