Super User

Super User

KENDARI,GAGASSULTRA.COM-Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memilih Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggul Garuda di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). 

Demikian diungkapkan,Gubernur Sultra, Mayjend TNI (Purn) Andi Sumangerukka kepada sejumlah wartawan saat ditemui di Kantor Gubernur, Kamis (31/07/2025). 

Dikatakan, penetapan lokasi SMA Unggul Garuda di Sultra prestius bersama Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Bangka Belitung.

"Penetapan SMA Unggul Garuda di Sultra lebih awal dari provinsi lain di Indonesia berkat komunikasi kontinyu dari kita Pemprov Sultra dengan Pemerintah Pusat. Ini peluang bagi putra putri kita menuntut ilmu di sekolah unggulan," kata Gubernur Sultra.

Untuk itu, Gubernur berharap kepada bupati/walikota se-Sultra memotivasi jajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah masing-masing untuk meningkatkan kualitas anak didik.

"Karena pola rekrutmen masuk SMA Unggul Garuda terbuka dan profesional maka siswa/siswi SMP di Sultra harus siap berkompetisi dengan siswa/siswi SMP dari luar Sultra. Kalau anak anak kita tidak memiliki kualitas handal maka tidak tertutup kemungkinan diisi anak-anak luar Sultra," katanya. 

Penunjukan ini kata Andi Sumangerukka, tidak lepas dari upaya aktif pemerintah daerah dalam memenuhi persyaratan teknis.

“Artinya begini, karena kita menindaklanjuti. Terutama untuk mendapatkan sekolah itu harus memenuhi syarat-syarat teknis. Nah, memang harus ada intervensi dari gubernur atau bupati. Kalau kita hanya membiarkan saja, saya rasa tidak akan mungkin. Sekolah ini sangat kita butuhkan,” jelasnya. 

Pembangunan SMA Unggulan Garuda ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan di Sultra, serta menjadi pusat pembinaan siswa berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Untuk di ketahui, penetapan Desa Lebo Jaya sebagai lokasi pembangunan SMA Unggul Garuda tertuang dalam surat resmi yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani, tertanggal 16 Juli 2025.

“Merujuk pada hasil tinjauan ke beberapa calon lokasi pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggul Garuda di Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan hormat kami sampaikan bahwa Desa Lebo Jaya, Kabupaten Konawe Selatan telah dipilih sebagai lokasi untuk pembangunan SMA Unggul Garuda,” tulis Burhani dalam suratnya.

Diketahui, status tanah yang akan digunakan untuk pembangunan sekolah tersebut telah clear and clean, lengkap dengan sertifikat kepemilikan.

Pemilihan Desa Lebo Jaya sebagai lokasi dilakukan setelah serangkaian kunjungan lapangan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Stella Christie, pada 4–6 Juli 2025. 

Dalam kunjungan tersebut, Wamendiktisaintek meninjau sejumlah lokasi potensial di Sultra, yakni calon lokasi di Kabupaten Konawe, Kabupaten Wakatobi, dan Desa Lebo Jaya, Konawe Selatan.(Rin/Red) 

 

 

 

BAUBAU,GAGASSULTRA.COM- Mantan Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Baubau, Muhammad Rais, divonis 1 tahun 9 bulan dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan penjara oleh Pengadilan Tipikor Kendari, Rabu (30/07/2025).

Demikian diungkapkan, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Iwan Gustiawan, SH. MH melalui press releasenya kepada media ini, Kamis (31/07/2025).

Dikatakan, putusan ini berkaitan dengan kasus dugaan korupsi pengadaan benih padi tahun anggaran 2022 dengan nilai anggaran Rp 314 juta. Akibat perbuatannya, negara mengalmi kerugian sebesar Rp187 juta.

Dalam amar putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim, Frans W.S. Pangemanan mengatakan, Muhammad Rais terbukti melanggar pasal 3 UU No. 31/1999 Jo UU No. 20/2001 Jo Pasal 55 aya (1) ke-1 KUHP tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Lebih lanjut dikatakan, putusan ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam sidang sebelumnya, Rabu 16 Juli 2025, JPU menuntut Muhammad Rais dengan tuntutan pidana penjara selama 2 tahun dan denda Rp 50 juta subsider 6 bulan penjara.

"Atas putusan pengadilan tersebut, dari JPU maupun terdakwa menyatakan pikir-pikir selama 7 hari. Dalam masa 7 hari itu, baik JPU maupun terdakwa dapat menyatakan sikap," kata Iwan Gustiawan yang juga Kasi Pidsus Kejari Baubau. 

