
KENDARI,GAGASSULTRA.COM - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra),Prof. Aris Badara prihatin terjadinya kekerasan kalangan remaja berpendidikan.
Peristiwa penganiayaan yang menyebabkan korban siswa salah satu sekolah setingkat SMA di Kota Kendari, Sultra harus menjalani perawatan. Untuk itu, kasus ini harus diusut tuntas.
"Ini bukan peristiwa antar sekolah. Pelaku penganiayaan harus bertanggung jawab. Jangan mudah terprovokasi ," kata Aris Badara.
Informasi yang dihimpun menyebutkan korban telah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Kendari.
Kadis Dikbud Sultra mengimbau para pihak, khususnya siswa siswi wilayah Kota Kendari tidak terprovokasi adanya informasi dari oknum tidak bertanggung jawab.
"Waspada, jangan terprovokasi. Informasi yang diterima dari berbagai sarana harus diuji kebenarannya," katanya.
Dikbud Sultra bersinergi dengan elemen lainnya segera mengidentifikasi akar permasalahan untuk menemukan peta penyelesaian.(Rin/Red)
- Kapolda Sultra Jadi Inspektur Upacara
KENDARI,GAGASSULTRA.COM-Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menghadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Watubangga, Kendari, Minggu (17/8/2025) pukul 00.00 WITA. Upacara ini digelar untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa.
Kapolda Sultra, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan naskah renungan. Selama pembacaan berlangsung, seluruh lampu di area TMP dipadamkan, menciptakan suasana hening yang mengajak peserta untuk merenungkan kembali arti perjuangan dan pengorbanan para pahlawan.

Kapolda Sultra saat menjadi Irup apel pasukan dan renungan suci di TMP Watubangga
Turut hadir Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua; Danrem 143/HO, Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto; Sekda Provinsi Sultra, Drs. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D.; jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sultra; serta personel gabungan TNI-Polri.
Di TMP Watubangga dimakamkan 66 (enam puluh enam) pejuang dan 6 (enam) tentara rakyat. Rangkaian apel ditutup dengan penyalaan lilin di pusara para pahlawan sebagai simbol semangat perjuangan yang tidak pernah padam, sekaligus menandai peringatan detik-detik Proklamasi 17 Agustus 1945.(Rin/Red)
KENDARI,GAGASSULTRA.COM-Lomba menembak dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-80, tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk mempererat silaturahmi antar unsur pimpinan daerah.
Hal ini disampaikan, Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn). Andi Sumangerukka, saat membuka lomba menembak yang digelar di Lapangan Tembak Ade Yahya, Satuan Brimob Polda Sultra, Sabtu (16/08/2025)
Kegiatan ini juga diikuti oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta pimpinan instansi.
"Mari kita jadikan perlombaan ini sebagai ajang silaturahmi, sekaligus untuk memberikan reward kepada mereka yang berprestasi dalam olahraga menembak," ujarnya.
Perlombaan ini diikuti oleh 40 peserta yang terbagi dalam dua kelas, yaitu Kelas Pistol Police Style Forkopimda Sultra, yang diikuti oleh para pimpinan Forkopimda dan Kelas Pistol Police Style Executive, yang diikuti oleh pimpinan instansi dan perwakilan dari instansi undangan.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap peserta, Gubernur Sultra secara pribadi menyiapkan hadiah untuk para pemenang. Bagi kelas Pistol Police Style Forkopimda, telah disiapkan tiga unit motor listrik bagi para juara.
Sementara untuk kelas Pistol Police Style Executive, hadiah yang disediakan meliputi, 1 unit motor untuk juara 1, uang pembinaan sebesar Rp 5 juta untuk juara 2, dan uang pembinaan sebesar Rp 3 juta untuk Juara 3. Adapun untuk Harapan 1,2, dan 3, masing-masing akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 2 juta, Rp1,5 Juta dan Rp 1 juta.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ketua DPRD Sultra, Danrem 143/HO, Kapolda Sultra, serta Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara. (Rin/Red)
BAUBAU,GAGASSULTRA.COM-Semarak peringatan HUT RI ke-80 tahun 2025 di dimeriahkan dengan berbagai macam kegiatan. Yayasan Pendidikan Wardah Bhakti Insani Kota Baubau yang menaungi sekolah Raudhatul Athfal (RA) Al Mu'araf melakukan tour education di KRI Sampari 682 yang bersandar di Pelabuhan Murhum Baubau, Jumat (15/08/2025)
Kedatangan rombongan anak-anak tersebut disambut langsung oleh Komandan KRI Sampari 628, Letkol Laut (P) Eko Darmawan,ST.M,Si. Komandan KRI menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan tersebut dan semoga bisa membuat anak-anak lebih senang dengan melihat langsung salah satu kapal perang yang dimiliki oleh TNI AL.
