BAUBAU,GAGASSULTRA.COM - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Baubau Tahun 2027, menjadi momentum krusial dalam menentukan arah masa depan kota di bawah kepemimpinan "Kerja Bersama".
Hal ini diungkapkan Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE saat membuka Musrenbang RKPD Kota Baubau di Aula Kantor Wali Kota Baubau, Rabu (08/04/2026).
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Baubau Yusran Fahim menekankan bahwa tahun 2027 merupakan fase krusial karena merupakan tahun pertengahan pelaksanaan RPJMD 2025-2029. Pembangunan ke depan diarahkan untuk menjadi lebih berkelanjutan, inklusif, dan berbasis inovasi.

Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim saat membuka musrenbang RKPD Kota Baubau tahun 2027
Dalam kegiatan ini, Pemkot Baubau menetapkan tema besar untuk tahun 2027, yaitu pengembangan berbagai inovasi pembangunan, mulai dari pemajuan kebudayaan, peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga penguatan infrastruktur dan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi informasi (TI)."Tema ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi komitmen kita membangun kualitas SDM, memperkuat identitas budaya, serta menghadirkan pelayanan publik yang modern dan transparan," ujarnya..
Memasuki tahun ketiga kepemimpinan, Wali Kota Baubau Yusran Fahim mengajak seluruh jajaran untuk melakukan refleksi mendalam. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Kondisi fiskal ini memicu langkah strategis berupa Review RPJMD Kota Baubau 2025-2029. Langkah ini diambil agar arah kebijakan daerah tetap selaras dengan kebijakan nasional dan program prioritas Presiden, namun tetap mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.
"Kita harus adaptif dan cermat. Setiap rupiah anggaran harus dipastikan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat melalui rasionalisasi kegiatan yang kurang efektif,"ungkapnya.
Wali Kota Baubau menggarisbawahi lima poin utama yang akan menjadi fokus di tahun 2027 yakni pertama pemajuan Kebudayaan dengan menjadikan nilai budaya lokal sebagai identitas sekaligus kekuatan ekonomi. Kedua, Pendidikan dan Kesehatan dengan menjamin akses pelayanan yang merata untuk melahirkan generasi unggul.
Ketiga, pemberdayaan ekonomi berupa penguatan UMKM dan ekonomi kreatif agar pertumbuhan ekonomi dirasakan seluruh lapisan. Keempat, infrastruktur dengan fokus pada konektivitas wilayah dan sarana pendukung pertumbuhan ekonomi. Kelima, tata kelola berbasis TI yakni digitalisasi layanan publik demi pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Menutup sambutannya, Wali Kota Baubau Yusran Fahim mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan mustahil dicapai tanpa sinergi. Pihaknya mengajak dunia usaha, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi."Melalui Musrenbang ini, saya mengajak semua pihak menyampaikan gagasan dan inovasi konstruktif. Kita ingin program yang tersusun benar-benar tepat sasaran dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,"tutupnya. (Hasrin Ilmi/Red)