Sebelumnya, Muhammad Rais ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Negeri Baubau pada April 2025 lalu. Setelah sebelumnya, ada dua tersangka lainnya yang sudah menjalani vonis oleh Pengadilan Tipikor Kendari dalam kasus yang sama.

Oleh penyidik Kejaksaan, Muhammad Rais sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam proyek tersebut diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi hingga menyebabkan kerugian negara bersama dua tersangka lainnya.(Rin/Red) 

 

KENDARI,GAGASSULTRA.COM – Banyak cara dilakukan untuk mendukung kreativitas generasi muda daerah dalam berkarya. Seperti yang ditunjukan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan menggelar nonton bareng (Nobar) film 'Gak Nyangka' di salah satu bioskop di Kota Kendari, Rabu (30/07/2025) malam. 

Film yang dibintangi komedian asal Sultra, Arie Kriting ini, mendapat sambutan dan antusias oleh ratusan penonton dari berbagai latar belakang. 

Koordinator Presidium KAHMI Sultra, Dr. Muhammad Endang, mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan Arie Kriting yang berhasil menembus industri perfilman nasional. “Kami sangat mengapresiasi prestasi Arie sebagai putra daerah. Lewat kegiatan ini, kami ingin menegaskan komitmen KAHMI dalam mendukung karya-karya lokal yang mampu membawa pesan nasional dan nilai-nilai budaya daerah,” jelasnya.

Film bergenre drama komedi ini tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga memuat pesan moral dan semangat perjuangan yang relevan dengan kehidupan masyarakat masa kini. Peran sentral Arie Kriting dalam film tersebut menjadi daya tarik tersendiri, mengingat dedikasinya dalam mengharumkan nama daerah melalui dunia hiburan nasional.

Selain itu, kata Endang, kegiatan nonton bareng ini juga menjadi ajang mempererat hubungan antara anggota KAHMI dan masyarakat luas, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dalam mendukung potensi kreatif putra-putri Sultra.

Melalui kegiatan semacam ini, KAHMI Sultra berharap semakin banyak anak muda daerah yang terinspirasi untuk berani berkarya dan tampil di tingkat nasional maupun internasional.

“Harapan kita, banyak anak muda daerah terinspirasi, berani Dalam upaya mendorong kreativitas generasi muda daerah, karyanya di tingkat nasional dan internasional,”tutupnya.

Kegiatan nobar yang dilaksanakan KAHMI Sultra ini ditutup dengan acara foto bersama seluruh penonton. (Rin/Red) 

 

KENDARI,GAGASSULTRA.COM- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) siap mendorong sektor pertanian menjadi kekutan utama ekonomi. Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur (Wagub) Sultra, Ir. Hugua kepada sejumlah wartawan saat sidak di Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra,Selasa (29/07/2025).

Dikatakan, sektor pertanian di Sultra menjadi primadona penopang ekonomi. Pasalnya, sekitar 80 persen Penduduk Sultra bergantung pada sektor pertanian. 

" Pada sektor pertanian ini, menjadi penting karena 23,5 persen dalam arti luas, dimana sebanyak 80 persen penduduk Sulawesi Tenggara tergantung pada sektor pertanian, " kata Hugua. 

Untuk itu, kata Hugua, Pemrov Sultra harus mendukung dengan kebijakan sehingga sektor pertanian ini betul-betul menjadi kekuatan ekonomi.

" Oleh karena itu, kebijakan pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara kedepannya, bisa mendorong sektor pertanian menjadi primadona ekonomi Sulawesi Tenggara, " terang Hugua.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Kadistanak) Sultra, Prof. Muh. Taufiq menjelaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan pengembangan serta perbaikan hasil panen untuk komoditas padi serta tanaman jagung.

" Kami tupoksinya di Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan, saat ini lagi melakukan peningkatan hasil panen khususnya pada komoditas padi dan jagung,”jelasnya.

Pihaknya berharap, jika peningkatan hasil panen maksimal dan melimpah ruah, pihaknya saat mendorong ekspor adalah jagung. Sedangkan, untuk bidang peternakan ada potensi sarang walet sebagai komoditi ekspor.

