Kamis, 14 Juli 2022 10:00

Fajar Ishak Sambangi Nelayan di TPI Wameo

Rate this item
(1 Vote)

BAUBAU,GS-Kehadiran anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Fajar Ishak Daeng Jaya, SH, MH di tempat pelelangan ikan (TPI) Wameo, Kota Baubau, Selasa (28/06/2022), mendapat mendapat sambutan baik dari warga, khususnya nelayan yang sedang bongkar muatan.

Kehadirannya di tempat tersebut untuk melihat secara langsung proses bongkar muat pasokan ikan di Kota Baubau. Bahkan, legislator Hanura tersebut terlihat sangat akrab dan berbaur langsung dengan nelayan.

"Pasokan ikan yang masuk di Baubau sangat besar, kalau hanya untuk konsumsi masyarakat saya kira lebih dari cukup,"ungkapnya.

Namun demikian, kata Fajar, besarnya pasokan untuk stok ikan ini harus dimaksimalkan fungsi TPI Wameo, sehingga bisa menampung hasil nelayan untuk persediaan, sehingga setiap saat bisa kebutuhan masyarakat bisa terlayani.

"Saya kira fungsi TPI Wameo harus dimaksimalkan sehingga bisa melayani kebutuhan masyarakat setiap saat,"kata mantan Ketua PWI Baubau ini.

Sebelum meninggalkan TPI, sekretaris komisi IV DPRD Sultra ini menyempatkan membeli ikan nelayan.

Alex salah seorang nelayan mengaku mengenal sosok Fajar Ishak yang selalu membaur dengan warga. Kedekatannya dengan nelayan sudah terbangun sebelumnya.

"Kedekatannya dengan kita (nelayan-red) sudah terbangun, jadi meskipun sudah terpilih jadi anggota dewan kebiasaanya berbaur dengan warga tidak berubah,"kata Alex.

Hal senada di sampaikan nelayan lainya, La Edi, perhatian Fajar Ishak kepada warga selama terpilih jadi anggota dewan sangat besar. Bahkan, sudah ada usulan nelayan saat melakukan reses di daerah pemilihannya di wilayah Kepton sudah banyak direalisasikan.

"Usulan kami untuk dapatkan kapal tangkap sudah direalisasikan, bukan hanya satu tapi ada beberapa kelompok nelayan di desa kami Busel sudah dapat,"kata La Edi yang mengaku nelayan dari Busel saat bongkar muatan di TPI Wameo.

Untuk diketahui, sebelumnya Fajar Ishak dan beberapa anggota DPRD Sultra mengunjungi TPI Wameo. Dari hasil temuan dewan menemukan adanya ketidakjelasan pengelolaan TPI Wameo sejak januari sampai mei 2022. Setelah aset tersebut diserahkan oleh pemkot Baubau kepada pemprov Sultra.

Selain itu, beberapa fasilitas TPI juga mengalami kerusakan, yaitu semua pabrik es yang berjumlah 3 unit tidak ada yang berfungsi karena mengalami kerusakan ringan, sedang dan berat. (*)

Read 571 times

Pencarian