KENDARI,GAGASSULTRA.COM-Peringatan Hari Ibu 22 Desember 2025 bagi Majelis Forum Alumni HMI Wati (Forhati) Sulawesi Tenggara (Sultra) begitu besar dalam mengawal proses kehidupan. Untuk itu, dengan mengangkat tema ‘Ibu : Sang Penjaga Bumi’ merawat kehidupan serta merawat masa depan menjadi topik utama dalam Webinar Nasional yang di gelar Forhati Sultra, Jum'at (26/12/2025).
Webinar ini hadir sebagai momentum refleksi dan aksi kolektif untuk menguatkan peran perempuan, khususnya ibu, dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan, keberlanjutan lingkungan, serta masa depan generasi bangsa. Ibu tidak hanya diposisikan sebagai sumber kasih sayang dan pengasuhan, tetapi juga sebagai penjaga nilai sosial, budaya, dan ruang hidup bersama yang lestari.
Acara ini diharapkan menjadi wadah inspiratif untuk membahas peran strategis ibu dalam merawat kehidupan dan pelestarian bumi, sehingga generasi yang lahir dan dibesarkan memiliki kesadaran ekologis dan komitmen kolektif terhadap kelestarian alam.
Webinar menghadirkan dua narasumber dari kalangan akademisi antara lain dengan pembicara utama Dr.Zurmailis, MA dosen sastra Indonesia Universitas Andalas dan Dr, Hj Irma Irayanti, M.Pd Dosen IAIN.
DR. Zurmailis mengusung tema “Dua sisi wajah perempuan yang Mencerminkan Kondisi Alam” Sedangkan Dr. Irma mengusung tema “IBu dan Bumi: Dua Kehidupan, Satu Tanggungjawab”. Tak luput menjadi pembahasan adalah, peran ibu dalam pendidikan nilai, serta kontribusi aktif perempuan dalam upaya keberlanjutan lingkungan.
Webibar yang diikuti berbagai kalangan, mulai dari akademisi, aktivis perempuan, mahasiswa dan umum tersebut dimoderatori oleh Islmiyah Hasari, S.Pd., M.Pd.
Sementara itu, Koordinator Presidium FORHATI Sultra, Rahmawati Azi mengatakan, perempuan dalam perannya sebagai ibu memiliki tanggung jawab ganda, merawat kehidupan keluarga sekaligus menjaga bumi sebagai tempat hidup bersama. Sebagai organisasi alumni perempuan yang aktif dalam pemberdayaan perempuan dan kegiatan sosial, FORHATI Sultra melihat keterkaitan antara peran ibu dan keberlanjutan ekologi sebagai bagian integral dari pembangunan manusia yang beradab dan berkelanjutan.
“Perempuan bukan hanya agen pengasuh keluarga, tetapi juga penjaga ekologi komunitas dan bumi, karena dari peran itulah terbentuk generasi yang peduli terhadap lingkungan dan nilai-nilai kehidupan yang berkelanjutan,”ungkapnya.
Untuk itu, Uci sapaan akrab Rahmawati mengharapkan, melalui webinar ini, FORHATI Sultra mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kaum perempuan, ibu, pelajar, akademisi, dan pelaku perubahan untuk bersama-sama meneguhkan komitmen dalam merawat kehidupan dan menjaga masa depan bumi demi generasi yang lebih berdaya dan planet yang lebih lestari. (Rin/Red)