“Yang lebih utama adalah untuk menumbuhkan jiwa nasionalis masyarakat lokal sejak dini, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap tanah air Indonesia”, ungkapnya.
Dengan didampingi oleh prajurit KRI Sampari 628 bersama guru pendamping, puluhan anak-anak tersebut kemudian diajak naik ke kapal untuk melihat langsung beberapa bagian utama di kapal yaitu anjungan yang merupakan ruang kemudi dan navigasi kapal, persenjataan dan beberapa bagian kapal lainnya, dalam memperkenalkan lingkungan kapal perang prajurit juga memberikan penjelasan sederhana namun sarat makna yaitu tentang peran TNI AL dalam menjaga kedaulatan laut, serta pentingnya semangat persatuan dan cinta tanah air sejak usia dini.
Terkait kunjungan para siswa-siswi TK tersebut juga sejalan dengan arahan dari Pangkoarmada II, Laksda TNI I. G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga bagi generasi muda untuk menumbuhkan rasa bangga dan cinta kepada bangsa melalui edukasi maritim.
Selain itu, TNI AL terus berkomitmen membangun kedekatan dengan masyarakat demi Indonesia yang kuat dan maju sejalan dengan slogan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia: "Rakyat Sejahtera, Bersatu, Berdaulat Menuju Indonesia Maju".(Tio/Red)
KENDARI,GAGASSULTRA.COM-Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka menegaskan akan mengoptimalkan potensi daerah secara cerdas dan berkelanjutan adalah kunci untuk mewujudkan Sultra yang maju, aman, sejahtera, dan religius.
Hal ini disampaikan orang nomor satu di Sultra ini saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sultra dalam rangka mendengarkan pidato Presiden RI pada peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, di Gedung Sekretariat DPRD Sultra, Jumat (15/8/2025).
“Mari kita optimalkan upaya pengelolaan dan pemanfaatan potensi daerah, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal serta prinsip pembangunan berkelanjutan,” tegasnya.
Selanjutnya, Gubernur menyoroti terkait tema HUT RI ke-80 “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, Gubernur menilai semangat tersebut sejalan dengan visi Sultra: bersatu dalam harmoni, menegakkan kedaulatan, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Berkaitan dengan tema tersebut, ASR sapaan akrab Gubernur, mengajak seluruh elemen pemerintah daerah dan masyarakat untuk bergerak bersama, bersinergi, serta bekerja efektif, efisien, dan produktif untuk menjadikan Sultra daerah dengan daya saing tinggi di tingkat nasional maupun global.
Selain itu, Gubernur mengingatkan pentingnya menyukseskan penyelenggaraan dua agenda besar nasional yang akan berlangsung di Sultra tahun ini yaitu Rakornas Produk Hukum Daerah (PHD) yang akan dilaksanakan pada 26–28 Agustus 2025 serta Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) ke-28 Tingkat Nasional pada tanggal 9–19 Oktober 2025.
Menutup sambutannya, Gubernur mengajak seluruh masyarakat menyimak pidato kenegaraan Presiden RI secara seksama. Menurutnya, arahan tersebut menjadi kompas strategis untuk merancang dan mengeksekusi pembangunan daerah yang berkesinambungan.(Rin/Red)
KENDARI,GAGASSULTRA.COM-Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-80 disambut suka cita seluruh masyarakat secara umum khususnya di Sulawesi Tenggara (Sultra). Salah satunya Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Transnaker) Sultra dengan mengadakan lomba dengan melibatkan selruh pegawai dan karyawannya.

Kegiatan lomba tersebut dibuka langsung Kepala Dinas Transnaker Sultra, LM Ali Haswandy,SE, yang ditandai dengan pelepasan peserta jalan santai di lapangan Kantor Dinas Tansnaker Sultra, jumat (15/08/2025).
Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan semangat nasionalisme sekaligus menjadi sarana silaturahmi dan kebersamaan di lingkup Dinas Transnaker Sultra.

