Kamis, 05 Februari 2026 13:14

Muscab IV Serentak Hanura Sultra, Momentum Konsolidasi Partai Hingga Akar Rumput

Rate this item
(1 Vote)
Peserta Musyawarah Cabang IV Partai Hanura Sultra Peserta Musyawarah Cabang IV Partai Hanura Sultra

KENDARI, GAGASSULTRA.COM — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura se-Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) IV secara serentak, Kamis (5/2/2026). Muscab ini dihadiri seluruh 14 DPC Kabupaten/Kota di Sultra minus Konawe, Konawe Utara dan Bombana.

Forum ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum konsolidasi besar untuk menata standar kepemimpinan partai hingga ke akar rumput, sekaligus mengunci target menjadikan Sultra sebagai lumbung suara Hanura pada 2029 dan 2031.

Korwil IX DPP Partai Hanura saat membuka pelaksanaan Muscab IV serentak Partai Hanura Sultra

Kegiatan ini di buka Koordinator Wilayah (Korwil) IX DPP Partai Hanura yang membawahi Sulsel,Sulbar dan Sultra, Brigjen Pol (Purn) Dr. Drs. Adeni Muhan Dg Pabali, MM dan Ketua DPD Hanura Sultra Fajar Ishak Daeng Jaya yang menyampaikan arahan strategis bagi para calon Ketua DPC.

Dalam arahannya, Adeni Mohan menegaskan perubahan Hanura di Sultra bukan pada simbol, melainkan pada keseragaman visi-misi dari pusat hingga daerah.

 “Hanura Sultra ini sudah berubah. Bukan karena bajunya atau benderanya, tapi seluruh kader dari pusat sampai bawah punya visi yang sama,” tegasnya.

Dikatakan, langkah DPD Partai Hanura Sultra dalam menjaring calon Ketua DPC melalui fit and propertest sebagai langkah baru yang patut di apresiasi. Hal ini tidak lepas dari pemilihan ketua DPC yang berkualitas sebagai “lokomotif” partai di daerah. 

Ketua DPD Partai Hanura Sultra, Fajar Ishak Daeng Jaya

“Tidak serta-merta karena kedekatan. Kita lihat latar belakang, pengalaman, dan kapasitasnya. Karena dia ini lokomotif yang akan menarik gerbong besar,” katanya.

Ia mengingatkan agar Ketua DPC terpilih tidak larut dalam euforia, tetapi segera menyusun formatur, memperkuat PAC hingga anak ranting, dan bersiap menghadapi verifikasi faktual 2027.

 “Tidak boleh lagi fiktif. Sekarang dicek. Kalau ketahuan, ada konsekuensi hukum,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD Hanura Sultra Fajar Ishak Daeng Jaya menyebut Muscab serentak ini sebagai titik start menuju kemenangan. Ia optimistis Sultra bisa menjadi lumbung suara Hanura karena partai ini tumbuh dari simpati rakyat, bukan kekuatan elit.

“Hanura bukan partai kecil. Hanura itu ‘hanya nurut rakyat’. Tidak ada anggota DPRD Hanura yang anak bupati atau anak gubernur. Tapi kita bisa menciptakan kursi karena melekat di hati masyarakat,” ucap Fajar.

Fajar memaparkan pengalamannya terpilih sebagai anggota dewan dengan biaya minim sebagai bukti bahwa strategi dan kedekatan dengan masyarakat lebih menentukan daripada kekuatan modal. 

“Kalau uang pas-pasan saja kita bisa dapat kursi, apalagi kalau punya uang. Tinggal pilih, mau menang atau mau tampil mentereng sebelum menang,” katanya.

Untuk itu, dalam target besar membesarkan partai, setiap dapil di Sultra minimal memiliki satu kursi Hanura, baik di DPRD kabupaten/kota maupun provinsi. Bahkan, Fajar menegaskan evaluasi keras bagi Ketua DPC ke depan. “Kalau sampai 2031 masih ada Ketua DPC yang tidak jadi anggota DPRD, tidak usah lagi jadi Ketua DPC,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan, fit and proper test bukan untuk meragukan senioritas kader, melainkan memicu semangat dan menjadi ruang berbagi strategi agar kemenangan bisa diraih bersama.

Muscab IV ini menandai konsolidasi serius Hanura Sultra dalam menata kualitas kepemimpinan, memperkuat struktur hingga bawah, dan menyatukan langkah menuju target besar partai di masa mendatang.(Lipsus/Hasrin Ilmi)

Read 74 times

Pencarian