" Mengenai ketahanan pangan, kami kemarin bersama Korem 143/HO bekerjasama dengan Bulog Sultra telah melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga beras dipasaran. Sehingga bisa menekan harga beras serta dalam waktu dekat ini harga bisa stabil dipasaran, " pungkasnya.(Rin/Red) 

 

KENDARI,GAGASSULTRA.COM - Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir. Hugua sebut disiplin adalah mahkota segalanya. Hal disampaikannya saat melakukan sidak di Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra, selasa (29/06/2025) 

" Disiplin itu adalah mahkota segalanya, jika kita disiplin maka ini akan bernilai bagi kita. Jika kita tidak disiplin terus apa yang kita banggakan. Kami ingin sesuatu yang bernilai salah satunya adalah kedisiplinan, Sehingga kedisiplinan ini akan menjadi cikal bakal lompatan kuantum yang membawa kearah yang lebih baik, " jelasnya. 

Dari hasil sidak yang dilakukan kata Hugua, tingkat kehadiran aparat sipil negara (ASN) Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan mencapai 80 persen saat apel pagi. Dimana dari jumlah ASN yang hadir sebanyak 118 orang dari jumlah keseluruhan kurang lebih sebanyak 140 orang.

" Saya melihat hari ini, tingkat kehadiran dan kedisiplinan sudah mulai baik, sehingga kinerja itu dimulai dari situ. Sehingga dari masa kepemimpinan dari masa Nur Alam baik, masa kepemimpinan Ali Mazi baik serta di masa kepemimpinan ASR - Hugua semakin lebih baik, " kata Hugua. 

Ditambahkan, Ini seperti yang disampaikan oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen Purn TNI Andi Sumangerukka, harus tegakan kedisiplinan. Karena dengan adanya disiplin Sultra akan menuju ke arah yang lebih baik.

Sebelum meninggalkan kantor Distanak Sultra, Wagub Sultra, Hugua didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sultra, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra melakukan peninjauan di sejumlah ruangan dan bibit sawi. (Rin/Red) 

 

BATAUGA-GAGASSULTRA.COM - Duet Bupati dan Wakil Bupati Buton Selatan, H. Muh. Adios dan La Ode Risawal terus memaksimalkan pelayanan masyarakat. Salah satunya pelayanan di bidang kesehatan. Momentum hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Buton Selatan (Busel) yang Ke-11, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Busel menghadirkan Dokter spesialis bedah mulut untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. 

Dokter Gigi, drg Eris Ruslan Sp.BM yang tergabung sebagai salah satu dokter spesialis RSUD Busel kepada media ini mengatakan, penambahan layanan yang dibuka saat ini, selain menangani persoalan gigi, juga mampu menangani hal-hal yang juga berdampak bagian wajah. Misalnya, kelainan bawaan pada pasien yang lahir dengan celah bibir atau yang biasa disebut bibir sumbing. Atau dalam ilmu medisnya maksilofasial, yakni bedah untuk mengobati berbagai macam penyakit, cacat pada wajah, rahang, dan bagian dalam mulut.

“Kalau spesialis bedah mulut lengkapnya maksilofasial, maksudnya wajah secara umum. Jadi spesialis bedah untuk maksilofasial dalam kedokteran gigi yang menangani persoalan kasus-kasus dibidang bedah dalam hal ini mulut dan wajah,” ungkap Eris Ruslan.

 

 

“Bisa meliputi, yang pertama kelainan bawaan seperti pasien yang lahir dengan celah bibir atau yang disebut dengan bibir sumbing, celah langit-langit, itu kompetensi bedah mulut,” tambahnya.

Selain itu kata Eris, pasien yang mengalami infeksi yang disebabkan pembekakan pada gigi dan gusi. “Kalau ada pasien dia sakit gigi karena dibiarkan membengkak, dia ditangani tidak cukup dengan cabut gigi saja, ada proses bedah dan harus dikasih keluar nanahnya,” ungkapnya

Selain itu, jika ada trauma, akibat kecelakaan yang dialami pasien sehingga menyebabkan patah bagian rahang, hal itu ditangani dengan istilah fraktur.

”Istilahnya fraktur rahang , kalau orang belum familiar, karena biasanya yang ditangani dengan memasang pen terjadi pada orang yang patah tangan, patah kaki. Sama juga dengan di rahang dipasangkan pen untuk kasih bagus patahannya,” jelasnya.