Sejumlah perlombaan dan pertandingan akan menjadi daya tarik utama dalam kegiatan ini seperti lomba PBB tutup mata, lomba karaoke diikuti Kabid dan lomba yel-yel. Sebelum perlombaan diawali defile dari kantor jl. made Sabara menuju rujab kembali ke kantor.

Selain menghibur, kegiatan ini juga sangat antusias diikuti seluruh peserta dan pegawai yang laurut dalam suasana kekeluargaan. Termasuk dijadikan sebagai momentum untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan.(Rin/Red)
KENDARI,GAGASSULTRA.COM-Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-80, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara (Dikbud Sultra) mengelar pekan olahraga. Kegiatan ini mengusung tema “Pendidikan Maju, Pendidikan Berkualitas, Sultra Maju, Aman, Sejahtera, dan Religius”.
Kegiatan yang diikuti para kepala sekolah SMA, SMK, SMP, dan SLB se-Kota Kendari ini dibuka langsung Kepala Dinas Dikbud Sultra, Prof. Aris Badara, S.Pd., M.Hum,Jumat (15/8/2025).
Dalam sambutannya, Prof. Aris menekankan pentingnya pendidikan berkualitas untuk mewujudkan masyarakat yang maju dan sejahtera. Selain itu, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan semangat nasionalisme sekaligus menjadi sarana silaturahmi dan kebersamaan di lingkungan pendidikan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi, termasuk Dharma Wanita yang berperan besar dalam menyukseskan kegiatan.
“Pekan olahraga ini diharapkan dapat meningkatkan nasionalisme melalui berbagai perlombaan, mengingatkan kita akan sejarah perjuangan bangsa, serta menjadi sarana mengurangi stres bagi para peserta,” ujar Prof. Aris Badara,
Sejumlah perlombaan dan pertandingan akan menjadi daya tarik utama dalam kegiatan ini.
Perlombaan dan pertandingan ini, menurutnya, bukan sekadar hiburan, tetapi juga upaya membentengi generasi muda dari pengaruh negatif media sosial dan budaya luar yang tidak sesuai dengan nilai-nilai bangsa.
Selain menghibur, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan.
“Kita rayakan kemerdekaan dengan gembira, namun tidak melupakan bahwa kemerdekaan ini diraih dengan pengorbanan nyawa dan harta,” tambahnya.
Pekan olahraga ini akan berlangsung selama beberapa hari, dengan melibatkan berbagai satuan pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra.(Rin/Red)
KENDARI,GAGASSULTRA.COM– Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra),yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik sekaligus Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, La Ode Fasikin, memimpin Upacara Peringatan Hari Veteran Nasional (Harvetnas) yang dirangkaikan dengan Launching Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih Tahun 2025 di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemrov) Sultra yang dilaksanakan di Lapangan Kantor Gubernur Sultra, Senin (11/08/2025).
Acara ini dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sultra, Anggota DPRD Sultra, para Asisten Sekda, Kepala Perangkat Daerah dan Biro lingkup Pemprov Sultra, Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Sultra, serta para anggota LVRI Provinsi Sultra.
Dalam kesempatan tersebut, Plh Sekda Sultra membacakan sambutan Ketua Dewan Pimpinan Pusat LVRI, Letnan Jenderal TNI (Purn) HBL Mantiri. Dalam sambutan itu disampaikan bahwa peringatan Harvetnas merupakan bentuk penghargaan negara kepada para pejuang yang telah berjasa merebut kembali kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui peristiwa Penghentian Pertempuran Empat Hari pada 7–10 Agustus 1949 di Kota Surakarta. Pertempuran yang dipimpin Letkol Ignatius Slamet Riyadi tersebut berakhir dengan kemenangan pasukan Indonesia dan berhasil memukul mundur pasukan Belanda.
Presiden Soekarno kemudian mengeluarkan pernyataan bersejarah: “Mulai hari ini kamu-kamu para pejuang saya namakan veteran.” Pernyataan yang sama kembali ditegaskan pada peringatan Harvetnas tahun 1965, di mana beliau menetapkan 10 Agustus sebagai Hari Veteran Nasional, serta menegaskan bahwa gelar “Veteran” adalah milik nasional yang dianugerahkan rakyat sebagai penghormatan di masa revolusi fisik.
