BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Pelantikan pengurus Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Baubau menjadi momentum penting dalam memperkuat peran organisasi sosial di tengah masyarakat. Ketua PMI Kota Baubau, Yusman Rahim, menegaskan bahwa PMI harus hadir tanpa menunggu permintaan, terutama dalam menjawab kebutuhan kemanusiaan yang mendesak.
Dalam sambutannya, Yusman Rahim menekankan bahwa PMI merupakan organisasi yang memiliki tanggung jawab besar dalam membantu masyarakat, khususnya dalam situasi darurat, penanggulangan bencana, serta pelayanan kesehatan.
“PMI harus selalu siap dan hadir di tengah masyarakat, bahkan sebelum terjadi sesuatu. Kita harus mampu mengantisipasi dan menyiapkan segala kebutuhan yang diperlukan masyarakat,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu, Ketua PMI Baubau, Yusman Fahim (tengah) saat memasuki ruang pelantikan pengurus Markas PMI Baubau
Ia juga menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi titik awal komitmen baru dengan energi dan semangat baru bagi seluruh jajaran PMI Kota Baubau untuk semakin tulus dalam menjalankan misi kemanusiaan.
Menurutnya, peran PMI tidak hanya terbatas pada penanggulangan bencana dan pelayanan kesehatan, tetapi juga dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian dan kemanusiaan di tengah kehidupan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Yusman Rahim turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Baubau atas dukungan yang telah diberikan dalam pengembangan PMI, termasuk dalam proses penguatan kelembagaan dan pelayanan.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Baubau tengah dalam proses penguatan administrasi dan perizinan. Diharapkan dalam waktu dekat seluruh proses tersebut dapat segera rampung sehingga pelayanan dapat berjalan optimal.
“Saat ini UTD sudah berproses dan tinggal beberapa administrasi yang sementara diselesaikan. Kami berharap dalam waktu dekat izin resmi dapat terbit sehingga pelayanan bisa berjalan maksimal,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga mengharapkan dukungan dari PMI tingkat provinsi serta seluruh stakeholder di Kota Baubau, termasuk instansi pemerintah, kepolisian, OPD, hingga relawan, untuk bersama-sama meningkatkan pelayanan kemanusiaan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan darah.
Menurutnya, kebutuhan darah di Kota Baubau cukup tinggi, baik di rumah sakit pemerintah maupun swasta. Oleh karena itu, keberadaan UTD yang dikelola secara profesional menjadi sangat penting.
“Ketersediaan darah tidak boleh kosong. Ini adalah kebutuhan vital masyarakat, sehingga semua pihak harus terlibat dalam mendukung ketersediaannya,” tegasnya.
Dengan pelantikan pengurus baru ini, PMI Kota Baubau diharapkan semakin solid dan mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kemanusiaan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Pelantikan pengurus Markas PMI Kota Baubau dihadiri Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu, Sekda, La Ode Darussalam, Pimpinan OPD serta tokoh masyarakat. (Hasrin Ilmi/Red)