Untuk itu,pihaknya berharap dengan tambahan pelayanan ini, masyarakat Busel tidak perlu lagi jauh berobat karena RSUD Busel sudah mampu menangani masalah gigi dan bedah mulut. (Tio/Red) 

Berikutnya, yang bisa ditangani dengan adanya bedah mulut ini yaitu, kasus tumor pada rongga mulut, benjolan pada gusi dan pencabutan gigi yang dinilai sulit. “Biasanya cabut gigi itu khan ada yang susah, butuh perawatan spesial, maka dirujuk di bedah mulut,” tuturnya.

Olehnya itu, pihaknya menghimbau warga Busel untuk memanfatkan pelayanan Kesehatan yang telah disediakan tersebut. Sebab, sejak didirikan beberapa tahun lalu pelayanan spesialis bedah mulut, baru dibuka bulan ini. Bahkan RSUD Busel merupakan daerah kedua se- Kepulauan Buton yang membuka pelayanan poli bedah mulut.

Tambahnya, selain warga Busel, RSUD yang berlokasi di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Bandar Batauga, Kecamatan Batauga juga melayani pasien luar daerah Busel. Saat ini, untuk pelayanan bedah mulut, selain pasien umum juga telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. “Ya, sudah menerima BPJS,” tutupnya.

Untuk diketahui, RSUD Busel telah melakukan kerjasama dengan BPJS Kesehatan, HFIS BPJS sendiri merupakan sistem informasi manajemen data fasilitas kesehatan (faskes) berbasis web yang digunakan oleh BPJS Kesehatan dan faskes yang bekerja sama. Tujuannya adalah untuk mempermudah dan mempercepat proses kerja sama antara faskes dan BPJS Kesehatan, serta memantau dan melaporkan data faskes. 

Singkatnya, HFIS adalah alat digital yang penting untuk faskes dan pasien BPJS Kesehatan, yang membantu dalam proses kerja sama, pengelolaan data, dan akses informasi kesehatan. 

 

KENDARI,GAGASSULTRA.COM-Jajaran notaris yang terhimpun di rumah besar Ikatan Notaris Indonesia (INI) berkomitmen mendukung pemerintah menyukseskan program Koperasi Merah Putih (KMP).

Komitmen tersebut ditunjukan melalui penyelenggaraan kegiatan Pelatihan Dasar Perbankan Syariah (PDPS) dan Diskusi Konotariatan.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Ikatan Notaris Indonesia (INI), Dr. H. Irfan Ardiansyah, S.H., LL.M., Sp.N, saat membuka secara langsung kegiatan Pelatihan Dasar Perbankan Syariah (PDPS) dan Diskusi Kenotariatan bertempat di Hotel Claro Kendari, Sabtu, (26/7/2025).

INI sebagai wadah berhimpun kalangan Notaris terus berupaya meningkatkan sumber daya manusia, baik formal maupun non formal demi menjaga marwah organisasi tunggal ini, kata Ketua Umum INI.  

“Terima Kasih kepada Pengurus Wilayah Ikatan Notaris Indonesia (INI), turut serta andil dalam menyukseskan Koperasi Merah Putih dalam wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara," ujar Irfan.

Ia menegaskan akan mendukung penuh terhadap pembukaan program studi kenotariatan di Provinsi Sulawesi Tenggara. 

"117 Tahun lebih kita sudah lampaui, mari kita jaga marwah ini secara bersama-sama, mari kita jaga wadah tunggal ini tetap ada dan mari kita jaga rumah besar kita ini agar menjadi tempat silaturahmi yang saling berkesinambungan," tandas ujar Irfan.

Kegiatan pelatihan dan diskusi diikuti 140 peserta yang terdiri atas Notaris, Anggota Luar Biasa (ALB) dan Asosiasi Bank Syariah Indonesia. 

Hadir narasumber nasional, yakni Dr. Dece Kurniadi, S.H., M.M selaku Deputi Direktur Hukum Pengembangan Ekonomi Syariah.(Rin/Red) 

 

- Terpilih Aklamasi Dalam Musorprovlub

KENDARI,GAGASSULTRA.COM - Andi Ady Aksar jadi nahkoda baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2025-2029. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) Sultra yang digelar di salah satu hotel di Kendari pada Minggu,(27/07/2025).

Usai terpilih, Andi Ady Aksar menegaskan komitmennya untuk memajukan olahraga Sultra. Apalagi, keputusannya untuk maju didasari oleh dukungan kuat dari pengurus KONI kabupaten/kota dan cabor di Sultra. Dimana ia didukung oleh 14 dari 17 kepengurusan KONI kabupaten/kota, serta 50 dari 55 cabor yang ada. 