Tema Harvetnas tahun 2025 adalah “Veteran Mengabdi Tanpa Batas, Berjuang Sepanjang Masa”. Tema ini mencerminkan realitas bahwa meskipun para veteran tidak lagi berjuang di medan tempur bersenjata, mereka tetap berjuang menjaga nilai-nilai kebangsaan, menanamkan semangat juang kepada generasi muda, serta menjadi penopang moral kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dalam sambutannya, Ketua DPP LVRI juga menegaskan pentingnya melestarikan nilai-nilai luhur perjuangan 1945, antara lain semangat cinta tanah air, pantang menyerah, setia kawan, rela berkorban, dan percaya diri akan kemampuan yang dimiliki. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk waspada terhadap pengaruh negatif, termasuk informasi menyesatkan yang berpotensi memecah belah persatuan. Generasi penerus bangsa diminta untuk memahami dan mengamalkan ideologi Pancasila, serta menjauhi paham-paham lain yang dapat mengancam keutuhan NKRI.
Setelah pembacaan sambutan Ketua DPP LVRI, acara dilanjutkan dengan pembacaan sambutan Gubernur Sultra oleh Plh Sekda La Ode Fasikin. Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa selain peringatan Harvetnas, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Launching Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih Tahun 2025 dalam rangka menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
“Bendera Merah Putih bukan sekadar simbol negara, tetapi juga lambang persatuan dan kesatuan bangsa. Gerakan ini diharapkan dapat membangkitkan kesadaran nasional, menumbuhkan semangat kebangsaan dan patriotisme, serta mengingatkan kita semua tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di semua kalangan masyarakat,” ujar La Ode Fasikin saat membacakan sambutan Gubernur.
Gubernur juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyambut HUT RI ke-80 dengan semarak dan partisipasi aktif. “Mari gelorakan semangat kemerdekaan di dalam jiwa kita masing-masing dan terus mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif,” tambahnya.
Launching Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih Tahun 2025 secara resmi ditandai dengan penyerahan bendera secara simbolis kepada anggota Paskibraka Sultra 2025. Penyerahan dilakukan oleh Plh Sekda Sultra didampingi Forkopimda Sultra, Kepala Badan Kesbangpol Sultra, dan Ketua LVRI Sultra.
Acara kemudian ditutup dengan semangat kebersamaan seluruh peserta yang menggaungkan yel-yel “Dirgahayu Republik Indonesia” dan “Dirgahayu Hari Veteran Nasional” sebagai wujud cinta tanah air dan penghormatan kepada para pejuang bangsa.(Rin/Red)
BAUBAU,GAGASSULTRA.COM - Jelang musim jambu mete, masyarakat Kelurahan Waruruma, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar ritual ‘Pekandeana Mia-Miana Tana’. Ritual ini dilakukan sebagai bentuk doa kepada Tuhan agar hasil kebun warga lebih baik di tahun uni.
Selain itu, kegiatan ini juga merupakan cara masyarakat Waruruma dalam menjaga kearifan lokal yang telah diwariskan oleh para orang tua terdahulu.
Hal tersebut diungkapkan oleh Lurah Waruruma Eko S.IP saat ditemui media usai kegiatan ritual ‘Pekandeana Mia-Miana Tana’, Kamis, (07/08/2025).
" Ini merupakan kegiatan rutin di Kelurahan Waruruma dan merupakan salah satu kearifan lokal yang ada di masyarakat yang namanya ‘Pekandeana Mia-Miana Tana’. Maksud dan tujuan kegiatan ini intinya masyarakat meminta kepada yang maha kuasa agar hasil kebun jambu mete tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya, serta di hindarkan dari hama penggangu," ujar Eko.
Dikatakan, kegiatan ini juga merupakan ajang silaturahmi masyarakat. Pasalnya kegiatan ini tidak terbatas untuk masyarakat Kelurahan Waruruma saja, namun dapat dihadiri oleh masyarakat umum.
" Kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi antar masyarakat Waruruma," ungkapnya.
Kedepan, lanjut Eko, pihaknya akan melakukan musyawarah bersama para orang tua dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama menetukan tanggal pasti kegiatan ‘Pekandeana Mia-Miana Tana’ di Kelurahan Waruruma.
Sementara itu, salah satu Anggota DPRD Kota Baubau Naslia Alu yang juga hadir dikegiatan tersebut mengatakan, jika dirinya sejak kecil hingga besar berada ditengah - tengah masyarakat Waruruma telah mengetahui adanya, pelaksanaan ritual Pekandeana Mia Miana Tana yang dilakukan oleh para orang tua yang berkebun jambu mete.
