Selasa, 16 Jun 2026 17:03

PKM Politeknik Baubau dan PKK Bone-Bone Produksi Sabun Cair dan Batang Berbahan Eco Enzim Ramah Lingkungan

Rate this item
(17 votes)
Tim PKM Politeknik Baubau dan PKK Bone-bone menunjukan hasil produksi Sabun cair serbaguna dan sabun mandi batang berbahan utama eco enzim Tim PKM Politeknik Baubau dan PKK Bone-bone menunjukan hasil produksi Sabun cair serbaguna dan sabun mandi batang berbahan utama eco enzim

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Tim Dosen Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Baubau bersama Tim Penggerak PKK Kelurahan Bone-Bone kembali berkolaborasi melalui pelatihan pembuatan sabun cair serbaguna dan sabun batang berbahan dasar eco enzim ramah lingkungan, Selasa (16/06/2026), di Aula Kantor Kelurahan Bone-Bone, Kota Baubau.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi program PKM sebelumnya yang mengusung tema "Pemberdayaan Kelompok PKK Melalui Inovasi Eco Enzim dan Produk Turunannya dari Sampah Organik untuk Penguatan Ekonomi Kreatif Berbasis Lingkungan."

Dalam pelatihan tersebut, peserta yang mayoritas merupakan anggota PKK Kelurahan Bone-Bone dibimbing secara langsung memproduksi sabun cair serbaguna dan sabun mandi batangan dengan memanfaatkan eco enzim hasil pengolahan sampah organik. Kegiatan dipimpin oleh Ketua Tim PKM Politeknik Baubau, Dr. Sarni, S.Si., M.Si.

Dr. Sarni menjelaskan, persoalan sampah organik masih menjadi tantangan di tengah masyarakat. Padahal, jika dikelola dengan baik, sampah organik dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan.

"Hari ini kita fokus pada pemanfaatan eco enzim sebagai bahan dasar, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan produk turunannya berupa sabun cair serbaguna dan sabun batang. Ini merupakan bentuk inovasi sederhana yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat," ujar Dr. Sarni di sela-sela pelatihan.

Menurutnya, eco enzim yang dipadukan dengan sejumlah bahan sederhana mampu menghasilkan produk berkualitas yang sangat bermanfaat, khususnya bagi ibu rumah tangga. Selain memenuhi kebutuhan sehari-hari, keterampilan tersebut juga berpotensi menjadi sumber tambahan pendapatan keluarga.

"Hasilnya seperti yang kita lihat saat ini. Ibu-ibu peserta dapat langsung membuat sabun cair serbaguna dan sabun mandi batangan sendiri. Jika dikembangkan, tentu bisa berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga," jelasnya.

Peserta pelatihan antusias mendengarkan penjelasan dari mentor

Lebih lanjut, Dr. Sarni menilai antusiasme kelompok PKK Kelurahan Bone-Bone menjadi modal penting dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat, terutama terkait pengelolaan sampah rumah tangga. Oleh karena itu, program ini dirancang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kelurahan Bone-Bone, Wa Ode Nikmalasari Djirimu, AMKG, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim PKM Politeknik Baubau atas pelaksanaan pelatihan tersebut.

Ia menilai kegiatan ini memberikan manfaat besar karena membekali masyarakat dengan keterampilan baru yang bernilai ekonomis.

"Luar biasa kolaborasi ini karena memberikan nilai tambah, pengalaman, dan ilmu kepada kami. Apalagi hasil produksi sabun cair dan sabun batang ini sangat bermanfaat. Minimal kami bisa menghemat pengeluaran rumah tangga karena dapat memproduksinya sendiri di rumah," ungkapnya.

Salah seorang peserta pelatihan, Imelda, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk yang beredar di pasaran.

"Inovasi ini sangat menarik karena selain ramah lingkungan, juga berpotensi menjadi peluang usaha yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga," katanya.

Pantauan media ini, pelatihan yang dimulai sejak pukul 09.00 WITA diawali dengan proses pengolahan limbah sampah organik menjadi eco enzim sebagai bahan utama pembuatan sabun. Eco enzim yang telah tersedia kemudian diolah bersama bahan tambahan sederhana hingga menghasilkan sabun cair serbaguna yang siap digunakan.

Sementara itu, sabun mandi batangan yang diproduksi pada pelatihan tersebut belum dapat langsung digunakan dan memerlukan proses pematangan selama kurang lebih satu bulan agar menghasilkan kualitas terbaik saat dimanfaatkan.

Dr. Sarni juga menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat yang sepenuhnya didanai melalui program Simlitabmas/BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan kelompok PKK, inovasi eco enzim diharapkan menjadi gerakan nyata dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang produktif, sekaligus memperkuat ekonomi kreatif masyarakat berbasis lingkungan di Kota Baubau. (Hasrin Ilmi/Red)

Read 415 times

Pencarian