"Saya semangat maju karena KONI kabupaten/kota menyetujui. Ini keinginan dari hampir semua KONI kabupaten/kota," kata Andi Ady Aksar.

Untuk itu, kata Ady Aksar dalam memajukan olahraga membutuhkan dukungan dari semua pihak. Sebab kesuksesan dirinya merupakan kesuksesan semua pengurus KONI.

"Jangan biarkan saya bekerja sendiri. Salah saya adalah salah kita semua. Kegagalan saya adalah kegagalan kita semua, kesuksesan saya adalah kesuksesan kita semua," tutur Andi Ady Aksar.

Ia berharap dapat membawa olahraga Sultra ke arah yang lebih baik dan lebih maju. 

"Kami siap untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sultra. Saya butuh dukungan Pemprov Sultra dan semua pihak untuk membawa olahraga Sultra lebih baik," tutupnya. 

Untuk diketahui proses pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) Sultra berjalan dengan baik hingga menelorkan Andi Ady Aksar sebagai ketua terpilih. (Rin/Red) 

 

KENDARI, GAGASSULTRA.COM-Pendaftaran calon Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi ditutup, Sabtu malam, (26/07/2025). Pendaftaran calon Ketua DPD Hanura Sultra dibuka selama enam hari mulai 21-26 Juli 2025 dan menelorkan tiga kandidat yang mendaftar di meja pantai musda. 

Ketua Panitia Pelaksana Ahmad Muhaimin mengatakan, selama masa pembukaan pendaftaran, ada 5 orang yang mengambil formulir pendaftaran tapi hanya 3 orang yang mengembalikan dokumen. 

“ Jadi hanya 3 kandidat yang kami nyatakan resmi mendaftar sebagai calon Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Sultra Periode 2025-2030 karena hingga tadi malam (26 Juli 2025) pukul 24.00 WITA batas akhir pendaftaran, yang pengembalian dokumen pendaftaran hanya 3 kandidat”, kata Cak Imin panggilan akrab Ahmad Muhaimin di Kendari (27/7/2025).

Ketua panitia Musda DPD Hanura Sultra, Ahmad Muhaimin saat menerima berkas pendaftaran Fajar Ishak Daeng Jaya sebagai Calon Ketua DPD Hanura Sultra

Dikatakan, Tiga orang yang mengembalikan dokumen pendaftaran semuanya adalah kader Hanura yaitu Dr (C) H. Fajar Ishak Daeng Jaya, SE,MH (anggota DPRD Prov. Sultra), Muhamad Rum,SE (sekretaris DPD Partai Hanura Prov. Sultra) dan Ali Kamar Halim (Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Wakatobi). Sedangkan 2 orang yang tidak mengembalikan dokumen pendaftaran adalah La Baso, S.Pd, M.Pd (mantan sekretaris DPC Partai Hanura Kabupaten Muna Barat) dan La Ode Muh. Al Fajir (non kader).

“ Selanjutnya kami panitia Musda membuat berita acara yang berisi 3 calon ketua, lalu melaporkan ke Plt. Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Sultra pak Patrice Rio Capella untuk selanjutnya diteruskan ke Tim Musda DPP Partai Hanura,” ujar anggota DPRD Kabupaten Konawe Selatan dua periode ini. 

Ia menegaskan, panitia Musda hanya mengakui tiga pendaftar yang akan dituangkan dalam berita acara. Nama nama ke 3 pendaftar itulah yang akan diusulkan untuk selanjutnya memperoleh rekomendasi sebagai calon ketua DPD Partai Hanura Provinsi Sultra dari DPP.

Sebelumnya, Fajar Ishak Daeng Jaya salah satu kandidat yang mengembalikan dokumen pendaftaran kepada media ini mengatakan, pengembalian dokumen pendaftaran ini sebagai bentuk keseriusannya untuk membangun dan membesarkan partai. 

“Saya siap lahir batin dan mewakafkan diri untuk membesarkan Partai Hanura. Dan sudah punya agenda dan program untuk membawa Partai ini bisa bersaing di Sultra,”singkatnya. (Rin/Red). 

 

KONUT,GAGASSULTRA.COM– Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, meresmikan Jembatan Bailey yang terletak di Desa Sambandete, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Jumat, (25/07/2025). Jembatan ini dibangun sebagai penanganan darurat akibat putusnya konektivitas jalan karena banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan, pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjawab kebutuhan mendesak masyarakat akan akses jalan yang aman dan layak.