" Kegiatan ini ( Pekandeana Mia Miana Tana - red) telah dilakukan sejak jaman orang tua kami terdahulu yang memiliki kebun dan dilakukan saat menjelang musim jambu mete," ujarnya.
Kata Naslia, dana pelaksanaan kegiatan ini bersumber dari hasil swadaya masyarakat Waruruma. Pada kegiatan ini juga digelar acara makan bersama masyarakat dan tamu yang hadir, sehingga rasa kebersamaan dan kekompakan sangat kental terasa.
" Adapun menu yang disajikan memang dipilih makanan lokal dan tradisional sesuai dengan adat dan kebiasaan masyarakat setempat," ungkap Naslia yang juga menjabat sebagai ketua Komisi III DPRD Kota Baubau.
Pada kegiatan tersebut juga mendapat pengamanan dari pihak TNI POLRI oleh Bhabinkamas Kelurahan Waruruma dan Bungi Aiptu, I Wayan Marjaya, SH dan Babinsa Kelurahan Warurma oleh Sertu Darmin. (Tio/Red)
- Tanamkan Kesadaran Awasi Uang Negara Sejak Dini
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulawesi Tenggara menggelar program BPK ‘Aleongi’ Sekolah atau BPK Goes to School di sejumlah lembaga pendidikan di Baubau, di antaranya SMA Negeri 1 Baubau, SMKN 1 Baubau, dan Perguruan Tinggi Universitas Dayanu Ikhsanuddin.
Kegiatan berlangsung selama empat hari sejak Selasa 5 s/d 8 Agustus 2025. Selain melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pelajar dan mahasiswa, BPK RI Perwakilan Sultra juga ikut berkontribusi dalam pelestarian lingkungan dengan melakukan penanaman pohon mangrove di kawasan wisata Pantai Kasosona Desa Holimombo Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton.
Kepala BPK Perwakilan Sultra, Dr. Dadek Nandemar, SE, MIT, Ak, CSFA, CA, CFE, menjelaskan kegiatan ini menjadi agenda rutin untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya pengawasan keuangan negara sejak dini.
“Dalam APBD terdapat berbagai bantuan seperti bansos, beasiswa, hingga program bantuan lainnya. Jika tidak diperiksa, rawan disalurkan hanya kepada kerabat atau kelompok tertentu, padahal ada masyarakat lain yang lebih berhak,” ujarnya.
Dikatakan, BPK mengemban tugas mulia dan berat untuk memastikan pengelolaan keuangan negara berjalan sesuai aturan. Untuk itu, siswa perlu memahami peran BPK sebagai bagian dari lembaga tinggi negara yang berfungsi melakukan pemeriksaan keuangan.
“Sejak usia sekolah, kita ingin menanamkan kesadaran bahwa uang negara menyentuh semua aspek kehidupan. Nanti, ketika mereka menjadi petani, pedagang, ASN, atau guru, mereka akan sadar pentingnya mengelola dana tersebut dengan baik dan memberi informasi jika ada penyimpangan,” tambah Dadek.
Menurutnya, edukasi ini juga bagian dari persiapan menghadapi bonus demografi pada tahun 2030, di mana generasi emas diharapkan mampu memahami dan mendukung tata kelola negara yang baik.
Sementara itu, Plt Kepala SMAN 1 Baubau, LM. Syahrir, mengapresiasi kehadiran BPK di sekolahnya.
Ia menyebut, program ini mencerminkan komitmen nyata BPK dalam mewujudkan transparansi dan edukasi publik.
“Kami bangga SMAN 1 Baubau terpilih. Sekolah ini punya nilai sejarah, karena setelah Kesultanan Buton bergabung dengan Indonesia, SMAN 1 Baubau adalah sekolah pertama yang dibangun. Peletakan batu pertamanya dilakukan langsung oleh Sultan Buton,” ungkapnya.
Syahrir berharap kegiatan ini memotivasi siswa untuk tumbuh dengan integritas dan menjadi generasi yang berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa.
Kegiatan BPK Goes to School di SMAN 1 Baubau diisi dengan pemaparan materi mengenai peran BPK, diskusi interaktif, serta sesi tanya jawab yang melibatkan siswa secara langsung. (Rin/Red)