 “Hari ini kita berkumpul di sini dalam rangka meresmikan Jembatan Bailey sebagai solusi darurat untuk mengatasi kesulitan masyarakat yang sempat terputus akses jalannya akibat banjir. Sebulan lalu, lokasi ini menjadi titik kumpul masyarakat karena kendaraan tak bisa melintas, bahkan harus menggunakan rakit untuk menyeberang. Kita semua turun langsung saat itu, dan akhirnya sepakat untuk segera bertindak cepat,” ujar ASR sapaan akrab Gubernur Sultra. 

Orang nomor satu di Sultra ini juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada berbagai pihak, termasuk Balai, Korem, Polda, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Konawe Utara atas sinergi dan kekompakan dalam penanganan bencana ini. Ia menyebutkan bahwa sempat ada kekhawatiran jembatan harus didatangkan dari Sulawesi Selatan, namun ternyata stok Jembatan Bailey tersedia di wilayah sendiri dan bisa langsung digunakan.

“Alhamdulillah, dengan kondisi darurat dan dukungan dana Belanja Tidak Terduga (BTT), kita bisa segera membangun jembatan ini. Kalau tidak tersedia anggaran, saya bahkan siap pakai dana pribadi karena ini menyangkut keselamatan masyarakat,” tegasnya. 

Meskipun jembatan ini bersifat sementara, kata Gubernur,pemerintah telah merencanakan pembangunan jembatan permanen yang dijadwalkan mulai tahun 2026 dengan estimasi anggaran. 

 “Untuk saat ini, manfaatkan jembatan ini dengan baik. Jaga dan pelihara. Karena ini merupakan penghubung utama antara Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah, serta jalur penting distribusi dan pelayanan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Sultra, Martin Effendi Patulak, dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Bailey ini dilaksanakan berdasarkan tiga dasar hukum utama: instruksi langsung dari Gubernur saat peninjauan lapangan, Surat Keputusan Bupati Konawe Utara Nomor 221 Tahun 2025 tentang Status Siaga Bencana, dan hasil review Inspektorat Provinsi Sultra.

Tujuan pembangunan jembatan ini antara lain:

1. Memulihkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Konawe Utara;

2. Menjamin kelancaran distribusi logistik masyarakat;

3. Menunjang pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan kegiatan ekonomi.

Jembatan Bailey yang dibangun memiliki total panjang 51 meter dengan tiga segmen, dan waktu pelaksanaan pekerjaan selama 75 hari kalender. Total anggaran pembangunan sebesar Rp3,191 miliar, bersumber dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Provinsi Sulawesi Tenggara. Material jembatan berasal dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Provinsi Sultra.

Jembatan ini dinyatakan aman digunakan untuk kendaraan roda dua dan roda empat, dengan kapasitas hingga 25 ton. Pemakaian perdana secara simbolis dilakukan langsung oleh Gubernur setelah acara peresmian.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berharap kehadiran jembatan ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan meningkatkan mobilitas, serta pelayanan publik lintas kabupaten dan provinsi, khususnya pada masa-masa darurat bencana seperti banjir.

Di hadapan media, Gubernur ASR menyampaikan, jembatan ini (bailey-red) sudah bisa langsung digunakan oleh masyarakat.. “Hari ini sudah bisa dilintasi. Sebulan lalu, kendaraan harus naik rakit untuk menyeberang karena banjir. Kami bersama Forkopimda turun langsung melihat kondisi di lapangan dan sepakat membangun Jembatan Bailey sebagai solusi cepat,” ujarnya.

Meski bersifat sementara, Gubernur menegaskan bahwa jembatan permanen telah direncanakan dan akan mulai dibangun pada tahun 2026 dengan anggaran sekitar Rp 60 miliar. “Karena ini darurat, kita tidak bisa menunggu proses panjang anggaran. Maka kita bangun dulu jembatan Bailey ini. Insyaallah, setelah jembatan permanen terbangun, masyarakat tidak lagi terganggu saat banjir melanda,” tambahnya. 

Turut hadir dalam peresmian ini Ketua DPRD Sultra, Anggota Forkopimda Sultra, Bupati Konawe Utara, Forkopimda Konut, Ketua Tim Penggerak PKK Konawe Utara, Ketua Tim Ahli Gubernur Sultra, Kepala OPD Provinsi Sultra, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Sultra, Kepala Balai Wilayah Sungai IV Sultra serta tokoh masyarakat, camat, lurah, dan masyarakat sekitar.(Rin/Red) 

 

 

Pencarian